
Ainun menghidangkan makan siang mereka keatas meja. Mereka mulai menyantap makanan nya dengan khidmat. Setelah selesai Rangga membawa piring kotor ke wastafel dan Ainun langsung mencuci piring kotornya.
Rangga merebahkan diri di sofa ruang keluarga, sambil menonton TV. setelah beberapa saat Ainun datang dengan camilan dan es jeruknya.
"Sayang aku bosen udah seminggu dirumah kapan mulai koas lagi?." Tanya Ainun disela obrolan mereka.
"Hmm.. kan masih ada 2 hari sayang. Kamu kan cuti sepuluh hari." Ucap Rangga sambil mengelus pucuk kepala Ainun.
"Iya, tapi bosen." Tukas Ainun sambil melipat kedua tangannya di dada dan memasang wajah cemberut.
"Makin gemes kali cemberut gitu." Kekeh Rangga.
Cup
Satu kecupan mendarat di bibir Ainun.
"Abang ih nyebelin!" Ucap Ainun sambil memukul dada bidang Rangga.
"Gimana kalo kita ke mall?." Tanya Rangga.
"Ngapain?." Tanya Ainun, karena Ainun memang bukan yang paling hobbi belanja jika bukan keperluan yang dibutuhkan.
"Pokonya jalan-jalan aja, cuci tangan." Kekeh Rangga.
"Kok cuci tangan cuci baju sekalian." Jawab Ainun ketus.
Ranggapun tertawa. "Iyah kan harus rajin cuci tangan sekarang mah de. Lagi banyak virus." Ucap Rangga.
"Iyah virus kolor." Kekeh Ainun.
Rangga mencubit gemas hidung Ainun. "Sakit bang." Ucap Ainun sambil memukul manja tangan Rangga
__ADS_1
"Ayok kita berangkat." Ucap Rangga langsung menggendong Ainun.
"Aku belum setuju loh." Sarkas Ainun sambil memukul-mukul dada Rangga. Meronta minta diturunkan.
Rangga langsung mendudukkan Ainun di mobil. Dan ia pun bergegas masuk dibelakang kemudi.
"Anggap aja ini kencan kita berdua. Kita kan gak pernah kencang sayang." Ucap Rangga lalu menyalakan mesin mobilnya dan melaju membelah jalanan yang tidak terlalu padat.
Setelah sampai Rangga dan Ainun masuk ke mall terbesar disana. Dan jari-jari mereka terus bertautan seperti tidak ingin dipisahkan.
Merekapun menonton bioskop yang sedang tayang itu Rangga memilih film horor agar dia bisa dipeluk-peluk terus oleh Ainun. Karena Rangga tau Ainun paling takut dan gemetar jika menonton film horor.
"Abang kita liat film apa nih?." Tanya Ainun.
"Rahasia. Pokonya bakalan seru dan kamu pasti suka." Kekeh Rangga sambil menarik Ainun masuk kedalam bioskop.
"Kamu tunggu disini, Abang yang beli tiket okeey." Ucap Rangga dan Ainun pun menuruti.
Tak lama kemudian Rangga sudah kembali dengan membawa popcorn dan minuman.
Mereka duduk dibarisan paling belakang. Nampak layar yang besar dan suara yang nyaring sedang menampilkan beberapa cuplikan film horor yang sedang booming.
"Astagfirullah, ih jadi nonton film horor. Ih Abang jahat." Ucap Ainun sambil memukul dada Rangga. Rangga hanya terkekeh melihat ekspresi wajah Ainun.
Ainun terus saja memejamkan matanya dan menutupinya dengan tangan, sesekali dia mengintip dari balik jarinya dan terdengar teriakan dari beberapa pengunjung.
Rangga sesekali menyuap pop corn dan menyedot minumannya. Dia juga menyuapi Ainun sesekali. Setelah film selesai satu persatu keluar dari bioskop Ainun nampak lemas gemetar Rangga yang melihat itu hanya terkekeh dan menggandeng tangan Ainun yang sudah banjir keringat dingin.
Ainun berjalan bergandengan dengan Rangga sambil memajukkan bibirnya, Rangga yang sadar jika Ainun tengah ngambek hanya tertawa kecil.
"Ngapain ketawa, gak ada yg lucu." Ketus Ainun.
__ADS_1
"Hehe,, maaf, lagian ngapain harus takut cuma film ini." Jawa Rangga sambil mengelus pipi Ainun.
"Huh." Jawab Ainun dengan menambah menekuk wajahnya.
"Makin gemessin deh." Ucap Rangga sambil mencubit kedua pipi Ainun.
"Ih Abang." Keluh Ainun dan dia akan mencubit pinggangnya namun Rangga lebih cepat menghindar dan berlari . Terjadilah kejar-kejaran di area mall, mereka tertawa lepas dan tidak menghiraukan tatapan pengunjung lain, pengunjung yang melihat itu merasa cemburu dan iri dengan dua sejoli itu.
Rangga sudah ngos-ngosan karena dikejar Ainun.
"Aduh, hossh hossh ampun de, gk lagi-lagi deh Abang. Suwer udah nyerah." Ucap Rangga sambil membungkuk dan satu tangan memegang pinggangnya dan satunya diangkat jarinya membentuk V dengan nafas yang Ter engah-engah.
"Awas aja kalo lagi-lagi." Ucap Ainun sambil menjewer kuping Rangga. Seperti seorang ibu memarahi anaknya.
"Ampun ampun de." Ucap Rangga sambil meringis.
Beberapa pengunjung yang melihat kejadian itu mulai berbisik-bisik.
Orang satu *wah seru banget pasutri muda tuh.*
Orang dua *suami takut istri itu.*
berasa dunia milik berdua, yang lain ke Pluto aja.
Dan banyak lagi, namun yang tau hal sebenarnya hanya tersenyum-senyum melihat itu, bahkan ada pula yang memuji mereka berdua.
"Yaudah jalan lagi yuk." Ucap Rangga setelah Ainun melepas jewerannya dan berdiri sambil melipat tangannya di dada.
"Hmm.." dengus Ainun.
Rangga langsung menggandeng pinggang Ainun ke parkiran.
__ADS_1
Rangga mengajak Ainun ke pantai disore harinya, mereka duduk berdua ditepi pantai
"Kita makan di restoran R aja yah." Ucap Rangga