Kedua Matamu

Kedua Matamu
bab 36 tegang


__ADS_3

Hari ini Rangga sedang bersiap-siap untuk photo prewedding karena waktu sangat cepat berjalan. Dia langsung mengendarai mobil menuju kediaman Ainun. Diperjalanan dia begitu tegang 'rasanya kayak mimpi gue bentar lagi nikah sama cewek yang paling gue cinta. Gue gak bakalan ngecewain dia sedikitpun.' batin Rangga


Diapun sudah sampai dikediaman Ainun. Ainun yang sudah terlihat rapi sedang menyambutnya dengan senyum yg lekat.


"Macet yah bang, lama banget." Tanya Ainun , karena sebelum berangkat Rangga sudah mengabarinya terlebih dahulu


"Iyah lumayan padat jalanan." Jawab Rangga. "Yaudah yuk keburu siang." Membukakan pintu mobilnya, dan bergegas melajukan mobilnya.


**Mereka sudah sampai ditempat photo studio, Rangga memilih studio photo yang paling bagus. Dan dia memilih di studio dari pada alam terbuka karena dia tidak ingin Ainun terlalu kecapean, meskipun Ainun memaksa ingin out door, namun akhirnya ia menurut karena alasan Rangga.


"De, kok Abang tegang gini yah." Ucap Rangga sambil menggigit bibirnya.

__ADS_1


"Photo aja grogi apalagi depan penghulu bang." Ejek Ainun. "Abang serius, tapi amit-amit kalo sampe grogi pas ijab, nanti kalo Abang gak bisa gagal nikah dong." Rangga bergidik ngeri membayangkan jika sampai dia tak jadi menikah. "Emang Ade gak mau nikah sama Abang." Tanya Rangga sambil menaik turunkan alisnya.


"Mau lah, ogah juga sampe gak jadi, berita pernikahan nya aja udah kesebar keseluruh pelosok bumi." Ucap Ainun terkekeh. Karena ayah dan abinya sudah memberitahukan semua rekan kerjanya diberbagai belahan dunia.


"Haha, jadi gak sabar buat...." Ucap Rangga sambil menjawil hidung Ainun. Dan mengedipkan matanya. "Ish Omes deh kayaknya." Ketus Ainun sambil mencubit lengan Rangga karena perkataannya menggantung.


"Gak sabar buat ijab Kabul maksudnya." Ucap Rangga. "Iyah iyah , yaudah hayuk masuk." Ucap Ainun sambil menarik Rangga masuk. Mereka disambut dengan baik, ramah dan sangat sangat memuaskan. Mereka berfoto prewedding dengan teman Dokter, ya karena memang mereka dua orang dokter.


"Iyah boleh, Ini dari yang pertama." Ucap photografi sambil memperlihatkan hasil jepretannya dari awal. "Ffffftth. Lucu banget si bang, kayak muka tokoh komik yang datar." Ledek Ainun sambil terus tertawa. Rangga langsung mengambil alih kameranya dan melihat-lihat hasilnya. "Iya sih kok bisa gitu yah." Ucap Rangga sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Tapi tetep ganteng kok." Ucap Ainun sambil mengusap lengan Rangga lembut.


"Nah pak Rangga mimik muka yang seperti ini yang sempurna. Senyum alami!! Kalau gitu kita photo lagi dan pak Rangga gunakan ekspresi yang natural." Ucap photogrper dan langusung mengambil kameranya.

__ADS_1


Ainun terus menggoda Rangga ketika berpose, dan membuat Rangga mengeluarkan ekspresi wajah yang alami. "Ini hasil potonya bisa dilihat dan mungkin dipilih beberapa yang cocok " ucap photogrper sambil menyodorkan kameranya.


"Semuanya saja, karena ekspresi calon istri saya ini semuanya bagus dan cantik." Kekeh Rangga. "Kami langsung permisi dan semuanya sudah saya transfer." Lanjutnya lalu merangkul Ainun keluar.


Photo prewedding sudah selesai Rangga dan Ainun segera pamit karena Rangga sangat khawatir sepertinya Ainun sudah sangat kelelahan. "Yaudah kita makan siang dulu, abis itu kita pergi ke toko perhiasan." Ucap Rangga lalu memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Iyah , biar cepet beres juga semua persiapannya." Ucap Ainun semangat. Ia tak mengizinkan umi untuk ikut mengurus pesta pernikahan nya, karena ini memang mengusung tema yang Ainun inginkan, ditambah mereka akan menggelar pesta pernikahan Ainun dikediamannya dan digedung.


.


.

__ADS_1


ayok reader dukung author dengan vote dan rating 🌟🌟🌟🌟🌟 like juga komen yah. kasih TIP nya yah, salam peluk salam cium muach 🤗


__ADS_2