Kedua Matamu

Kedua Matamu
BELUM REZEKI:(


__ADS_3

***


Setelah berbaikan merekapun makan malam bersama Ayah Ardi.


Selama makan tidak ada suara hanya ada kegiatan makan namun sesekali dua sejoli itu saling menyuapi tanpa menghiraukan kehadiran ayah Ardi.


Ayah Ardi meletakan sendok nya dan meminum minuman nya lalu mengelap bibirnya dengan tisu dambil bangkit.


"Ayah sudah kenyang, kalian lanjut makannya." Ucap Ardi sambil tersenyum pada anak mantunya.


Setelah selesai makan mereka menghampiri ayah Ardi yang sedang menonton televisi dan bergabung disana.


"Jadi kapan kamu mau ngambil alih perusahaan ? Ayah udah tua, udah masa nya pensiun kayak Abi inun tinggal dirumah main sama cucu." Ucap ayah Ardi.


"Insyaallah setelah pembukaan RS cabang Rangga udah ngambil alih perusahaan ayah." Ucap Rangga sambil menggenggam tangan Ainun.


Lalu dia melanjutkan kata-katanya "Doain yah, semoga kita cepet diaksih." Entah kenapa Rangga tersenyum kearah Ainun yang mana membuat pipi Ainun merona.


"Iyah Amiin." Ucap ayah dan Ainun


**


Rangga mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur mereka sudah bersiap akan tidur.


"Yaudah tidur yuk de, udah malem." Ucap Rangga sambil merebahkan badannya di kasur lalu Ainun ikut masuk kedalam selimut.


Setelah dirasa Ainun pulas Rangga menyingkirkan tangan Ainun yang berada di perutnya lalu duduk dan menyandar dikepala ranjang, Rangga lalu meraih HP nya yang ada di nakas disampingnya lalu mencari kontak yang ingin dia hubungi dan mengetikkan pesan sambil tersenyum.


Sebenernya Ainun sedikit terganggu ketika Rangga menyingkirkan tangannya namun karena kantuk dia malas membuka mata, tapi pada saat Rangga hanya duduk bersandar Ainun mengintip dan terlihat wajah Rangga yang tersorot cahaya layar hp nya dan menampilkan senyuman entahlah Ainun tidak bisa berfikir apa pun.


Entah kenapa lagi-lagi hatinya mencelos dan air mata tiba-tiba turun, karena takut ketahuan Ainun berbalik membelakangi Rangga.


Namun tak lama Rangga menyimpan hp nya dinakas dan kembali berbaring menghadap Ainun laku memeluknya erat.


**


Pagi tiba Ainun mengerjap beberapa kali ketika ada tangan lembut yang mengusap pipinya.


"Abang...." Lirih Ainun yang melihat suaminya sedang duduk menatap wajahnya dengan senyum sumringah.

__ADS_1


Lalu Ainun mengikuti suaminya duduk sambil menyandar dikepala ranjang.


"Udah subuh?." Tanya Ainun


Rangga mengecup bibir Ainun "Belum bentar lagi subuh, Coba ini yah!". Ucap Rangga sambil mengacungkan benda pipih itu dengan nada manja.


Ainun terlonjak ketika melihat suaminya sedang memegang testpack namun sedetik kemudian dia menatap wajah suaminya sambil tersenyum.


"Dapet dari mana bang? Perasaan kemarin kita seharian sama-sama kamu gak ada beli?!" Ucap Ainun. Sambil meraih testpack itu.


Rangga tersenyum sambil mengusap pucuk kepala Ainun "Dapet bawain Revan, pas tahajudan tadi dia kesini." Ucap Rangga.


"Kamu ngechat dia?." Kata Ainun.


"Iyah semalem pas kamu udah bobo." Ucap Rangga sambil menguyel-uyel pipi Ainun dengan hidungnya.


Deg, Ainun semalem udah berfikir macam-macam pada lelakinya itu. Ah rasanya dia marah pada dirinya sendiri karena menaruh curiga namun setelah mendengar kenyataannya Ainun menjadi lega ternyata ke khawatiran nya tak berarti apa-apa.


"Yaudah kita siap-siap nunggu solat subuh." Ucap Rangga turun dari ranjang.


Lalu dengan sigap mengangkat tubuh Ainun "ih Abang mau ngapain." Ucapnya sambil memukul lengan Rangga.


Ainun mencoba testpack nya dengan air seni pertama ketika bangun tidur, karena katanya itu lebih akurat. Sebagai dokter Rangga juga faham akan hal itu.


