Kedua Matamu

Kedua Matamu
bab 3 terima kasih


__ADS_3

Ainun masih menunggu uminya di RS setelah operasi uminya masih berada di ICU karena belum juga sadar dari koma nya. tak lama adzan subuh pun berkumandang inun segera bangun dan mengambil wudhu. setelah solat selesai inun kembali ke kamar rawat uminya, dilihatnya sang Abi dan saudaranya tengah berbincang. "Nun, sini nak. panggil Abi sambil melambaikan tangan. inun gegas menghampiri mereka. "Abi mau ngomong, duduk (menepuk kursi yg ada disampingnya). inun langsung mendudukan badannya tanpa kata, dan mendengarkan pembicaraan sang Abi. "jadi Abi mohon kamu jangan tinggal di kosan lagi, Abi takut kalau anak perempuan Abi kenapa-kenapa, lagian kamu bisa tidur di apartemen atau tinggal dirumah iparmu." tegas Abi sambil memegang tangan inun. "iya nun, sama kak Imel saja. lagian rumah kak imelkan tidak terlalu jauh dari kuliahmu, kamu juga gak usah naik bis lagi. kamu bawa aja mobil kamu, lagian kuliah kedokteran pasti banyak tugas dan repot. nanti kan kakak bisa bantuin juga kalo ada yg gak kamu faham." jelas kak Imel istri dari kak Husain , kak Imel adalah seorang dokter dan kakanya inun adalah seorang tentara seperti sang Abi dulu. tak ada penolakan dari inun. akhirnya haripun berganti esok inun sudah akan masuk kuliah ia ditemani Kaka iparnya pulang karena semuanya sudah pulang jadi hanya sang Abi yang menemani istrinya. "Abi, inun pulang k rumah kak Imel, bi kalo ada apa-apa langsung kabarin. Imel setiap hari pasti mampir." sambil memeluk Abi erat, dan lanjut mencium tangan sang umi. "umi , inun pasti jengukin umi. umi cepet sembuh. umi harus dengerin cerita inun." tak terasa bulir bening telah mengaliri mata indahnya.


*keesokan harinya

__ADS_1


seperti biasa inun sudah bangun sejak subuh, ia bergegas bersiap karena hari ini akan pergi ke kampus, ia menyantap sarapan hanya berdua dengan iparnya, "nun, kalo ada deadline yang kurang faham dan dikejar waktu ngerjainnya kamu bisa minta bantuan Kaka. gausah sungkan yah. " kata iparnya


"Iyah kak, lagian juga aku gak kesusahan kalo tugas-tugas paling kalo praktek-praktek nya aja kak." saut Ainun.

__ADS_1


"bugh


inun menabrak seseorang dan membuat beberapa buku terjatuh, ia langsung memungut buku-buku yang berjatuhan tanpa memandang ke arah orang yang ia tabrak. "lu lagi, cewek yang kemaren kan?." suara lelaki itu membuat inun langsung menatapnya, dan memberi buku-buku yg sudah ia kumpulkan. "iya bang, eh kak. ini bukunya, maafin saya yah kaksaya gak liat kalo ada kakak." imbuh inun tanpa menatap lawan yg ia ajak bicara. lelaki itupun melihat heran. "Ainun Anggraini,(sambil mengingat kembali nama itu) panggil gue Abang aja, kita juga belum kenalan. gue Rangga Lesmana." sambil mengulurkan tangannya , inun yang hanya tertunduk pun sontak kaget dan mengangkat wajahnya dengan tatapan tak percaya, ia tak membalas uluran tangan lelaki itu, ia merapatkan kedua tangannya dan mengangguk "nama gue, Ainun Anggraini. maaf tadi gue ke inget Abang gue, jadinya kesebut gak sengaja. sekali lagi maaf." lanjut inun pipinya sudah merah padam menahan malu. "gak papa gue suka dipanggil Abang, lagian kayaknya lu ade kelas deh. setahu gue si gak ada cewek berjilbab di semester 7. hmm,, o iya di pulpen kan ada tulisan SMT 5, lu anak semester 5?" tanya Rangga dengan muka datarnya. "i...iya." gugup inun jantung nya terasa sedang lari maraton atau lompat tinggi, membuatnya begitu berdegup kencang. "eh Rangga buru kekelas, tumben lu bisa ngomong depan cewek, eh de jangan mau Ama si Rangga dia mah diam-diam menghanyutkan, haha." ucap pria itu sambil menarik Rangga berlalu, inun hanya terkekeh mendengar perkataan teman Rangga itu sambil geleng-geleng kepala. "huh, udah yakin laki-laki ganteng kayak gitu mah suka DDM, mm tapi maksudnya apa? bisa ngomong depan cewek?. ah udahlah nun." batinnya memburuu. "ET dah udah jam setengah 8 mati gue kalo sampe telat." sambil menepuk jidatnya dan melihat kearah jam tangan nya.

__ADS_1


waktu istirahat tiba, "nun kantin yok, laper nih gue." rengek Eva seperti anak kecil minta jajan ke ibunya, "iya ini udahan yok, gue juga udah laper nih" sambil berdiri dan berjalan keluar. sesampainya di kantin mereka memesan makanan dan minuman, inun hanya duduk termenung dengan dua tangan yang menumpang dagunya, matanya sudah berair, dan sesekali ia mengusapnya. "Nun? nun lu gak papa.' tanya Eva sambil memegang pipi inun. "umi masuk rumah sakit." lanjut inun tak terasa airatanya mengalir begitu deras.


__ADS_2