
Selamat yah broo." ucap repan sambil bersalaman. "selamat kak Rangga selamat yah Ainun ." ucap Eva memeluk erat Ainun. "makasih Va Lo juga cepet ketemu jodoh yah." ucap Ainun sambil mengelus punggung Eva. "Amiin deh, semoga Lo juga makin bahagia." ucap Eva dan tak terasa bulir bening jatuh "Iyah makasih selama ini jadi sahabat gue yang selalu ada, dan tetep kayak gini yah." ucap Ainun melepas pelukannya dan mengusap air mata Eva. dan cairan bening pun ikut lolos Dimata Ainun. tangis haru karena bahagia itupun pecah.
"ekhem ekhem liat tuh pelukan sama drama air matanya." ucap Revan. "haha biarin lah namanya juga cewek." jawab Rangga. Ainun tak menggubris perkataan mereka "biarin sirik yah, bleeee." ucap Eva sambil menjulurkan lidahnya. "Udah malem va kasian penganten baru mau istirahat, acaranya juga udah mau kelar." ucap Revan. "iyh udh malem juga, kalo gitu gue sambil pamitan yah." ucap Eva sambil menggenggam tangan Ainun. "Kak Revan anterin Eva yah sampe apartemen nya pokonya harus selamat sampe tujuan." ucap Ainun "kalo Eva nya mau bareng gue." jawab repan sambil melirik kearah Eva. "Ya Lo ajakin dulu lah, cowok harus jentel." sarkas Rangga sambil mendorong Repan mendrkat ke Eva. "mau yah va dari pada pulang sendirian." ucap Ainun mengusap punggung tangan Eva lembut. "Iyah gue juga gak berani pulang sendirian kali." sarkas Eva.
__ADS_1
"Oh iya, kok gue gak liat Hasbi sih? dia gak Dateng." tanya Ainun memastikan karena teman kampusnya semuanya hadir kecuali Hasbi. Rangga, Revan dan Eva hanya saling tatap. '****** gue bilang apa ke Ainun kalo undangannya gak gue kasih karena gak dibolehin kak Rangga.' batin Eva air mukanya berubah cemas. "Kenapa va? Apa Hasbi sibuk?." Tanya Ainun lagi meminta jawaban.
"Mungkin Iyah sibuk. Kalo gitu kita langsung pamit aja yah." Ucap Revan dan langsung menarik lengan Eva cepat menuruni pelaminan. Eva menoleh ke arah Ainun dan melambaikan tangannya. Ainun membalas lambaian tangan Eva dan tersenyum.
__ADS_1
***
"Kalian nginep disini kan? Kalo gitu Umi sama Abi pulang duluan yah." Ucap umi membelai pipi Ainun. "Iyah umi hati-hati, Abi juga." Ucap Rangga sambil menyalami mertuanya itu. "Yaudah ayah juga pulang yah, Lumayan capek juga ternyata." Ucap pak Ardi. "Yaudah kita juga mau ke kamar , mau istirahat kasian Ainun harus berdiri berjam-jam nyambut tamu." Ucap Rangga, Ainun hanya tersenyum karena merasakan keram dibagian kaki dan perutnya. "Sayang ayok kita ke kamar." Ucap Rangga mengulurkan tangannya, Ainun pun dengan senang hati menerima uluran tangan Rangga baru saja akan berdiri keringat dingin mengucur, Ainun merasakan kesakitan. "Aww, perut aku keram kaki juga berat." Ainun meringis kesakitan. "Kamu gak papa, yaudah ayok kita istirahat." Ucap Rangga langsung menggendong Ainun.
__ADS_1
"Gak papa pengantin baru masih kuat kalo cuma gendong." Ucap pak Ardi dan timpali oleh Abi. "Hehe, Iyah dulu kita juga pernah kayak gitu, sekarang boro-boro gendong istri. Gendong cucu juga kayaknya gak kuat . Haha." Lanjut Abi.
"Huusss, Abi sama besan ini malah becanda. Ini Ainun gak kenapa-kenapa." Ucap umi sambil mengekori langkah Rangga. "Aku gak papa ko mi, cuma kecapean aja, kalian juga pulang istirahat." Ucap Ainun sambil tersenyum. "Iyah mi, masalah Ainun mah gampang. Kan ada Abang dokter disini." Ucap Rangga meyakinkan. "Umi percaya kok. Yaudah kami semua pamit yah nak." Lanjut umi.
__ADS_1