Kedua Matamu

Kedua Matamu
bab 14 membantu sahabat


__ADS_3

Ainun keluar dari toilet bersama Eva, matanya masih agak memerah dan sembab usai menangis tadi, mereka berjalan keluar dan sudah mulai sepi karena semua orang sudah akan meninggalkan gedung wisuda. dengan berjalan terhuyung tak sengaja dia menabrak seseorang yang berpapasan dengannya. "Ainun, kamu kenapa nak." kata pria itu sambil memegang bahu Ainun, inun mengangkat wajahnya. "pak Ardi, yang waktu itu bertemu di RS?." tanya inun sambil mengingat kembali. "Iyah saya pak Ardi, kamu kenapa? kamu baik-baik saja?." tanya pak Ardi cemas, Eva yang hanya menyaksikan percakapan antara seorang lelaki paruh baya dan sahabatnya itupun mendekati Ainun dan merangkulnya. "dia sepertinya kelelahan pak, biasa ketua pelaksana sibuk ini itu." jawab Eva sambil menyebut kuda. "iya saya gak papa pak, sedikit kelelahan saja mungkin." lanjut inun dan mengembangkan senyum paksanya. merekapun permisi dan meninggalkan pak Ardi. Rangga yang sedari tadi memperhatikan dari kejauhan mendekati sang ayah dan merekapun meninggalkan gedung.


.


.


"Nun, gue gak bawa mobil , gue nebeng yah. pliis." seru Eva sambil merapatkan kedua tangannya tanda memohon. "iya iya ayok." lanjut inun sambil memasuki mobil mendudukan badannya dibelakang kemudi. tak ada percakapan antara keduanya semua terasa canggung karena kejadian tadi ditoilet.


"apa sebaiknya gue kasih tahu aja kak Rangga , biar Ainun tahu Rangga suka atau gak sama dia, kalo gak gue kasih tau repan aja dia kan sahabat Rangga. hmm,, tapi mendingan langsung biar gak simpang siur." batin Eva cemerlang. "kenapa Lo senyum-senyum sendiri, Lo bilang nanti kesambet." ejek inun pada sahabatnya itu. "dih, kata-kata gue itu. maen colong aja Lo." ketua Eva dan cemberut sambil menyilangkan tangannya. Ainun terkekeh dan tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan sahabatnya itu.


.


.

__ADS_1


Eva kebingungan harus menghubungi Rangga bagai mana sedangkan Nomor telepon nya saja tidak punya. "hmm.. o iya(sambil memetik jarinya) gue kan punya no repan apa gue minta no Rangga aja kedia, tapi kalo gak dikasih gimana?(sambil mengetuk-ngetuk telunjuknya di dagunya) yaudah lah yang penting usaha dulu." berbicara pada dirinya sendiri, dan mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi repan.


nada sambung sudah cukup lama namun repan belum juga mengangkat nya, sudah berkali-kali ia hubungi tapi tidak ada jawaban. "ah sialan banget nih orang, giliran dibutuhin aja gak bisa dihubungi, kalo gue gak butuh aja gangguin Mulu." menggerutu sambil melemparkan ponselnya ke atas kasur dan bergegas mandi.


.


Ainun sampai dirumah Kaka iparnya, ia melempar tas selempang nya ke kasur dan berlalu kedalam kamar mandi, ia menyalakan shower dan menyiram kepalanya dengan air dingin berharap fikiran ya bisa tenang. "kenapa sih gue **** banget, masa sih gue suka sama si gunung Himalaya itu. udah dingin terus kadang seakan-akan dia bisa bikin hati gue meleleh. Sial banget sih, kenapa otak gue sampe segitunya mikirin dia, tapi tiap kali gue liat dia jantung gue mau copot rasanya." gerutu Ainun sambil menghentak-hentakan kakinya. setelah selesai mandi ia membaringkan tubuhnya dan mengambil ponselnya, terlihat satu DM masuk ke IG nya.


*"Lo ko ganti nomor gak bilang gue." @hasbi_maulana


*"yaudah besok gue kerumah Lo." balas Hasbi


Ainun hanya membacanya dan meletakan ponselnya, "bodo amat lah, lagian gue gak dirumah Abi, hmm.. pasti Abi juga gak bakal ngasih tahu kalo gue disini." gumam Ainun. Ainun tahu betul abinya selalu melarangnya pergi dengan teman lelaki apalagi berpacaran. apalagi abinya selalu bilang dia sudah mempersiapkan lelaki yang kelak akan bersama membina rumah tangga. Ainun hanya akan menuruti keinginan abinya ia tidak ingin dijuluki anak durhaka.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


penasaran kan Ainun bakalan dijodohin sama siapa, ayok di love ❤️ dan like👍nya , juga komen dan kasih dukungan buat author. salam peluk salam cium. muach😙


__ADS_2