Kedua Matamu

Kedua Matamu
bab 46 Bertemu diRS


__ADS_3

**


Setelah membuat makan siang Ainun kembali ke kamarnya untuk bersiap.


"Hmm, Dateng bulan aku udah berhenti. Nanti sore udah bisa taharah nih." Gumamnya lalu bergegas bersiap untuk pergi ke RS.


"Pak Samsul, anter saya ke RS yah." Ucap Ainun kepada pak Samsul yang sedang duduk di pos satpam.


"Asiyap non." Ucap pak Samsul sambil memberi hormat.


Pak Samsul memang orang yang banyak bercanda dan suka melawak. Awalnya pak Samsul segan dengan nona mudanya namun karena inun juga senang dengan candaan-candaan dan orang yang sangat humble pak Samsul jadi menunjukan sisi aslinya.


Setibanya diRS Ainun melenggang memasuki ruangan direktur. Dengan senyum yang terus mengembang ketika berpapasan dengan beberapa perawat dan dokter.


Ainun menghela nafas, lalu mengetuk pintu sebelum membukanya.


"Assalamualaikum." Ucapnya kemudian.


Rangga yang sedang sibuk menatap layar monitor langsung memalingkan wajahnya dan tersenyum.


"Wa alaikumusalam, lama banget." Ucap Rangga sambil berdiri dan berjalan menuju sofa.


Ainun yang sudah mendudukan badannya hanya tersenyum sambil membuka kotak makanan yang dia bawa.

__ADS_1


"Aku juga buru-buru kok, ini juga baru jam istirahat kan?!." Timpalnya sambil menyodorkan kotak makanan.


"Wah , wangi banget masakan istriku." Ucap Rangga dan mengambil sendok di tangan Ainun.


"Yaudah cepet makan." Ucapnya.


Ainun dan Rangga tengah menikmati makan siang mereka dan sesekali Rangga menyuapi Ainun dan sebaliknya.


"Aaaaa lagi." Ucap Rangga sambil membuka mulutnya.


Ainun menyendok makanan dan menyuapi Rangga.


Karena asik dengan kegiatannya mereka tidak sadar kalau Revan yang pergi makan siang sudah duduk di sofa samping Rangga.


"Kak Revan, sejak kapan disitu." Tanya Ainun.


"Sejak kalian suap suapan, ngenes banget gue makan siang sendirian." Ucapnya sambil menyandarkan kepalanya kebelakang.


"Makanya kak Revan cepet cari istri." Ledek Ainun sambil membereskan kotak makanan.


"Cari cewek makanya, ajakin ta'aruf kalo cocok ya lanjutin." Ucap Rangga sambil menepuk pundak Revan lalu berdiri.


"Lo mau kemana?." Tanya Revan

__ADS_1


"Gue lanjut kerja lah." Ucap Rangga


"Yaudah bang, Ade ke ruangan Eva yah mumpung disini." Ucap Ainun.


"Iyah de, nanti mau pulang kapan?." Tanya Rangga


"Eum, abis ketemu Eva aja kali." Balas Ainun.


"Pulang sama pak Samsul kan?." Tanya Rangga lagi, karena Rangga menyuruh pak Samsul untuk mengantar nona nya itu kemana pun agar tidak naik taksi karena Ainun memang tipe orang yang tidak manja dan kadang keras kepala.


"Iyah abangku, aku pulang sama pak Samsul kok. Kan kesini juga sama beliau.. Oh ya Bang Ade mau ngomong, Tapi bang.." ucap Ainun menggantung sambil melirik ke arah Revan. Revan yang sadar keberadaan nya tidak di inginkan langsung berdiri. "Gue keluar bentar." Ucapnya kaku. Lalu bergegas keluar ruangan.


"Ada apa de?." Tanya Rangga. "Kamu lagi gak sakit kan? Kok pucet gitu?." Lanjutnya.


"Ah engga kok, Abang pulang jam berapa?." Tanya Ainun ragu.


"Ya kayak biasa abis isya baru pulang, kenapa emang?." Tanya Rangga heran.


"Eh, anu bang. Mmmm.. pulangnya sore ajah yah. Ade pengen solat jamaah sama Abang." Ucapnya ragu lalu menggigit bibir bawahnya.


Rangga menyeringai penuh arti, dan menarik tengkuk Ainun, Ainun yang sedang gugup itu sontak kaget dengan sepontan. Rangga mencium bibir Ainun lalu ciuman itu berubah jadi ******* semakin dalam dan panas.


Rangga mengakhiri ciuman disiang hari mereka. Namun ainun masih meremas ujung kemeja rangga. "Masih mau lanjut." Kata Rangga sambil melirik ujung kemejanya yang masih diremas ainun. Sontak Ainun melepaskan tangannya. "Nanti Abang pulang cepet kok." Bisik Rangga di telinga Ainun. Sontak Ainun memukul bahu Rangga pelan. "Ih,, Iyah aku tunggu." Ucapnya dengan rona wajah yang merah cabai.

__ADS_1


__ADS_2