Kedua Matamu

Kedua Matamu
bab 18 kejutan untuk ainun


__ADS_3

Ainun baru saja tiba dirumah orang tua nya. karena umi khawatir jika putrinya dirumah iparnya, karena Imel pulang malam dari RS. dia menaiki tangga dengan terhuyung, karena dari pagi belum ada makanan yang masuk ke lambungnya. ia merebahkan tubuhnya dan tertidur, Umi memasuki kamarnya dan melihat putri bungsunya itu tengah tidur. "nak makan siang dulu yuk, lihat tuh bibirmu pucat begitu." kata umi sambil membantu Ainun duduk. "Iyah mi aku sholat Dzuhur dulu." ucap Ainun dan berlalu memasuki kamar mandi. tak berapa lama Ainun menuruni tangga dan duduk di meja makan.


"Abi belum pulang mi?. tanya inun


"belum nak, o iya Abi juga pesan kita nanti malam bakalan makan malam sama calon suamimu." ucap umi dengan senang.


**uhukk uhukk


Ainun meraih minumnya dan meneguknya cepat.


"pelan-pelan nak, makannya." ucap umi sambil mengelus punggung Ainun.


"Um..i,, inun takut. inun takut jika perjodohan ini tidak sesuai seperti yg Abi harapkan. inun takut jadi istri yang durhaka." lirih inun dan cairan bening sudah mengalir deras dipipinya. seketika umi memeluknya "kamu harus percaya sama Abi. Dan hatimu." ucap umi meyakinkan.


"tapi hatiku menuntunku selalu pada bang Rangga mi.." lirih Ainun semakin terisak dan memeluk erat tubuh putrinya tak terasa air matanya pun ikut turun. umi melepas peluknya menatap mata Ainun dalam, "jika lelaki yang Abi pilihkan tak bisa membuatmu bahagia kamu boleh mengejar kebahagiaan mu, tapi.."


"tapi apa mii." potong Ainun cepat


"tapi kamu temuin keluarganya dulu nanti malam, setelah itu umi bakalan bilang ke Abi kalo bukan lelaki itu yang kamu sukai." ucap umi dan mengecup pipi dan dahi Ainun bergantian.


Cup


Cup


Cup


Ainun mencium pipi uminya berkali-kali

__ADS_1


"terimakasih mi, umi selalu mengerti perasaan inun." Ainun tak hentinya memelukku sang umi manja.


.


.


.


setelah selesai sholat isya Ainun sibuk memilih baju, entah dia harus berpenampilan cantik atau sebaliknya. "aduh gue bingung banget pake baju apa. gara-gara gue jarang makan badan gue kayaknya kurus banget, sampe baju pada kegedean gini." gerutu Ainun sambil mengeluarkan seluruh isi almarinya.


tok


tok


tok


"mi masuk dulu, Ainun bingung." jawab Ainun


"Ya Allah,, ini kenapa dikeluarin semua?" umi kaget mendelik tak percaya.


"yaudah mi pilihin aku pake baju mana." tanya inun sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"yaudah yang ini aja." pilihan umi jatuh pada rok prisket berwarna biru muda dengan setelan kemeja kardigan pink.


Ainun mengambil pilihan uminya dan segera memakainya. ia mengenakan jilbab yang senada dengan roknya.


.

__ADS_1


.


*******


.


.


mereka sampai di sebuah restoran yang sudah dibooking terlebih dahulu, dan meja sudah disusun sedemikian rupa, dilihatnya kakak-kakak nya telah duduk rapih di depan meja. baru saja ia melangkah pandangannya tertuju pada bunga matahari yang sudah berjejer rapih, matanya seketika berbinar. "wah indah banget." ucap Ainun terpesona, ia tak menyangka bunga kesukaannya itu terpampang diarea restauran. dilihatnya kursi tinggal 3 yang kosong, sepertinya hanya tinggal dia , umi dan Abi saja yang belum duduk. ia memperhatikan satu persatu orang yang tengah duduk. "sepertinya laki-laki yang membelakangi kami itu deh calon suami gue. tunggu-tunggu bukannya itu pak Ardi. oh jadi anak pak Ardi yang dijodohin sama gue." batin Ainun .


"ayok nak kita duduk." ajak umi sambi menggandeng tangan inun menuju kursi kosong yang berada di hadapan lelaki itu.


***


"Abangg." ucap Ainun tak percaya ketika lelaki yang ada dihadapannya itu adalah Rangga.


"Hai Ainun, apa kabar.?" tanya Rangga gugup.


tak lama semuanya melangsungkan makan malam mereka . setelah selesai mereka membicarakan perihal perjodohan putra putri mereka.


.


.


oke readers jangan lupa pokonya like komen dan share, dan tekan ❤️ untuk tambahkan favorit, biar kalo author update ada notif. mampir juga ke Ig author @khaekaynun


salam peluk salam cium. muach❤️😙

__ADS_1


__ADS_2