
Mereka sudah berada didalam restauran dan sedang menunggu pesannya datang. Ainun masih sibuk melihat-lihat beberapa hal yang belum ia dapatkan. Seperti WO yang ia inginkan, padahal Rangga sudah memberikan beberapa rekomendasi WO yang sangat handal, namun tidak satupun bisa menuruti keinginan Ainun. Tak lama pesanan mereka datang.
"Yaudah makan dulu nanti lanjut lihat-lihat dimobil." Ucap Rangga dan mengambil ponsel ditangan Ainun.
"Iyah ayok makan." Ucap Ainun, dan mulai menyantap hidangan yang disajikan. "Nih cobain deh pasti suka." Ucap Rangga menyodorkan sendok yang sudah berisi makanan miliknya. Ainun pun langsung membuka mulutnya dan melahapnya. "Iyh enak ternyata makanan disini enak-enak." Ucap Ainun matanya berbinar senang. Rangga hanya tersenyum simpul. "Kamu juga cobain nih, AaaaA." Ucap Ainun sambil menyodorkan sendoknya langsung masuk kedalam mulutnya. Karena mereka memesan menu yang berbeda, Rangga memesan sup buntut dan buntut bakar. Sedangkan Ainun memesan ayam rica-rica.
Setelah selesai makan, keduanya langusung pergi ketempat perhiasan sebelumnya Rangga sudah mengirim model yang dirancang langsung oleh Ainun. Cincin yang tidak terlalu rumit dan sangat simpel namun terlihat begitu elegan. Ainun masih sibuk dengan ponselnya memeriksa apasaja yang belum.
"Apa masih Belem ketemu WO yang sanggup buat tema pesta dirumah?." Karena Ainun sudah punya WO yang menangani untuk resepsi digedung, sedangkan akad dilakukan dirumahnya. Tapi Ainun ingin bertemakan taman bunga matahari dan mawar putih dan dengan taburan bunga mawar putih dibeberapa area. Dan pelaminan dengan penuh bunga matahari. Karena kebanyakan bunga matahari beberapa WO sangat kesulitan mencari bunga matahari ditambah waktu yang sudah dekat jadi bunga-bunga matahari banyak yang belum berbunga.
"Belum, mereka kesulitan dibunga mataharinya." Ucap Ainun sendu.
"Yaudah kita pake WO yang sama nanti kalo masalah bunga matahari biar Abang Carikan dari semua perkebunan bunga matahari di Indonesia." Kekeh Rangga sambil mengelus puncak kepala Ainun.
__ADS_1
Rangga mengambil ponselnya namun tetap melajukan mobilnya dengan selamat dan mencari digoogle beberapa taman bunga matahari diantaranya:
Sky garden Paris Van Java Bandung
Samsas Bantul Yogyakarta. Dll
Rangga segera menelpon seseorang yang entah siapa. Tak lama menunggu panggilan dijawab.
"Halllo bro, tolong Lo urus bunga matahari buat akad nanti. Lokasinya gue share di WA, jangan sampe layu inget pokonya masih seger." Sarkas Rangga dan langsung mematikan telvonnya.
"Selagi aku mampu dan bikin kamu bahagia aku bakal selalu kasih apa yang kamu mau." Ucap Rangga dan tersenyum simpul.
"makasiih , I love you Abang." ucap Ainun sambil membenturkan hati dari jari jempol dan telunjuknya. ucapan Ainun membuat wajah Rangga memerah seperti kepiting rebus.
__ADS_1
"Cie cie mukanya merah." kekeh Ainun terus menggoda Rangga.
merekapun sampai diparkiran sebuah mall yang sangat terkenal. "udah sampe jangan ngegodain Mulu, nanti digoda balik baru tahu." kekeh Rangga menyeringai, tangannya langsung menggelitik Ainun.
"hahaha,, geli tau bang." memukul tangan Rangga dan langusung melepas sabuk pengaman dan berlari keluar. "bleeee , gak rasain tuh." ucap Ainun sambil menjulurkan lidahnya. Rangga yang masih duduk termangu menatap Ainun sambil tersenyum simpul. "gak sakit kali, cuma dipukul ade inih. apalagi dipukul nya pake kasih sayang." kekeh Rangga dan keluar dari mobilnya.
.
.
.
.
__ADS_1
gak bosen ingetin, jangan lupa like dan rating tambah pavorit dan juga komen yah karena dukungan dari reader jadi pembangkit semangat author. kasih Tip juga🌟🌟🌟🌟🌟 salam peluk salam cium muach 🤗😙