Kedua Matamu

Kedua Matamu
bab 15 air mata Ainun


__ADS_3

Setelah mandi Eva mengecek ponselnya, namun tidak ada pesan atau panggilan dari repan, ia membaringkan tubuhnya dan terpejam.


.


.


Repan sedang bersama Rangga mengurus beberapa kendala di RS milik almarhumah ibu Rangga, hingga ia tidak sempat melihat siapa yang menelepon nya, hingga beberapa kali berbunyi. "Udah beres sih ini, tinggal gue bilang ayah kalo ada beberapa alat yang harus diganti." ucap Rangga sambil membawa catatan rumah sakit. "jadi gue udah boleh pulang nih?" tanya repan dengan senangnya. "yaudah pulang Sono." sambil mengisyaratkan dengan tangannya. repan berjalan kegirangan karena sudah bisa istirahat kemudian dia mengeluarkan ponselnya dan dilihatnya beberapa panggilan tak terjawab dari Eva, dia langsung menghentikan langkahnya. "gilaaaa, akhirnya Eva ngehubungin gue." teriak repan dan mengepalkan tangannya. "huh gue langsung telpon balik dah." repan mengeluarkan ponselnya dan menelpon Eva sedangkan Rangga hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan repan itu.


Eva yang setengah terpejampun terbangun mendengar suara ponselnya berdering.


"hallo evaa, selamat malam." ucap repan manis

__ADS_1


"kak repan lagi sama kak Rangga gak?.kalo Iyah aku mau ngomong dong" tanya Eva dengan suara lembutnya, seketika muka repan berubah masam dan menyodorkan telvonnya ke wajah Rangga, Rangga yang tengah memeriksa berkas dan melihat kewajah repan yang sudah terlihat bete itu mengernyitkan dahi nya repan hanya memonyongkan bibirnya sambil terucap 'ni mau ngomong sama lu' tanpa bersuara. Ranngga pun meraih telponnya. "Halo ada apa Va?." tanya rangga, Eva yang berada di sebrang telpon langsung membenarkan duduknya. "kak repan ada yang mau aku obrolin sama kak repan, penting." ucap Eva meyakinkan. "GUE SIBUK." sambil memberikan telpon nya kembali ke repan dan repan langsung menempelkan nya ditelinga. "INI soal Ainun." ucap Eva lirih, sontak repan membulalakan matanya, "Soal Ainun." bertanya kembali pada Eva. Rangga yang mendengar nama Ainun langsung meraih telvonnya dan berjalan menjauh dari repan. "Ada apa sama Ainun?" tanya Rangga seolah biasa saja. padahal perasaan nya begitu khawatir. "yaudah kita ketemu aja nanti malem di Restoran X. gue tunggu jam 8."


(tuuut Tut Tut suara panggilan berakhir)


"Pan nanti malem temenin gue ke restoran X." perintah Rangga sambil mengembalikan telpon milik repan. repan hanya dibuat bingung oleh Eva dan Rangga. dia hanya menggidikkan bahunya "sudahlah ikut saja, siapa tahu penasaran gue ilang." batin repan.


.


.


.

__ADS_1


"*tadi pas di wisuda Ainun nangis." lirih Eva mengingat kejadian tadi. Rangga dan Revan hanya saling tatap. eva melanjutkan ceritanya


flashback.


*


*


"nun Lo kenapa, cerita dong sama gue. gue kan sahabat Lo" sambil mengekori Ainun ke toilet, setelah masuk ke toilet Ainun menangis tersedu-sedu. Eva yang menatap heran pada Ainun, pasalnya selama mereka bersahabat dari pertama masuk kuliah Eva baru kali ini ngeliat Ainun menangis. "udah jangan nangis terus, Lo belum cerita apa-apa tapi malah nangis gini." lirih Eva sambil memeluk erat inun. "Gu..e kayaknya suka sama Rangga Va, tapi....i" inun menghentikan kata-kata nya dan terisak. Eva melepas pelukan nya dan memegang wajah inun. "gue yakin kok kalo Rangga juga suka sama loo." ucap Eva meyakinkan. "meskipun gitu, gue gak bisa menentang Abi, Abi udah bilang kalo Abi udah punya jodoh yang terbaik." semakin terisak dan suaranya menjadi berat dan serak. Eva yang mendengar pertanyaan sahabatnya itu pun langsung menangis dan memeluk inun erat. "tapi setidaknya Lo bisa bilang sama Abi, kalo Lo bisa milih lelaki yang pantes buat Lo." ucap Eva kekeh. "lagipula Rangga itu lelaki baik, gue yakin Abi pasti setuju." lanjut Eva. inun mengangguk dan mulai mengusap air matanya. "tapi gue gak yakin tangganya Mau," dengus inun sambil memonyongkan bibirnya. "yaudah nanti kita lihat sama-sama." merangkul inun dan keluar dari toilet.


flashback off..

__ADS_1


.


.


__ADS_2