
Rangga baru saja sampai dirumah Ainun , Revan yang juga sampai setelah mengantarkan Eva dan Sarah. keduanya berpamitan langsung pulang.
didalam mobil Rangga memperhatikan ada yang berbeda dengan Revan. Dia terlihat murung dan masam.
"Lo sakit Van?" tanya Rangga dan menempelkan tangannya didahi Revan namun tetap fokus menyetir.
"Apaan si Lo ganggu banget." ketus Revan dan menyingkirkan tangan Rangga.
"muka Lo ditekuk gitu bikin bingung gue." ucap Rangga
"Udah lah lagi gak mood gue gara-gara si Eva kasih nomor gue ke si Sarah. kan gak sopan gue aja gak ngasih, pake acara ngejodoh-jodohin segala. Gini yah (sambil membenarkan posisi duduknya menjadi tegap) Meskipun dia gak suka sama gue gak perlu lah dia jodoh-jodohin gue gitu." sungut Revan panjang lebar.
Rangga yang mendengar cerita repan hanya tertawa geli.
***
Sudah 2 Minggu ini Revan seperti orang stres selalu menggerutu kepada Rangga tentang Eva .
"besok Ainun wisuda gue kasih bunga favoritnya lah, sama boneka TeddyBear kesukaannya." ucap Rangga
Revan hanya diam saja dia hanya mengekori Rangga mulai dari pergi ke toko boneka sampai buket bunga.
"Lo gak mau ngasih apa-apa sama Eva?." goda Rangga
"males gue sama kelakuannya dia tuh cewek batu. gak kayak Ainun, handay aja gue holang kaya pasti gue bisa dapet Ainun." menggoda balik Rangga
"Cih, gue jadiin adonan Lo berani deketin Ainun. sahabat macam apa yang tikung sahabatnya sendiri." Rangga berdecih meremehkan Revan
"nah kan Lo marah juga gue godain." Revan tertawa penuh kemenangan. "Lagian kan Ainun itu emang gak suka sama gue kayak si Eva." lanjut repan .
__ADS_1
"nih ." ucap Rangga sambil menyodorkan sebuket bunga mawar.
"Dih jijik gue dikasih buket sama Lo. emang gue cowok apaan.!!" ucap Revan menolak buket yang Rangga sodorkan.
"Fikiran Lo be*o, itu buat Eva Lo kasih lah kedia, lagian gue juga ogah, nanti yang ada adu pedang." kekeh Rangga bergidik ngeri. sambil melempar buket bunga yang langsung ditangkap oleh Revan.
"Iyah yah, gue masa nyerah gitu aja, ketimbang dihindarin doang ini." batin Revan lalu berlari mengejar Rangga dengan semangat yang kembali
**
Rangga sudah tiba dirumah Ainun, dia mengetuk pintu tak lama ada yang membukakan pintu untuknya.
"Eh tuan muda, silahkan masuk tuan." sapa bi izah dan mempersilahkan
"Ainun dimana yah bi?." tanya Rangga
"Eh gak usah bi, biar Rangga aja yang kesana." ucap Rangga sambil membawa tentengan.
Rangga mengendap-endap seperti seorang maling, niatnya dia akan mengagetkan Ainun.
*Dorr.* kata Ainun dan langsung tertawa melihat Rangga yang terkejut.
"yah keduluan deh." nampak muka kecewa Rangga.
"Kebiasaan ngagetin orang , gimana kalo jantungan." ucap inun masih tertawa.
"Kok bisa tau Abang kesini." "Tau lah orang tadi pas kesini keliatan aku pura-pura gak liat aja." ucap Ainun
"Hiih dasar Ade bocil Abang bisa aja." ucap Rangga dan mencubit hidung Ainun.
__ADS_1
"aww sakit tau." Ainun meringis kesakitan dan mencubit tangan Rangga.
"Nih Abang bawain sesuatu." sambil menyodorkan bungkusan.
"Wahh, ice cream. makasih Abang qyu" ucap Ainun sambil mengambil ice cream.
"Abang minta dong masa Abang gak dikasih." rengek Rangga dan menggigit ice cream yang Ainun pegang lalu mengambilnya
"ih ini kan punya adek." kekeh Ainun dan berusaha merebut ice cream nya kembali.
"Adekan masih banyak tuh..." jawab Rangga sambil menunjuk ke kantong plastik.
Ainun memonyongkan bibirnya, melihat ekspresi wajah Ainun, Rangga mengambil ice cream lalu membukakannya untuk Ainun.
"jangan ngambek dong makin Cantik." goda Rangga yang membuat wajah Ainun merona.
"Lagian ambil-ambil ajah." ucap Ainun sambil menerimanya.
"emang Bocil masih aja belepotan." ucap Rangga dan mengelus sudut bibir Ainun yg terdapat sisa ice cream dengan ibu jarinya, dan menjilatnya tanpa merasa jijik sedikitpun.
"Manis yah." sambil menyeringai
"ih apaan kali." ucap Ainun dan wajahnya seperti memakai blush on sewajah.
.
.
.
__ADS_1