
Ainun mengusap air mata Rangga yang terseka diujung matanya.
"aku faham, kamu pasti sangat terpukul dengan kejadian itu, akupun sama terpukulnya. karena aku kira kamulah yang telah pergi. maafkan aku membuatmu membuka luka lama." kata Ainun lirih.
"tidak perlu minta maaf, karena kamu tidak bermaksud begitu." ucap Rangga menyunggingkan senyuman.
"aku percaya ini Abang, sekarang jangan pergi lagi seperti dulu." ucap Ainun menatap Rangga dalam.
"ini udah masuk waktu makan siang, kita turun yuk. seperti nya umi sudah menunggu." Rangga bangkit dari duduknya dan menarik Ainun
.
.
.
makan siang sudah selesai _
"Yaudah de, Abang pulang. kamu istirahat tidur siang." ucap Rangga lalu berpamitan pada inun dan umi
.
.
.
Rangga pergi ke RS menemui Revan dan memasuki ruangannya.
"Gimana bro, Lo udah ketemu sama Ainun." goda Revan
"udah lah, dia sekarang lagi istirahat." jawab Rangga dan merebahkan badannya di sofa.
"Gue kan udah bantuin Lo, bantuin gue deketin Eva dong." kata revan mendekat ke Rangga.
"Lo bantuin nyalain kembang api doang juga. Usaha lah lo bilang 'gue ganteng siapa sih cewek yang gak suka sama gue." ledek Rangga. Revan melempar bantal kemuka Rangga yang langsung ditepis oleh Rangga.
"dasar Lo jomblo." kekeh Rangga sambil tertawa.
"gue tuh Ijo tomat, ikatan jomblo terhormat. jomblo gue bukan gak laku tapi prinsip bro." ucap Revan bangga
__ADS_1
"Lo bukan jomblo terhormat, tapi jomblo berkarat." kekeh Rangga tertawa sambil memegang perutnya.
"Abang gitu deh sama Ade, mentang-mentang punya yang baru." ucap Revan dengan nada yang dibuat seperti perempuan.
"hihi jijik gue dengerrnya." Rangga bergidik gelii. lalu meninggalkan Revan.
"Abang mau kemana baa....Ng." kata repan.
Rangga tidak menggubris perkataan Revan
hari sudah larut, Rangga dan Revan pulang dari RS, sudah ada beberapa dokter yang shif malam.
"Lo gak mau makan malem diluar bro." tanya Revan
"oke deh boleh. di restauran biasa aja." lanjut Rangga.
Rangga memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena jalanan tengah lengah. tak lama mereka sampai di restoran tempat mereka biasa.
"pesenin kayak biasa aja. " ucap Rangga pada Revan. Revan memesan menu makanan.
"kok Lo gak pernah cerita kalo Lo dijodohin sama Ainun. kenapa bisa gitu?." tanya Revan penasaran. Rangga sebenarnya tidak suka bercerita kepada siapapun, tapi yasuddahlah lagipula Revan sahabatnya dan dia juga sudah tahu. Rangga mengambil nafas dalam dan menghembuskan nya kasar.
flashback.
"Rangga, ayah mau ngomong sesuatu ke kamu. ayah rasa kamu harus mengetahui ini dari sekarang." ucap ayah Ardi
"ada apa sih yah." tanya Rangga acuh tak acuh
"ayah sudah menjodohkan kamu dengan anak teman almarhumah mama kamu." ucap pak Ardi.
"aku sudah bilang aku gak mau dijodohin yah, aku gak akan mau . karena aku mencintai seseorang gadis." ucap Rangga penuh penekanan.
"apa kamu masih ingat gadis 4 tahun silam. yang selalu kamu temui bersama mama mu." tanya pak Ardi dengan lembut
"tentu saja dia gadis manis dengan mata yang indah." ucap Rangga
"apa dia gadis yang kau suka?." kata pak Ardi hati-hati.
Rangga menganggukkan kepalanya, lalu pak Ardi mengelus punggung Rangga.
__ADS_1
"dia sekarang kuliah di universitas yang sama dengan kamu, dia juga masuk jurusan yang sama." lanjut pak Ardi
Rangga mendongakkan kepalanya dan melihat mata ayahnya bergantian mencari kebohongan yang tersimpan namun mata itu tidak menyimpan kebohongan apapun.
"Dan maksud ayah apa, berkata Ade kuliah dengan jurusan yang sama dengan ku, tapi ayah akan menjodohkan ku.?.
"Kami sepakat akan menjodohkan kalian." ucap ayah ardi
"apa dia tahu? apa Ainun tahu akan dijodohkan dengan ku.? tanya Rangga tergesa-gesa
"dia tahu akan dijodohkan tapi tidak tahu orangnya kamu." jawab ayah Ardi
"kalau begitu jangan dulu beritahu Ainun. biar aku yang akan memberitahu nya." ucap Rangga dengan gembira.
.
flashback off.
"oh jadi Lo sama inun itu temenan dari kecil." tanya Revan menegaskan.
"Iyah , dia itu cinta pertama gue." lanjut Rangga
"wadidaww cinta pertama baru tahu gunung Himalaya bisa jatuh cinta." ejek Revan.
"gue jitak loh,." kata Rangga sambil menjitak kepala Revan.
"ceuileuuuhhh, gitu aja baper. haha." ujar Revan yang terkikik melihat ekspresi wajah Rangga menahan kesal
kemudian pesanan makanan mereka sampai,
mereka melahap makanannya dengan tenang, lalu keluar dari restauran dan pulang Kerumah, Rangga mengantarkan Revan terlebih dahulu. barulah pulang Kerumahnya.
.
.
.
________________________
__ADS_1
semoga kalian suka reader sama cerita Rangga dan Ainun.
jangan lupa love ❤️ untuk tambahkan favorit, like dan komen. juga jangan lupa ikuti author.