Kedua Matamu

Kedua Matamu
Surprise katanya


__ADS_3

Rangga sudah tiba di rumah sakit, dia langsung memasuki ruangannya.


Rangga langsung menduduki kursi kebesarannya itu dengan aura positif nya yang sangat terlihat jelas mengeluarkan pancarannya.


"Huammm, begitu ni'mat nya punya istri." Gumam Rangga sambil membayangkan pergulatannya semalam dengan sang istri.


Tok


Tok


Tok


Pintu ruangan nya diketuk, setelah si empunya ruangan menyahut seseorang masuk.


"Pagi." Ucap seseorang itu yang tak lain adalah Revan.


"Kenapa Van? Pagi-pagi sudah kesini?." Tanya Rangga penasaran.


"Saya sudah menyiapkan perencanaan untuk pembukaan RS yang baru." Ucap Revan.


Dia menjelaskan secara rinci apa saja yang sudah siap dan seberapa persen kematangannya.


Rangga manggut-manggut mengerti.


"Aku percayakan sama kamu." Ucap Rangga.


"Yasudah aku keruangannya lagi." Ucap Revan sambil berlalu pergi.


Ketika Revan bergegas keruangannya tanpa melihat kanan kiri tidak sengaja dia menabrak seseorang.


Bughh


Seorang yang mengenakan baju dokter itu terjatuh kelantai, Revan langsung membantunya berdiri.

__ADS_1


"Eva? Kamu gak papa." Ucap Revan kaget sekaligus khawatir.


"Aku gak papa kak, yaudah aku duluan ada pasien gawat." Ucap Eva hendak meninggalkan repan namun lengannya masih dipegang erat. Eva melihat kearah lengannya dan kearah Revan yang masih diam mematung.


"Kak?"


"Kak Revan." Ucap Eva sambil mengibaskan tangannya didepan wajah Revan, sontak kesadaran reavanpun kembali.


"Ya?"


"Itu tangannya lepas, aku ada pasien." Ucap Eva menunjuk kearah lengannya dengan ekor matanya


Reavanpun pun melihat kearah yang dimaksud. "Eh, maaf va." Ucap Revan sambil melepaskan lengannya perlahan.


"Yaudah ak..ku permisi." Ucap Eva gugup. Lalu melenggang meninggalkan Revan yang masih berdiri mematung menatap kearah Eva. Setelah punggung Eva pergi menjauh Revan mengusap wajahnya gusar.


"Ah gue malu-maluin banget. Tangan gak mau dikondisikan, badan juga gak bisa diajak kompromi." Gerutu Revan sambil menendang tembok disampingnya.


Revan langsung menoleh ke arah suara.


"Eh dokter, mari keruangan saya." Ucap Revan kepada salah seorang dokter yang akan ditugaskan nya di RS yang baru.


"Baik, mari." Jawabnya.


Mereka berdua berjalan beriringan keruangan Revan.


***


Eva sudah selesai menangani pasien nya. Dia keluar ruangan dan akan kembali keruangan dokter. Dia berjalan dan tersenyum kepada beberapa orang yang berpapasan dengannya.


Setelah sampai di ruangannya dia langsung mendudukkan tubuhnya.


Dia melihat kearah tangannya yang tadi dipegang Revan. Lalu menyentuhnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kenapa gue ngerasa deg-degan gini?." Batinnya, "ah mungkin karena kaget." Gumamnya .


***


Hari sudah siang seperti yang dikatakannya, Rangga akhirnya pulang Kerumah. Dia tidak mengabari istrinya lagi.


Ainun sedang mempersiapkan makan siang dibantu oleh BI Ela. BI Ela menoleh ke kebelakang badannya. Lalu ia menganggukkan kepalanya dan bergegas permisi kepada Ainun.


"Non, bibi kebelakang dulu sebentar." Ucap BI Ela berlalu pergi.


"Iyah bi." Ucapnya sambil terus fokus dengan masakannya.


Lalu tiba-tiba ada tangan besar melingkar di perutnya, sontak Ainun kaget lalu mematung. Dengan rasa takut dia berontak namun tiba-tiba orang itu membenamkan wajahnya diceruk lehernya. Terasa hembusan nafas didaun telinganya.


"Siapa kamu, lepas." Teriak Ainun dengan terus berontak. Namun tangan itu semakin erat.


"Bi.."


"Bibi." Teriaknya namun tak ada sahutan dari BI Ela.


Dia mencium aroma maskulin seperti aroma tubuh suaminya ' haih pasti Abang nih, bikin kaget ' batin Ainun. Ainun melihat kearah wajah seorang pria itu. "Abang!!." Ucap nya lalu memukul lengan Rangga.


"Aww, sakit sayang." Ucapnya lalu membalik tubuh Ainun.


"Aku kira rampok." Ucap Ainun lalu membalas pelukan Rangga.


"Hmm, Ade lagi masak apa?." Tanya Rangga.


"Oh iya, Ade lagi masak sup ayam sama ikan bawal." Ucap Ainun lalu kembali menyalakan kompor.


"Kok Abang gak telpon Ade kalo mau pulang sekarang?." Tanya Ainun sambil terus menggoreng ikan.


Rangga berjalan ke arah meja makan "sengaja, biar surprise gitu " ucap Rangga.

__ADS_1


__ADS_2