Kedua Matamu

Kedua Matamu
bab 19 kagum


__ADS_3

"Bagaimana jika kita membiarkan dua sejoli ini untuk melepas Rindu nya." ucap ayah Ardi pada keluarga inun.


"iya sepertinya kita harus memberi waktu pada mereka untuk berdua." lanjut Abi ainun setuju dengan mantap.


"Yaudah nak, umi sama Abi pulang duluan." umi Ratna mengelus lembut kepala anaknya.


"jagain Ade gue jangan dulu di sentuh-setuh belom Sah." lanjut kak Husain dan ditimpal tawa oleh semuanya.


"Yaudah hati-hati semua." jawab Rangga sambil melambaikan tangan.


*


*


*


Rangga mengajak Ainun ke luar restauran tak jauh dari restauran ada sebuah taman.


"ini tempat apaan kok gelap begini, gue kan takut gelap." rengek Ainun.


"masa udah jadi calon istri masih gue-gue aja." Rangga malah balik nanya.


"aduh **** banget, tapi gue kayaknya canggung ngomong aku kamu." batin Ainun.


"hantu." teriak Rangga membuyarkan lamunan ainun dan membuat Ainun langsung memeluk erat Rangga. "gak usah dipeluk kali Abang juga gak bakal kemana-mana." goda Rangga, Ainun langsung melepaskan pelukannya. Dan seketika pipinya merah tomat dan terasa panas.


"lagian ngagetin aja." ketus Ainun sambil memonyongkan bibirnya.


"gak usah dimonyong-monyongin, kalo Abang kegoda gimana." sambil mengangkat sebelah alisnya.

__ADS_1


"dih, apaan sih." sambil memukul dada Rangga.


*aduuh, Rangga terpekik kesakitan sambil memegang dadanya. sontak Ainun segera memegang dada Rangga yang bidang.


"mana yang sakit, maafin yah maafin. wush wush." sambil terus mengelus dada Rangga dan meniupnya. Rangga memegang tangan Ainun yang menghentikan aktivitasnya. "rasain deh detak jantungnya." ucap Rangga. Ainun yang merasakan detakan hebat itu langsung menarik tangan nya. pipinya merah jantungnya seperti tengah lari maraton saja.


"hehe, sini aku mau nunjukin sesuatu." kata Rangga sambil menggandeng tangan Ainun.


"inget belum sah." sambil melepaskan gandengan Rangga. Rangga tersenyum puas mendengar pertanyaan Ainun itu. Ainun akhirnya mengekori Rangga.


"sini duduk disamping abang." sambil menepuk tempat di sampingnya.


"emang apaan sih yang mau di tunjukin." tanya Ainun penasaran dan duduk disamping Rangga.


"berhubung sekarang gak ada bintang jadi aku mau natap langit malam dengan ini." ucap Rangga menunjuk langit yang tak ada apa-apanya namun tak lama pesta kembang api di langit malam. entah datang dari mana tapi itu cukup memukau mata Ainun.


"indah banget, aku suka." ucap Ainun dan menatap wajah Rangga dengan mata yang berkaca-kaca dan tangisnya pun pecah.


"aku gak pernah ngebayangin bakalan merasakan momen yang begitu indah ini." ucap Ainun dan tersenyum lebar. "Aku bahagia sekali." lanjut Ainun.


"maafin Abang udah bikin hatimu resah." dan menyandarkan kepala Ainun di bahunya.


.


.


setelah pesta kembang api selesai Rangga segera mengantarkan Ainun pulang, dia tidak ingin mengantar gadis baik pulang terlalu larut malam. sesampainya di kediaman Abi, Rangga segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Ainun.


"terimakasih." ucap Ainun sambil menyunggingkan senyumnya yang manis.

__ADS_1


"sama-sama, langsung tidur jangan gadang. badanmu sudah sangat kurus sekarang ini, besok sarapan yang banyak, besok Ade libur kuliah kan?." ucap Rangga panjang lebar.


"iya Iyah,, besok libur tapi aku harus ngerjain deadline yang belom selesai. aku takut gak sempet kalo dikerjain nanti-nanti." jawab inun pelan dan disusul cengirannya.


"yaudah besok aku bantuin ngerjain tugas mu, besok aku gak ke RS." lanjut Rangga.


"kenapa?." tanya Ainun


"karena gak terlalu sibuk juga lagipula ada Revan yang ngehendel." jawab Rangga


"eh kalian udah pulang, kok malah ngobrol dipintu masuk dulu nak Rangga." pinta umi


"gak Mi, Rangga langsung pamit aja udah malem juga, kasian Ainun udah ngantuk." Rangga menyalimi umi dan berjalan membalikan badannya,,


__abnag__. _____De____


ucap Rangga dan Ainun bersamaan.


Umi hanya terkekeh melihat tingkah dua sejoli itu lalu kembali masuk. "senangnya bisa melihat mereka lebih akrab." batin umi Ratna.


"Abang aja duluan." titah Ainun


"hmm kita belum tukeran no telepon." ucap Rangga sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil menyodorkan ponselnya.


"aku juga baru mau minta no telpon. Abang." sahut Ainun sambil mengambil ponsel milik Rangga, dan mengetikkan no ponselnya


"yaudah Abang pulang, nanti Abang hubungi kalo udah sampe rumah, Ade masuk duluan Abang pulang setelah Ade masuk." ucap Rangga


"yaudah kalo gitu, daaah." Ainun melambaikan tangan dan menutup pintu rapat. setelah Ainun masuk ranggapun memasuki mobilnya dan keluar dari gerbang dan memacu mobilnya dijalan raya.

__ADS_1


****


__ADS_2