Kedua Matamu

Kedua Matamu
Bab 49 rencana honeymoon


__ADS_3

Rangga sudah bangun dia melihat jam dinding kamar mereka, sudah pukul 5:00 pagi. Mungkin karena lelah dengan pertempuran semalam mereka tidak mendengar adzan subuh berkumandang.


Rangga mengambil pakaian dia dan istrinya yang sudah berserakan dilantai. Lalu melihat Ainun yang masih lelap dibalik selimut tebal nya. Dengan senyum mengembang Rangga membangunkan Ainun.


"De, bangun udah subuh." Ucapnya sambil menggoyangkan tubuh Ainun yang polos.


"Hmmm.." gumamnya lalu duduk menyender sambil mengucek matanya.


"Udah subuh ayok bangun, kita mandi." Kata Rangga lalu beranjak dari tepi ranjang.


Ainun menggeser tubuhnya ke tepi ranjang, saat ia menurunkan kakinya rasanya pangkal pahanya sangat perih dan ngilu. Rangga yang melihat Ainun meringis kesakitan langsung menghampirinya kembali.


Tanpa aba-aba Rangga langsung menggendong tubuh polos istrinya seperti brigadir steel. Ainun melingkarkan tangannya dileher suaminya karena takut jatuh.


"Ih Abang." Ucapnya sambil menyembunyikan wajahnya di dada Rangga.


"Kan cuma Abang yang liat." Kekehnya, lalu menurunkan Ainun di bathtub dan menyalakan shower.


Rangga ikut masuk kedalam bathup dan merekapun mandi bersama. Tidak ada adegan-adegan yang aneh-aneh karena khawatir waktu subuh akan berlalu.


Setelah menyelesaikan ritual mandi bersama dan bersih-bersih merekapun melaksanakan sholat subuh berjamaah.


"Abang mau sarapan apa?." Tanya Ainun sambil memasangkan dasi Rangga.


"Nasi goreng, de." Kata Rangga sambil memegangi pinggang Ainun.


"Yaudah aku turun dulu mau bikin nasi goreng." Ucap Ainun melepas tangannya yang sudah selesai memasang kan ikatan dasi suaminya. Baru saja Ainun berbalik badan Rangga memeluknya dari belakang. "Hari ini abang pulang cepet, kamu siap-siap yah." Baiknya ditelinga Ainun.


Blusshh


Kini pipi Ainun sudah merah padam. Dia langsung melepaskan diri lalu bergegas keluar. Rangga yang melihat tingkah istrinya itu hanya tersenyum menahan tawa.

__ADS_1


***


Ainun sedang memasak nasi goreng di dapur tiba-tiba ada tangan yang melingkar diperutnya.


"Abang!! Bikin kaget aja." Ucap Ainun yang langsung membalikkan badannya.


"Pengen susu." Ucap Rangga sambil mengeratkan pelukannya.


"Iyah nanti dibikinin." Ucap Ainun lalu membalikan badannya melanjutkan masak nasi gorengnya.


Namun Rangga langsung meremas **** di dada Ainun. Yang membuat si pemilik memekik kesakitan.


"Ih Abang, untung nasi gorengnya gak tumpah." Ucap Ainun memukul lengan Rangga.


"Abang pengen gimana." Ucapnya.


"Yaudah ayok sarapan dulu, Ade laper." Balas Ainun. Lalu membawa nasi goreng ke meja makan.


"Bi Ela kemana?." Tanya Rangga.


"Sayang, rencananya bulan depan RS xx akan diresmikan." Ucap Rangga sambil menyuapi nasi gorengnya.


"Uhuk uhuk.." Ainun tersedak mendengar penururan Rangga.


"De kenapa? Pelan-pelan makannya." Ucap Rangga menyodorkan minum sambil mengelus punggung ainun.


Ainun langsung meneguk minumannya, setelah dirasa sudah bisa bernafas normal dia beekata. "Bang, kok aku lucu gitu di panggil sayang." Kekeh Ainun.


"Abang kira kamu kesedak kenapa! Huh dasar mungkin karena belum terbiasa." Ucap rangga cepat.


"Iyah mungkin, sayang." Goda ainun sabil cekikikan.

__ADS_1


"Yaudah makan, hehe gak baik ngobrol ketika makan." Ucap rangga sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Iyaj kalo umi tau ngobrol saat makan habis kita dikasih kultum pagi." Kekeh Ainun.


Merekapun menghabiskan makanannya tanpa bersuara lagi, setelah sarapan selesai Ainun membawa piring kotor ke dapur.


Di dapur Ainun sibuk mencuci piring kotor, Rangga menghampiri dan berdiri disamping ainun sambil melingkarkan tangannya dibahu ainun.


"Apa?." Ucap Ainun tanpa menoleh.


"Sayang, kapan kita pergi honeymoon?." Tanya Rangga sambil melihat Ainun.


Ainun sudah selesai mencuci piring lalu menyipratkan sisa air ditangan lalu mengelap tangannya dengan tissue dan langsung menghadap ke arah suaminya.


"Bagaimana kalau setelah peresmian RS kamu yang baru." Saran Ainun sambil menatap manik mana suaminya lekat.


Rangga berfikir sejenak lalu mengangguk-angguk kepalanya.


"Baik,, tapi masih terlalu lama sayang." Rengek Rangga sambil memegang tangannya.


"Yaudah nanti kita pikirkan lagi. Kamu udah telat kayaknya sayang." Ucap Ainun mengingat kan.


Rangga melirik arloji yang melingkar dipergelangan tangannya.


"Gak kok sayang, baru jam 8an." Ucapnya.


"Yaudah ayok aku antar kedepan." Ucap Ainun sambil bergelayut manja di lengan suaminya.


Ainun mengantarkan Rangga sampai kedepan.


"Hati-hati dijalan bang." Ucap Ainun sambil mencium punggung tangan suaminya.

__ADS_1


"Iyah, sayang. Kamu juga dirumah jangan kemana-mana, kalo mau pergi izin dulu sama suami tamvanmu ini." Petuah Rangga untuk istrinya.


Setelah mengucapkan salam. Rangga melajukan mobilnya meninggalkan kediamannya. Ainun masuk kerumah dan melanjutkan kegiatannya selama dirumah, rutinitas setiap hari setelah menikah.


__ADS_2