Kedua Matamu

Kedua Matamu
bab 26 kesukaan


__ADS_3

Ainun sudah berdiri dipintu mobil Rangga, dia sudah menunggu cukup lama namun Rangga belum juga terlihat. Ainun melihat arlojinya.


"udah 5 menitan disini. mana panas lagi, Huh." ucap Ainun dengan kesal sambil melipat kedua tangannya.


"Ade." ucap Rangga sambil mendekati Ainun


"hmm." Ainun hanya berdehem dan menatap Rangga dengan sinis


"Abang punya sesuatu buat kamu. tapi tebak dulu isinya apa." kata Rangga sambil menyembunyikan plastik dibelakangnya.


"hmm, Ice cream." tebak Ainun sambil memegang dagunya.


"selamat nyonya anda betul." sambil memberikan kantong yang ia bawa, Ainun langsung membukanya dan banyak macam-macam ice cream kesukaannya.


"makasih, tau aja aku kepanasan." ucap Ainun.


Rangga langsung membukakan pintu mobilnya, dan mempersilahkan Ainun masuk.


"gak usah repot-repot aku juga bisa, kan udah gede." ucap Ainun. "Makasih yah." lanjutnya


"Aku gak repot kalo sama kamu, masih anak SMP." kekeh Rangga nyengir kuda, dan memasuki kursi kemudi.

__ADS_1


Ainun yang tengah menikmati lembutnya ice cream kesukaannya, tiba-tiba kefikiran kata-kata anak ABG tadi.


"Apa aku pake riasan wajah aja kali?." tanya Ainun datar sambil terus memakan ice cream miliknya.


Rangga yang terkekeh mendengar pertanyaan Ainun tersenyum lalu memegang wajah Ainun, ia mengusap sudut bibir Ainun dengan ibu jarinya karena terdapat sisa ice cream.


"Kamu gak perlu pake riasan apapun, kamu udah cantik. nanti kalo kalo kamu pake riasan banyak cowok yang mandangin kamu terus , Abang gak suka itu. lagipula muka kamu itu sempurna Dimata Abang. gak ada yang kurang satupun. mulai sekarang jangan dengerin omongan orang." ucap Rangga panjang lebar kemudian mencubit hidung Inun.


"aww, sakitu tau." ucap Ainun sambil mengelus hidungnya dan mencubit pinggang Rangga. "kata-kata nya gombal banged." lanjut Ainun sambil memakn Ice cream nya kembali.


"Gombal tapi suka kan." kekeh Rangga dan melajukan mobilnya.


***


"sekarang udah masuk waktu asar kita solat dulu, Abang cari masjid dulu yah." kata Rangga lalu memarkirkan mobilnya di masjid terdekat.


"terus kita mau kemana?". tanya Ainun


"udah nanti juga tau, kita sholat dulu." kekeh Rangga


****

__ADS_1


setelah sholat mereka melanjutkan perjalanan nya. sekitar satu jam menempuh perjalanan mereka sampai disebuah pantai dengan air yang begitu biru dan ada sebuah villa.


"Indah banget, aku suka." ucap Ainun dengan terkagum-kagum.


"dulu mama dan ayah selalu mengajak kami kesini, mungkin ini pertama kali nya lagi aku kesini." ucap Rangga sendu


Ainun meraih tangan Rangga. "Kenangan indah itu akan selalu mengabadi dalam hati, dan semua kenangan pahit itu cukup kamu simpan dalam ingatan." dengan menyunggingkan senyuman dan menatap Rangga dalam.


"kamu memanglah mentari yang selalu memberikan kehangatan." ucap Rangga sambil mengelus puncak kepala Ainun.


Ainun hanya tersenyum, rangga berlari dengan menggenggam tangan Ainun kemudian mereka duduk dipohon yang tumbang ditepi pantay. "kita tunggu senja pulang." ucap Rangga. "senja selalu pulang menyisakan rindu untuk esok bertemu." lanjut Ainun, mereka saling memandang dan tersenyum. Ainun menyenderkan kepalanya dibahu Rangga.


"Jingga itu selalu menemani kepergian senja. dan jingga akan kembali bersama mentari. apakah jingga adalah lelaki yang memiliki dua kekasih." ucap Ainun menatap langit yang mulai menjjingga .


"mungkin jingga memang harus membersamai keduanya. mungkin tanpa warna jingga itu Takan ada yang mau dan rela berkorban untuk melihatnya." jawab Rangga dengan merangkul punggung Ainun.


.


.


.

__ADS_1


.


setelah senja menghilang keduanya melaksanakan shalat Maghrib berjamaah divilla milik keluarga Rangga.


__ADS_2