
Setelah dua Minggu berlalu Siang ini Ainun dan Eva akan pergi ngemall.
"udah lama kita gak pernah ngemall bareng , Lo tuh terus aja nolak gue karena harus nyiapin ini itu buat nikahan Lo, sampe Lo lupa kalo gue itu kesepian." sungut Eva berapi-api.
"Iyah iyah, maafin gue, makanya Lo nyari calon biar gak syendirian dan kecepian" Ucap Ainun meledek Eva
"***** lu mentang-mentang udah ada babang tamvan. Gue jadi dipojokin." Sungut Eva tak kalah pedas
"Ya gue mah nagsuh tahu aja, nyari ke dimana gitu." Tutur Ainun
"Nyari dimana digot atau diselokan,haah?" Tanya Eva berdelik kesal
"haha , fikiranlo sempit , mana ada laki ganteng di situ. Nyarinya disepiteng sekalian." Ainun terkekeh geli
Eva yang mendengar pertanyaan sahabatnya itu langsung menimpali
"Harta korun yang tertimbun tuh." Ucap Eva dan disahuti gelak tawa keduanya.
***
Mereka sudah sampai dipusat perbelanjaan disalah satu mall terkenal.
"Nun Lo serius ngajak gue kesini.?" Tanya Eva memastikan.
"Ya iyalah, gue bakal traktir Lo ngemall dan makan sepuasnya " tegas Ainun. Mata Eva pun langsung berbinar terang.
"Walah si bocil kini semakin menjadi Holang kaya, bersyukur banget gue sahabatan sama Lo,nun." Ucap Eva sambil memegang pipi Ainun gemas.
"Gue cuma mau liat Lo seneng, soalnya gue udah banyak repotin Lo." Ucap Ainun sendu.
"Santuyy kali nun, lokan udah gue anggap kayak sodara sendiri." Ucap Eva dan memeluk Ainun erat.
__ADS_1
"Lo sadar gak si kita jadi pusat perhatian." Kekeh Ainun dan Eva langsung melepaskan pelukannya.
"Apa jangan-jangan Lo gak normal." Ucap Ainun bergidik.
"Wah parah sih lu cil. Mana ada !! gue masih normal dan waras, gila kali mulut Lo itu kayak cabe mercon." Sungut Eva menjadi-jadi
"puffh!! Eh dah sahabat gue bisa ngambek juga ternyata." Goda inun.
"Terserah lah, terus kita jadi gak nih traktiran Lo. Gue laper;!!." Tanya Eva sewot dan mengelus perutnya.
"Yaudah kita makan dulu." Ucap inun
***
Selesai makan mereka melanjutkan belanja-belanja nya, Meraka sudah berkeliling dari toko satu ke yang lain.
"WAH Gela seh. Ini harganya mahal binggow." Ucap Eva sambil memegangi sebuah dress warna peach dan dipadukan dengan manik-manik yang melingkar di bagian perutnya, dresnya tanpa lengan dan bisa menampilkan lekuk tubuh dan belahan dada dan panjangnya hanya sampai lutut.
"Kalo harganya melejit jit, mendingan beli baju yang gak kekurangan bahan." Celetuk Ainun yang sedari tadi mendengar kan ocehan Eva.
kring kring kring
handphone Ainun berdering dia langsung menjauhi kerumunan orang-orang yang sedang berbelanja.
"Va, gue angkat telvon bentar." ucap Ainun sambil terus menjauh.
"yaelah gue sendirian lagi aja." batin Eva sambil mendengus kesal.
_Ainun
"Hallo bang, aku lagi nemenin Eva shopping."
__ADS_1
_Rangga
"Abang kesitu sama Revan yah. nanti chat aja kalian ada disebelah mana.?"
_Ainun
"Iyah."
(tutut tuttt. panggilan berakhir.)
Eva yang masih menunggu Ainun ditempat tadi terus menatap arlojinya.
"Halah, ngomong doang bentar. Bentarnya itu setaon." gerutu Eva
"sorry lama." ucap Ainun sambil menepuk pundak Eva.
"Gila Lo mau bikin gue jantungan apa." ucap Eva dengan mengelus dadanya
"Lo udah dapet baju yang Lo mau?." tanya inun
"udah nih?" jawab Eva dan memperlihatkan sebuah dress yang panjangnya semata kaki dan berwarna hitam dengan lengan seperempat, dan renda dibagian pergelangan tangannya.
"wah cantiknya,, apalagi kalo Lo yang pake caanteq aselii." puji Ainun
"dasar Lo bikin gue seneng aja. Dipuji-puji terooos." kata Eva dan diikuti tawa.
"Yaudah gue juga pas tadi keluar udah beli dan ini hadiah buat Lo." ucap Ainun dan menyodorkan sebuah paper bag.
"Uhh, thank you." ucap Eva manja dan memeluk ainun manjahh.
"Udah-udah kita bayar punya Lo terus makan."
__ADS_1
"oke oke." jawab Eva dengan raut wajah bahagianya.
***