Kedua Matamu

Kedua Matamu
bab 8 jingga


__ADS_3

hari berlalu bulanpun berganti.


.


.


.


.


.


.


liburan semester pun datang, inun dan Eva pun akan pergi jalan-jalan, karena inun amat menyukai senja, Eva berniat mengajaknya pulang ke rumahnya di daerah Bogor dan mengajaknya muncak.


kring kring


*Eva*: gue tunggu di apartemen 😊


inun: asiyap Bosque. meluncur ke tempat*


Inun yang telah meminta izin pada Abi dan umi, kini ia tinggal berangkat. semua keperluan sudah di pakking kedalam ranselnya. termasuk tenda yg berkapasitas 4 orang. ia segera menyalakan mesin mobilnya dan melakukannya dengan kecepatan tinggi, tak berapa lama ia sampai di apartemen Eva.


Eva memasuki mobil dan mereka melanjutkan perjalanan.


Abi yang terlihat khawatir kepada anak bontotnya meskipun ia telah memberi tahu Rangga untuk menemaninya.


.

__ADS_1


.


flash back..


"bi,mi,, inun rencananya Minggu depan mau nganter Eva kerumahnya, dan katanya Eva mau ngajakin aku hiking. apa boleh? aku berharap umi sama Abi ngizinin karena aku pengenn banged liat pemandangan diatas gunung." ucap inun dengan rengekan seperti anak kecil minta jajan, Abi dan uminya hanya saling tatap , akhirnya aabi angkat bicara.


"oke boleh,, asal inget peraturan dan tata tertib yang berlaku. jangan gegabah. tapi nanti minta temani kepada pemandu yah, biar kalian gak terjadi apa-apa." kata Abi tegas.


"yaudah mkasiih, kalo gitu aku ke kamar dulu. muach muach." sambil mengecup satu persatu orang tua nya.


tak lama Abi pun mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


Abi : hallo, assalamualaikum.


Rangga: wa alaikumusalam, bi.


Abi: *Minggu depan inun akan kerumah Eva, mereka juga berencana akan pergi ke gunung jadi tolong kamu awasi mereka, Abi khawatir sama inun. yaudah udah kalo begitu. assalamualaikum


flashback off.*


ainun dan Eva sudah sampai dirumah Eva, mereka pun beristirahat karena hari sudah mulai gelap. tak lama merekapun berkumpul di meja makan untuk makan malam . "kalian istirahat saja dulu disini untuk malam ini, besok kalo emang udah siap buat naik gunung kalian boleh berangkat. mami juga bakal hubungin om Satria biar dia temenin kalian." ucap mama Eva dengan lembut. "Iyah mih, kita besok nanjak ya tapi agak siangan aja soalnya inun mau liat sunset, kita nginep disana biar bisa liat sunrise. iya kan nun?." kata Eva sambil menyikut inun. inun terkekeh dan melempar senyum sambil mengangguk.


selesai makan malam, mereka kembali ke kamar dan berbincang-bincang sambil sesekali terdengar suara tawa antara keduanya.


kring kring


Abi: nun, sudah samapikah?


Ainun**:** sudah bi, ini baru selesai makan malam, besok baru kita ke gunung.

__ADS_1


dikediaman abinya,


Ainun: sudah bi, ini baru selesai makan malam, besok baru kita ke gunung.


Abi tersenyum dan meletakkan ponselnya, "Ainun sudah samapi, katanya paling besok dia pergi ke gunungnya." ucap Abi pada sang istri.


keesokan harinya


"hmmm,, udah subuh yah, aduh lumayan pegel juga badan gue. nyetir mobil seharian." gumam inun. dilihat nya ke sebelahnya Eva sudah tidak ada, ia menyapu sekeliling kamar namun ta menemukan Eva. ia beranjak dari tempatnya dan pergi ke kamar mandi. setelah selesai mandi, wudhu dan sholat. inun mengambil ponselnya namun ternyata tak ada balasan dari abinya. Eva pun datang dari luar kamar, "nun sarapan dulu udah ditunggu. lu gue bangunin susah bener kayak kebo." sungut Eva meledek inun. "gue capek. yaudah ayok, katanya ditunggu."


siang harinya.


Ainun, Eva dan om Satria pun berangkat ke lokasi, tak butuh beberapa menit mereka samapi, Ranngga dan repan yang sedari malam menunggu di pinggir jalan, dan terus mengekori mobil mereka tanpa satupun yang curiga.


mereka menaiki gunung dengan sangat berjuang dan sering tertawa karena tergelincir saat menaikinya. "awas yah lu evaaaa." teriak inun karena Eva tiba-tiba inun kehilangan seimbanganya.


happ


entah dari mana datangnya Rangga menangkap Ainun dengan cepatnya, tiba-tiba jantung Ainun berdegup kencang bukan karena dia akan terjatuh tapi karena rangga.


"makanya jangan becanda, jangan gegabah." kata Rangga Sambil menurunkan Ainun. mereka melanjutkan pendakiannya, sesampainya di atas puncak Ainun tak hentinya terkagum-kagum melihat keindahan alam. "yaudah kita langsung mendirikan tenda saja biar gak kemaleman. katanya mau liat senja." kata om Satria kepada mereka. semuanya bergegas mendirikan tenda, tenda inun dan Eva di tengah, tenda om Satria disebelah kiri dan tenda Rangga bersama repan disebelah kanan.


"nun, gue gak bisa masang ini nya ih copot Mulu," kata Eva sambil menunjuk kan besi-besi untuk tenda. " yaudah sini gue yang pasang, dasarnya aja lu mah apa-apa gak bisa." kekeh inun,


.


.


mereka akhirnya menyelesaikan mendirikan tenda. akhirnya senja pun akan datang mereka duduk di tepian sambil menikmati pemandangan senja yang menjingga yang perlahan tenggelam. Rangga terus memperhatikan mata Ainun yang terus menatap jingga itu penuh kekaguman, dan tak terasa senyumnyapun mengembang.

__ADS_1


"apakah jika aku adalah jingga yang kau kagumi itu, apakah matamu pun akan terus melihatku dengan penuh rasa kagum dan terpesona." batin Rangga yang tak hentinya menatap Ainun.


__ADS_2