Kedua Matamu

Kedua Matamu
bab 17 ulah Hasbi


__ADS_3

sudah hampir satu semester Ainun terus muram, ditambah Hasbi yang selalu mengganggunya, membuat Ainun muak dengan semua perilaku Hasbi yang selalu saja membuatnya bermasalah dengan abinya. siang ini seperti biasa Ainun dan Eva pergi ke kantin. sesampainya di kantin Ainun dan Eva pun segera memesan makan selang beberapa menit makanan pun datang, Eva langsung melahap makanannya dengan semangat, sedangkan Ainun hanya mengaduk-aduk makanannya itu dengan memasang muka malasnya. "nun dimakan gak baik rezeki di gituin, mubazir tahu.!" kata Eva yang melahap suapan terakhirnya. "gue males makan." jawab Ainun dan memiringkan kepalanya diatas meja sambil memejamkan mata nya. tak lama tiba-tiba Hasbi datang dengan membawa jus alpukat kesukaan Ainun. "hey nun. Lo kenapa sih, makin hari muka Lo makin ditekuk gitu." tanya Hasbi sambil mendudukan badannya di samping Ainun dan meletakan gelas jusnya di hadapan kepala ainun, Ainun pun langsung memalingkan wajahnya. "fikir aja sama Lo has, Lo tuh yang bikin Ainun jadi gini. ngapain sih Lo terus-terusan ngejar Ainun. kan udah Ainun bilang kalo dia udah dijodohin!!!." cerocos Eva dengan nada kesalnya. "ya gue usaha lah biar bisa dapetin hati Ainun dan abinya." jawab Hasbi dengan cengengesan. Ainun yang mendengar kata-kata Hasbi pun geram ia berdiri sambil menggebrak meja. "Lo keterlaluan, Lo pengen gue dijauhin orang tua gue. Lo tuh gak ngerti , gue gak mau dijodohin.. ta.." belum selesai dengan ucapannya Hasbi memotong pembicaraan nya "bagus dong gue mepet lu teros biar Lo gak dijodohin sama cowok yang gak jelas itu." ucap Hasbi dengan senyum misterius. "tapi gue juga gak suka sama lo, gue gak suka!!." jawab inun sambil berlari meninggalkan Eva dan Hasbi. "inget yah Lo, kalo sampe gangguin inun lagi. gue.." ancam Eva sambil menunjuk wajah Hasbi, Hasbi pun mencengkeram erat pergelangan tangan Eva. "Gue apa, (dengan nada tinggi yang menarik perhatian beberapa mahasiswa yang tengah makan) guebakal ngabisin Lo.?" ejek Hasbi dengan nada yg dibuat-buat sambil melepaskan genggaman nya kasar. "gue gak takut angeman Lo. cuih.." berdiri dan meninggalkan Eva yang masih merasa nyeri pada tangannya.


.


.


.

__ADS_1


Ainun menyetir mobilnya dengan laju dia bingung harus seperti apa. dia kembali teringat kejadian beberapa hari lalu.


flashback****


"Nun gue kerumah ipar Lo lagi yah,?" tanya Hasbi semangat. "gue udah bilang jangan jangguin gue terus. apalagi Lo selalu Dateng kerumah ipar gue." jawab ainun merintih, Hasbi mengetahui ia tinggal bersama iparnya karena dia sering membuntuti inun sepulang ngampus. setiap hari dia selalu datang seperti hari ini setelah pulang kampus Hasbi mengekori Ainun sampai kerumah iparnya. baru saja Ainun keluar dari mobil dilihatnya sang Abi tengah berdiri di ambang pintu, dengan langkah tergupuh Ainun mendekat dan menyaliminya. "Abi kesini kapan? umi ikut." sambil menciumi punggung tangan sang Abi.


"Iyah Abi kesini sama umi , sana masuk." ucap Abi.

__ADS_1


tak lama setelah dari dapur umi menghampiri Abi "emang inun belum pulang bi?". ketika melihat siapa yang berada di hadapan mereka inipun langsung pergi menuju kamar anaknya.


"Saya sudah bilang berkali-kali secara baik, tapi kamu masih saja mengganggu Ainun. saya sudah punya lelaki baik untuknya." kata Abi tanpa mempersilahkan Hasbi masuk.


"saya kurang baik apa? saya tahu pasti bapak menjodohkan Ainun dengan seorang konglomerat agar kekayaan bapak bertambah. saya juga orang kaya saya bisa memberikan Ainun segalanya, saya selalau menolong Ainun ketika dia kesulitan, kurang baik apa saya pak." bantah Hasbi dengan nada tinggi. sontak Ainun dan sang umi yang mendengar kata-kata Hasbi membulalakan matanya tak percaya.


"inilah yang saya tidak sukai dari seorang lelaki sepertimu, kamu bisa membentak orang yang lebih tua darimu. apalagi nanti jika kamu memiliki putri saya." ucap Abi dan meninggalkan Hasbi . Hasbi menatap sinis dan menyunggingkan senyum liciknya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2