
Ainun terlihat begitu bahagia, lelaki yang selalu ia rindu itu Takan lama lagi menjadi suaminya. ia terus memandang Rangga lekat.
"ngeliatin terus, ganteng yah. hahaha" ucap Rangga sambil mendorong ice cream yang berada dihadapan Ainun yang membuyarkan semua lamun nya.
"Ih geeR banget, yah kena idung kan." Ainun membalas Rangga dengan mencolekan cream coklat kepipi Rangga.
"Yah balas dendam ceritanya." lalu Rangga menggelitik Ainun.
"yah ice cream nya jatoh, itu kan yang terakhir." rajuk Ainun dan meruncing kan bibirnya.
"Yah, maafin aku." ucap Rangga sambil mengusap hidung Ainun yang masih ada ice cream yang menempel.
Ainun tidak menggubris perkataan Rangga kemudian dia beranjak dengan jalan yang gasar. Rangga mengekorinya dan menyamakan langkahnya dengan Ainun.
"Kamu masih ingat boneka TeddyBear yang dulu aku kasih." tanya Rangga
"Masih, itu masih nemenin aku dikamar." jawab inun tanpa menatap kearah Rangga. Ranggapun tersenyum ia teringat saat ia harus menemani Ainun main boneka.
flashback
Seperti biasa Abang dan Ade sedang bermain di taman belakang.
"Ade Bocil." panggil Rangga dengan nada malasnya.
"Apaaaa." jawab Ainun tanpa menghiraukan Rangga yang sudah kesal.
"Abang pengen ditemenin main. masa dari tadi main boneka terus." ucap Rangga kesal
"Yaudah Abang main boneka aja sama aku." sambil memberikan sebuah boneka TeddyBear berwarna pink.
__ADS_1
"Abang kan laki masa main boneka. lagian kamu kan udah kelas 3 SMP." sungut Rangga
Ainun menarik nafas panjang dan menghembuskannya kasar. "emang Abang mau main apa?." tanya Ainun pasrah
"hmm apa yah, kita jalan-jalan aja. minta anterin sama pak Sopir." ucap Rangga ." tapi kan umi sama mamah Abang masih ngobrol sama temen-temennya. " jawab Ainun.
"Yuk jalan-jalan aja nanti Abang beliin boneka." bujuk Rangga sambil menggandeng tangan Ainun.
"Yaudah kita izin umi dulu." kata Ainun.
"Gak perlu kan kita perginya sama pak sopir, lagian kan aku udah besar." ucap Rangga.
mereka pergi ke mall, dan menyusuri super market Rangga membeli beberapa camilan dan ice cream.
"Ayok dong katanya mau beliin boneka." rengek inun yang terus mengekori Rangga.
"Iyah de, ayok kita bayar dulu." ucap Rangga sambil terus menggenggam tangan Ainun.
"nanti kamu ilang, mau ada yang nyulik." kata Rangga menakut-nakuti
"yaudah deh. ayok buruan." kekeh Ainun
mereka sedang mengantri dikasir dan mereka jadi pusat perhatian.
'ade kakak akur banget.'
'Anak nya ganteng sama cantik.'
'orang tua mereka pasti sama tampan dan cantiknya.' banyak lontaran pujian atas kecantikan dan ketampanan mereka.
__ADS_1
***
"Yaudah mau pilih yang mana." tanya Rangga
"Aku mau yang paling gede itu." ucap Ainun sambil menunjuk boneka TeddyBear besar.
Rangga menelan ludah nya susah, ia mengambil sisa uang dari sakunya. "gimana ini uangnya tinggal sedikit, tapi aku gak mau ngecewain Ade." batin Rangga
"Bang, Abang Ade pengen itu." ucap inun sambil menggoyangkan lengan Rangga membuat nya terperanjat "Eumm , Ade yang ini aja yah, lebih imut kayak Ade sama-sama Bocil." ucap Rangga sambil memberikan boneka TeddyBear kecil berwarna coksu.
"kan boneka TeddyBear yang pink juga Segede ini. biar nanti ada temennya." bujuk Rangga.
"Yaudah deh, kamu bocil imut kayak aku." sambil menerima boneka dari Rangga.
"Yaudah sini abang bayar, Ade tunggu disana aja." ucap Rangga menunjuk tempat duduk.
Ainun tengah duduk memperhatikan Rangga yang belum juga selesai berkutat dimeja kasir.
"Mba , boleh saya minta kertas dan pinjam pulpen." tanya Rangga yang sesekali melihat kearah Ainun.
"oh boleh dek." ucap mba kasir ramah dan menyerahkan secarik kertas dan sebuah pulpen.
Rangga menulis sesuatu dikertas itu lalu memasukkan nya kedalam baju TeddyBear.
flashback off.
"Ambil deh TeddyBear nya, aku masih tahu sesuatu."
.
__ADS_1
.
.