Setelah mencelupkannya mereka melanjutkan ritual mandi karena adzan subuh sudah berkumandang.


"Nanti aja di liatnya selesai sholat de." Ucap Rangga pada Ainun.


Seperti biasanya setelah solat Rangga mengaji, namun Ainun memilih mendengar kan suaminya itu. Dia berbaring menggunakan bantalan paha Rangga, karena kepalanya terbalut mukena Rangga tak henti-hentinya mengelus-elus kepala Ainun.


Tak terasa waktu sudah semakin siang terlihat matahari sudah menampakkan diri dibalik gorden kamar mereka.


"Shodaqallahul adzim." Rangga menyudahi nderes nya, dilihatnya Ainun tertidur cukup pulas. Padahal tidur sesudah subuh itu tidak diperbolehkan mungkin dia kecapean karena kemarin habis dari pemakaman Fikir Rangga.


"De bangun, yuk mau berangkat ke RS GK?" Rangga membangunkan Ainun dengan mengelus pipi Ainun.


Ainun hanya bergumam lalu memeluk tubuh Rangga dengan erat.


'Dasar yah' batin Rangga. Lalu diapun menggendong Ainun ke tempat tidur, setelah itu Rangga ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap pergi ke RS.

__ADS_1


Setelah Rangga masuk kamar mandi dan terdengar gemericik air, Ainun bangun dan mengambilkan pakaian untuk Rangga.


***


Rangga yang sudah selesai mandi didalam kamar mandi melihat testpack yang berada di wadah dan mengambilnya lalu dia melihat garis pada testpack itu ternyata hanya satu garis merah.


"belum rezekiny." gumam Rangga.


lalu diapun mencuci testpack itu dan melangkah keluar kamar mandi, setelah itu dilihatnya istri cantiknya sedang tersenyum lebar ditepi ranjang,


digenggamnya kuat testpack ditangan kirinya.


"yaudah yuk siap-siap." ucap Rangga sambil berjalan mendekat Ainun dan mengelus pipi Ainun, Ainun mengangguk dan masuk ke kamar mandi, setelah Ainun masuk kamar mandi Rangga menyimpan testpack itu di nakas dan mulai memakai bajunya.


pintu kamar mandi terbuka Rangga yang sedang memakai dasi menengok sambil tersenyum.


"udah rapih aja, oh Iyah testpack kamu yang ambil?." Tutur Ainun sambil berjalan mendekat ke arah Rangga yang berdiri di dekat almari baju, dan Ainun mengambil baju miliknya.


"Iyah, tuh di nakas." ucap Rangga sambil tersenyum dan mengelus kepala Ainun.


Ainun memakai bajunya tanpa ragu lagi dihadapan Rangga, Rangga hanya bisa tersenyum melihat kelakuan istri cantiknya itu.


"gimana hasilnya." tanya Ainun antusias setelah memakai bajunya lalu dililitkan nya handuk di kepalanya dan melangkah ke tepi ranjang dan mendudukkan dirinya di sana, lalu di raihnya benda kecil pipih itu di atas nakas.


lama dia melihat garis pada benda itu, lalu matanya beralih menatap pada suaminya.


Rangga mendekat dan berdiri didepan Ainun lalu memelukanya erat.


"Allah belum percaya sama kita, mungkin kita masih harus berduaan." hibur Rangga


Ainun terisak dipelukan suaminya "tapi orang tua kita udah berharap banget bang, apalagi ayah dia pengen banget gendong cucu😭". ucap Ainun mengingat jika ayah Ardi hanya memiliki Rangga dan pastilah sangat ingin menggendong seorang cucu. berbeda dengan umi dan Abi yang sudah memiliki cucu dari kakak-kakaknya.


"jangan terlalu di pikirin, yang penting kita gak Nunda dan udah berusaha. udah jangan nangis lagi." ucap Rangga menghapus air mata Ainun yang mengalir deras, lalu dia mengambil jongkok di depan Ainun dan menggenggam kedua tangan Ainun.


"Lihat mata Abang, dek!. Kita baru nikah beberapa bulan dek, banyak yang udah nikah bertahun-tahun bahkan hampir puluhan tahun dan mereka baru dikasih, ini cuma soal waktu kok." ucap Rangga pada Ainun.


akhirnya tangis Ainun reda dan dia langsung memeluk Rangga. "Makasih udah ngertiin ade bang." ucap Ainun didalam dekapan Rangga.


****

__ADS_1


__ADS_2