
Mereka berada disebuah restoran yang cukup terkenal, makanya selalu ramai pengunjung ditambah ini sudah masuk jam makan siang.
"Kita duduk disana aja." Ucap Ainun menunjuk ke arah meja yang berada didekat jendela dan bisa melihat pemandangan jalanan. Dan dimeja itupun tidak kosong ada seorang perempuan yang sedang makan, namun mereka tidak bisa melihat wajahnya karena kini dia membelakangi mereka.
"Sarah?." Ucap Eva menyapa dengan girangnya. "Eh kalian , ayok duduk." Jawab Sarah ramah.
Kini Sarah duduk berhadapan dengan Revan sedangkan Eva duduk menghadap ke mereka, Ainun disamping Sarah dan berhadapan dengan Rangga.
"Kalian kayak abis audisi Miss Indonesia aja." Ucap Sarah.
"Kita abis wisudaan sar, terus langsung ke sini." Jawab Ainun.
"Iya kali kita ngikut Miss Indonesia, tampang burik gini." celetuk Eva
"bisa aja Lo va, gak lah Lo juga cantik."ucap Sarah dan tersenyum simpul
" Lo kapan wisudanya sar?" Tanya Eva.
"Kalo gue sih udah. Minggu lalu." Jawab Sarah.
__ADS_1
Mereka terus berbincang sedangkan Revan dan Rangga paling saling tatap dan menjadi pendengar setia sambil menikmati makan siang mereka.
"Oh, iya kak Revan kok nomor ponselnya gak aktif." Tanya Sarah, Revan yang sedang menikmati makannya pun tersedak. "Uhuuk uhukk."
"Hati-hati kak minum dulu ." Ucap Eva sambil menyodorkan minum dan menepuk tengkuk repan pelan.
"Aduh maaf kak." Ucap Sarah yang ikut berdiri dan mengelus-elus punggung Revan. Jlebb seperti ditusuk-tusuk hati Eva rasanya sakit sekali. Eva pun kemblai melanjutkan makannya.
"Gue udah gak papa, ayo lanjutin makannya aja." Ucap Revan, lalu dia melirik Eva 'kenapa muka dia berubah gitu, apa dia cemburu?' batin Revan dan tiba-tiba saja senyum terukir dibibir nya.
"Woy senyum-senyum sendiri gila kali." Ucap Rangga sambil menoyor kepala Revan. "Apan sih Lo, beg* banget sakit tau!." Sarkas Revan sambil memegang kepalanya.
Setelah itu tak adalah lagi yang berbincang-bincang semuanya tampak menikmati makanan nya dan berkelana dengan fikiran mereka masing-masing.
"Udah kita langsung pulang aja, ade capek." Rengek manja Ainun. "Iyah hayuk." Ucap Rangga. "Van, Lo bayarin semuanya gue pulang duluan." Ucap Rangga sambil menepuk bahu sahabatnya itu.
**
mobil Rangga sudah melaju di jalanan yang tidak begitu padat.
__ADS_1
"bang, kayaknya Sarah suka deh sama Revan." suara Ainun lirih memecah keheningan diantara mereka.
"Itu bagus jadi Revan gak bakal jadi jomblowati terus." ucap Rangga terus fokus mengemudi. "Tapi kayaknya Eva juga udah mulai suka." jawab Ainun sambil menyenderkan kepalanya dibahu Rangga. "aku takut kejadian masa SMA terulang lagi." lanjut Ainun dengan mata berkaca-kaca. Rangga yang menjadi sedikit tidak fokus akhirnya menepikan mobilnya.
"kejadian apa? Abang percaya Revan pasti sudah tau harus memilih siapa." ucap Rangga sambil menangkup wajah Ainun. "Sarah itu orangnya emosional, dan dia selalu nekad, apa yang dia mau harus didapet." jawab Ainun dan tidak terasa cairan bening mengalir di pipinya. "heyyyy jangan nangis, sepertinya dia masalalu yang buruk bagimu." Rangga terus mengusap air mata yang mengalir dan menatap manik mata Ainun dalam.
Ainun tersedu-sedu tak kuasa menahan tangisnya hingga terisak. "hiks hiks, dia pernah ngurung aku dikamar mandi sekolah, karena cowok yang dia suka..." Ainun tidak meneruskan perkataannya, Rangga seperti sudah faham dan langsung menariknya dalam pelukan. "Maaf Abang gak bisa jagain kamu saat itu." Rangga menenangkan Ainun dan mengusap punggungnya lembut.
"Mulai sekarang Abang gak bakal biarin siapapun nyakitin kamu. kita pulang kamu butuh istirahat, ayok tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan." Rangga sebisa mungkin mengembalikan keadaan Ainun, dia sangat tersiksa jika melihat Ainun seperti itu.
"Iyah bang, aku udah lega ." ucap Ainun dan mengelap sisa air matanya yang membuat makeup MUA proporsional itu berantakan. "ayo senyum dong, nanti disangka Abi aku lagi yang nangisin putri cantiknya ini." kekeh Rangga.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.