
Setelah kepulangan keluarga mereka, Rangga dan Ainun memasuki kamar yang sudah di pesan.
"Abang bersih-bersih gih sana, aku mau ganti baju sama apus make up." Ucap Ainun yang sudah duduk ditepi tempat tidur. "Gak papa Abang bantuin Ade bukain baju sama apus makeup." Ucap Rangga menaik turunkan sebelah alisnya. "Gak usah aku bisa sendiri kok." Ucap Ainun sambil mengibaskan tangannya. "Gak mau, Abang mau apus makeup nya dulu." Ucap Rangga dan langsung menyambar bibir merah Ainun. Yang langsung membungkam mulut Ainun. Ciuman itu semakin dalam dan panas. Tangan Rangga sudah menggerayang kemana-mana, samapai napas mereka tersengkal karena kehabisan oksigen. "Abang ihh." Ucap Ainun air mukanya berubah merah merona. "Maaf," satu kecupan mendarat di bibir Ainun. "Yaudah sini Abang bukain bajunya." Lanjut Rangga langsung meraih resleting dipunggung Ainun. "Gak aneh-aneh lagi kan." Selidik Ainun sambil mengacungkan jari telunjuk nya. " Iyah engga, janji deh. Kita mandi dulu." Ucap Rangga sambil menanggalkan gaun milik istrinya itu. "Makasih." Ucap Ainun dan Cup satu kecupan dipipi Rangga. "Iyah sama-sama sayang." Mencubit kedua pipi Ainun. "Yaudah ayok mandi." Ucap Rangga dan langsung menggendong Ainun ke dalam kamar mandi.
**
__ADS_1
Didalam kamar mandi Rangga sudah menanggalkan bajunya, namun Ainun masih berdiri memangku tangannya. 'kayaknya aku Dateng bulan deh, malu kalo harus mandi bareng.' batin Ainun. "Kenapa masih bengong disitu sini." Ucap Rangga yang sudah masuk dalam bathup membuyarkan fikiran Ainun. "Eeemm., Aku kayaknya lagi Dateng bulan deh bang." Ucap Ainun ragu. Air muka Rangga langsung muram. Namun dengan cepat ia tersenyum "yaudah Abang selesain mandi duluan, Ade butuh apa nanti Abang siapin " ucap Rangga kemudian. "Makasih Abang, kayaknya pembalut deh soalnya aku gak bawa." Ucap Ainun lalu menggigit bibirnya. "Yaudah oke.' ucap Rangga.
***
Ainun baru saja keluar dari kamar mandi menggunakan baju mandi dan kepalanya dililit handuk. "Udah selesai ini pembalut nya, ini piyamanya." Kata Rangga sambil menyerahkan nya. "Makasih Abang, ucap Ainun lalu mengecup pipi Rangga. Kini ciuman dipipinya selalu membuat jantung nya memompa lebih cepat dan bertambah cepat setiap kali Ainun menciuminya.
__ADS_1
***
"Udah selesai." Tanya Rangga sambil menepuk kasur disebelahnya yang mengisyaratkan untuk naik keranjang disebelahnya. "Udah, Abang belum tidur?." Tanya Ainun dan membaringkan tubuhnya disamping Rangga. "Nunggu kamu." Jawabnya dan menarik Ainun dalam pelukannya. "Wangi de." Ucap Rangga sambil menciumi puncak kepala Ainun dan merekapun terlelap.
**
__ADS_1
Rangga terbangun ketika mendengar adzan subuh dari ponselnya, lalu buru-buru dia mematikannya agar Ainun tidak terganggu. Dia melepas pelukan Ainun pelan dan turun dari ranjang menuju kamar mandi. Rangga mandi dan mengambil wudhu, baru saja Rangga keluar dari kamar mandi dia melihat Ainun yang tidur berguling ke kiri dan kanan seperti sedang menahan sakit. "Morning de." Ucap Rangga "kamu udah bangun." Mendekat ke Ainun. "Morning Abang, Iyah perutku nyeri." Ucap Ainun meringis kesakitan. "Apa yang sakit biar Abang priksa." Ucap Rangga khawatir.
"Abang solat dulu gih, nanti keburu siang.ade ga papa kok" Ucap Ainun. "Yaudah Abang solat dulu, kamu yakin gak papa." Tanya Rangga sekali lagi memastikan. "Iyah gak papa, sana udah solat dulu." Ucap Ainun.