
Rangga belum juga kembali Ainun Eva dan Revan sudah menunggunya sekitar 5 menit.
"Gue ke toilet bentar yah Va." Ucap Ainun.
"Gue temenin yah." Kata Eva
"Jangan Lo disini aja temenin kak Reva." Ucap Ainun 'sekalian biar pendekatan yah, gue tinggal, bye bye.' bisik Ainun lalu meninggalkan mereka berdua. "Apaan sih." Jawab Eva, wajahnya merah padam menahan malu.
***
Baru saja Ainun melangkah keluar dari toilet tiba-tiba ada tangan yang menarik pergelangan tangannya membuat Ainun langsung berbalik .
"Hasbi?." Ucap Ainun kaget. "Ngapain Lo disini.?" Tanya Ainun heran karena toilet pria bukan disebelah situ.
"Congratulation yah, jadi mahasiswa nilai tertinggi. Ini hadiah buat Lo." Ucap Hasbi memberikan sebuket bunga dan paper bag berisi coklat.
"Makasih banget has,." Ucap Ainun dengan menerima nya.
"Nun,(panggil Hasbi lirih) gue mau ngomong hal penting dalam hidup gue." Ucap Hasbi meraih tangan Ainun namun dengan cepat Ainun melepaskan nya.
"Ngomong aja langsung." Sarkas Ainun.
__ADS_1
"Lo tahu gue suka sama Lo, apa gak sedikitpun Lo ada rasa kegue. Atau meskipun iya bisa gak Lo terima gue aja! Gue bener-bener suka sama Lo." Ucap Hasbi dengan nada meyakinkan.
"Tapi sebulan lagi gue mau nikah dengan lelaki pilihan Abi dan lelaki itu adalah lelaki yang gue suka. Masih banyak ko Has, perempuan baik diluar sana bukan banyak perempuan yang lebih baik dari gue. Udahlah Has dari dulu gue juga gak pernah respon Lo, karena hati gue gak pernah sedikitpun punya rasa. Makanya gue gak mau mempermainkan perasaan Lo." Ucap Ainun panjang. "Gue permisi." Lalu Ainun bergegas meninggalkan Hasbi. Rahangnya mengeras perasaannya kalut dan matanya menyala, dia memicingkan matanya dan mengangkat sebelah sudut bibirnya. "Gue bakalan pastiin hidup Lo akan hancur Rangga sialan, Cuih." Hasbi berdecih dan menonjok tembok didepannya.
***
Rangga kelihatan sangat gelisah semenjak datang ketempat tadi hanya ada Revan dan Eva.
"Yaudah gue susul aja ke toilet, dia juga udah 30 menit yang lalu pergi." Ucap Eva.
Baru saja Eva akan menyusul, Ainun sudah lebih dulu datang. Rangga langsung terfokus pada buket dan paper bag yang Ainun bawa.
"Oh, ini dari Hasbi, nih Va lumayan coklatnya." Ucap Ainun menyerahkan buket dan paper bag pada Eva.
"Gak boleh gitulah, harus menghargai pemberian orang. Tapi makasih lah gue juga lagi pengen makan coklat." Sarkas Eva dengan cengir kuda.
"Ya gue hargain makanya diterima." Ucap Ainun. "Tadi katanya mau ngambil sesuatu apa sih?." Lanjut Ainun.
"Tutup mata dulu dong." Ucap Rangga lalu mengambil boneka dan buket bunga matahari yang dia sembunyikan di kolong meja panitia.
"Udah belom lama amat." Tanya Ainun yang sudah menutup matanya.
__ADS_1
"Jangan ngintip nanti bintit matanya." Jawab Rangga.
"Sekarang udah boleh dibuka." Ucap Rangga. Ainun membuka matanya perlahan.
"Wahh TeddyBear." Matanya berbinar dan raut wajah yang senang, dia langsung mengambilnya dan memeluknya. "Ini satu lagi." Ucap Rangga memberikan buket bunga matahari.
"Makasih banget Abang." Lalu memeluk Rangga menggunakann TeddyBear.
"Iyah kan ini janji yang Abang tulis, TeddyBear yang besar." Jawab Rangga sambil mengelus pipi Ainun.
"Ehhhemmm. Jangan tebar keromantisan depan jomblo dong. Ngenes banget gue liat calon suami istri ini." Protes Revan yang tidak dipedulikan keberadaan nya.
"Itu ada si Eva kenapa di anggurin." Celetuk Rangga yang berhasil membuat Eva salah tingkah.
"Apa sih kok bawa-bawa gue." Ucap Eva memutar bola matanya.
"Haha, baper nih sahabat gue kayaknya." Tukas Ainun.
"Gue mah laper bukan baper." Ketus Eva.
"Nah bener tuh yuk kita nyari makan." Ucap Rangga dan semuanya Pun menyetujui dan masuk kedalam mobil masing-masing.
__ADS_1