Kedua Matamu

Kedua Matamu
Bab 40 pengantinku (2)


__ADS_3

Setelah masa pingitan usai, tibalah mereka akan sah menjadi sepasang suami istri. karena acara ijab Qabul diadakan di kediaman mempelai wanita jadi pagi-pagi sekali Rangga dan keluarga sudah bersiap untuk berangkat. Rangga sudah rapih dengan stelannya yang serasi dengan kebaya Ainun. Merekapun masuk kedalam mobil.


"Jangan tegang gitu, tarik nafas dalam hembuskan." ucap ayah menenangkan putra semata wayangnya. ranggapun mengambil nafas dalam dan menghembuskan perlahan. "Apa ayah pas mau nikah sama mama juga deg-degan gini." kata Rangga sambil memegangi dadanya. "Ya pasti, takut bikin kesalahan. pas ngucapin ijab Kabul." ucap ayah terus menenangkan putranya.


"mah, pasti kamu bahagia juga liat putra kita ini akan menikah dengan perempuan yang mamah sayangi juga." batin ayah tak terasa ada butiran bening lolos dari sudut matanya, ayah pun langsung menyekanya. "Yah,andai aja mama sama Rakah masih ada pasti mereka lagi ngeledekin Rangga ini." ucap Rangga dengan tersenyum getir. "mama sama kakak mu pasti sangat bahagia, ayah tau kamu pasti sangat merindukan mereka." ucap ayah sambil mengelus punggung Rangga, Rangga pun berhambur kepelukan ayah. "Terimakasih Yah, atas segalanya maafin Rangga kalau sering nyusahin ayah." ucap Rangga dan isaknyapun semakin dalam.


**


Dikediaman Ainun.


Ainun sudah di makeup oleh MUA terkenal dan sudah mengenakan kebaya nya. Eva sangat setia menemani Ainun dari semalam.

__ADS_1


"Nak, kamu jangan tegang gitu dong." ucap umi sambil menggenggam tangan Ainun. "Iyah mi, Ainun udah coba tenang kok." ucap Ainun sambil mengusap punggung tangan umi.


"Sahabat gue sloud out juga , gue kapan? calonnya aja belom keliatan." kekeh Eva sambil memiringkan kepalanya dibahu Ainun. "Berdoa aja biar cepet dikasih dan dipertemukan." ucap umi mengelus punggung Eva sambil berdiri. "Umi mau kemana?" tanya Eva dan Ainun bersama an. "Umi mau nyambut tamu-tamu lah. kalian disini aja nanti setelah ijab Kabul selesai umi jemput lagi." ucap umi mencium pucuk kepala Ainun.


***


Kediaman Abi sudah dipenuhi tamu undangan , dari pihak keluarga besar keduanya. dan sahabat dekat anak-anak mereka.


Keluarga besan telah sampai Rangga keluar dirangkul oleh ayahnya dan Revan juga mengapitnya .


"selamat datang pak Ardi." ucap Abi sambil memeluknya.

__ADS_1


"iya iya pak hudori." jawab ayah membalas pelukannya.


"ayok silahkan ." ucap umi.


**


Ainun masih duduk dikamarnya dan sesekali mondar-mandir seperti tidak tenang,walopun Eva sudah berusaha menenangkan nya.


"udah duduk dulu aja." ucap Eva sambil menarik lengan Ainun. Ainun pun refleks duduk di tepi ranjang nya. "Apa sedeg-degan itu." lanjut Eva sambil meletakan tangannya di dada Ainun. "ih apaan sih va." ucap ainun menpis lengan Eva.


***

__ADS_1


Penghulu sudah datang dan acara pun dimulai. Rangga menyelesaikan ijab Kabul nya dengan sekali tarikan nafas, umi langsung ke kamar Ainun dan membawanya ke kursi ijab kabul dilakukan. Mata ranggapun terperalak takjub karena Ainun sangat sangat cantik. Ainun duduk disamping Rangga dan mereka menyematkan cincin dijari manisnya bergantian. Ainun mencium punggung tangan Rangga dan ranggapun mencium pucuk kepala istrinya itu dengan penuh cinta. fotografer profesional pun tak ingin melewatkan sediktpun momen keduanya.


"sekarang udah Sah." ucap Rangga sambilenunjukkan buku nikah mereka yang telah ditandatangani, Ainun yang juga sedang melakukan hal tersebut hanya terkekeh mendengar perkataan tanggal yang membuat orang lain tertawa. "Udah bisa pamer sekarang. padahal kita ini lebih senior." ucap Abi dan disambung gelak tawa semuanya.


__ADS_2