
Rangga sudah sampai dirumahnya, ia segera mengambil ponselnya dan mengetikkan pesan pada Ainun.
**
Jangan lupa baca do'a.
_Abang
Ainun terus saja tersenyum menatap layar ponselnya dan memeluk ponselnya.
"aduuh gak tahu sebahagia apa guee." sambil menjerit kegirangan.
***
Oke, kalo gitu selamat beristirahat.
_Ade
Ainun meletakan ponselnya di meja samping tempat tidurnya, ia mengambil buku catatannya, dia mulai menuliskan sebait puisi tentang malam ini.
###
_Aku benar-benar mengira kau adalah jingga dikala senja akan hilang menepi,
_Aku kira aku akan kembali pada malam yang tak berbintang.
_Ternyata aku salah, tuhan telah membingkai jingga itu didalam ukiran senyummu.
_Tuhan juga telah menyisakan dua bintang yang bersinar dimatamu.
_Ainun_anggraini
__ADS_1
.
.
.
pagi-pagi dikediaman Ainun
"pagi umii." sapa Ainun yang berjalan menuruni tangga dengan senyum yang tak berhenti mengembang.
"pagi nak baru saja umi mau ke atas, langsung kemeja makan aja abi sudah nungguin tuh." ucap umi sambil kembali lagi ke meja makan.
"cepet sekali nyusulin ainunnya.?
"Iyah orang inun udah turun pas umi mau panggil." jawab umi Ratna.
"pagi Abi." ucap Ainun lalu mendudukan badannya didepan meja makan. baru saja akan mengambil nasi goreng.
"a..apaa bi? bang Rangga mau sarapan disini."
"Iyah masa gak boleh sih aku ikut sarapan disini." kata Rangga sambil melangkah mendekati meja makan, dan langsung duduk dikursi yang berhadapan dengan Ainun.
"Ya boleh, cuma kemarin gak bilang kalo mau ikut sarapan juga." ucap Ainun bete.
"Abi yang ngajak Rangga sarapan disini." ucap Abi "yaudah daripada pagi-pagi ribut ayok dimakan nanti Abi kesiangan." lanjut umi.
***
setelah selesai sarapan Abi berangkat ke kantor, Umi kembali ke aktivitas nya seperti biasa umi akan menyiram tanaman dan membaca buku di perpustakaan keluarga.
"Umi tinggal yah, kalo ada perlu apa-apa panggil bi izah aja." ucap umi dan meninggalkan Ainun dan Rangga. suasana terasa canggung bagi dua sejoli itu.
__ADS_1
"katanya mau ngerjain tugas, sekarang aja biar cepet selesai." ucap Rangga membuka keheningan. "yaudah Abang tunggu diruang tamu aja nanti aku ambil laptopnya dulu." kata Ainun bergegas menaiki tangga ke kamarnya. Rangga hanya mengangguk dan pergi keruang tamu, tak lama Ainun datang dengan membawa laptop dan beberapa buku.
"Tinggal beberapa materi lagi aja." ucap Ainun
"yaudah sini Abang liat dulu." ucap Rangga
"ini mah gampang, sini Abang bacain. kamu tinggal ketik dan inget-inget. biar faham." lanjut Rangga.
"kita ngerjainnya di taman belakang aja yuk, biasanya aku kalo ada tugas ngerjainnya di sana." pinta Ainun sambil berjalan keluar, Rangga hanya mengekorinya.
*** Jam dinding menunjukkan pukul 11 siang dan mereka sudah selesai mengerjakan tugas nya.
"Dulu ini taman bermain kok sekarang jadi kebun bunga?." tanya Rangga
"D U L U ?? kamu kan pertama kali kesini ?." Heran Ainun..
"Kamu masih belom sadar aku siapa?." tanya Rangga dan menatap Ainun dalam. Ainun mengernyitkan dahinya dan menggeleng.
Tiba-tiba suasana hening sekejep
"aku anak almarhumah Tante Hanum." lirih Rangga. "gak gak mungkin." menutup mulutnya dengan kedua tangan dan berdiri menjauh. Rangga menarik pergelangan tangan Ainun, dan menggenggam nya erat.
"kenapa kamu tidak sepercaya itu?." tanya Rangga lirih.
"dia sudah meninggal, aku mungkin dia hidup lagi." tegas Ainun sambil melepaskan genggaman Rangga
"aku Abang ice cream itu, aku anak laki-laki yang memakai kacamata tebal dan rambut klimis yang selalu kamu ketawain." ucap Rangga penuh penekanan. Ainun terduduk lemas ia tidak percaya karena uminya bilang kalo anak Tante Hanum meninggal. itu sudah 7tahun silam. Rangga berjongkok dan memegang kedua pipi Ainun yang sudah berderai air mata.
"dia kembaran ku, dia memang sudah menyusul mamah." ucap Rangga menatap kedua mata Ainun bergantian. Ainun menatap Rangga masih tak percaya, ia memegang tangan Rangga yang masih menopang wajahnya dan memegang pipi Rangga.
"Apa yang bisa kamu buktikan." tanya Ainun dan menghempaskan tangan Rangga dan pergi memasuki rumah. Rangga membulalakan matanya tak percaya dan hanya menatap punggung Ainun yang mulai menghilang.
__ADS_1
**