Kedua Matamu

Kedua Matamu
-_-


__ADS_3

Setelah drama mengantri makan siang, para tamu mulai berpamitan. kini tinggal hanya ada keluarga inti.


Revan dan Eva masih bergabung disana karena akan mengikuti ziarah ke makam Almarhumah mama Rangga.


Adzan Dzuhur berkumandang, semua orang bergegas mengambil wudhu. Para laki-laki pergi ke masjid karena tidak terlalu jauh dari rumah pak Ardi.


"De, ambilin sarung dua di lemari Abang buat Revan sama Akbar." ucap Rangga yang baru saja keluar dari kamar mandi dan mengambil baju Koko dan sarung yang disiapkan Ainun.


"iyh bang, bentar." lalu Ainun bergegas mengambil di almari.


"nih bang." Ainun menyerahkan sarung pada Rangga yang sudah selesai berganti baju.


"Tolong kasihin dulu de ke Akbar sama Revan. mereka ada di ruang tamu, Abang kayaknya batal lagi wudhunya." ucap Rangga.


"Ouh gtu yaudah, aku kasih dulu." jawab Ainun sambil mengambil kembali sarung dari Rangga.


Cup


satu kecupan mendarat di pipi Ainun.


"ih Abang, suka tiba-tiba deh." omel Ainun sambil mengerucutkan bibirnya.


"Iyah iya maaf." Ucap Rangga sambil mencubit pipi Ainun dan buru-buru lari kedalam kamar mandi.


"Abaaanggg." suara rengekan Ainun yang terdengar manja menurut Rangga. Rangga hanya terkekeh dibalik pintu kamar mandi.

__ADS_1


..


"kak Revan , dr. akbar ini Sarungnya." ucap Ainun sambil menyerahkan sarung pada Revan lalu pada Akbar.


"jangan terlalu formal nun, panggil saja saya kak Akbar seperti pada Revan. kan saya kakak sepupu Rangga." kata Akbar.


"eum,, baiklah. kak Akbar." ucap Ainun dengan sopan.


"Iyah, Nun. Rangga nya mana?." tanya Revan.


"ouh Iyah, mas Rangga masih di kamar."


Tak lama Rangga pun keluar kamar, diapun menghampiri mereka.


"Ayok berangkat." Ucap Rangga.


"Apa hmm." ucap Rangga.


"udah-udah cepet berangkat sana." usir Ainun.


"yaudah de, Abang berangkat." ucap Rangga lalu mereka pun berangkat ke masjid, karena Abi dan ayah sudah berangkat dari tadi.


sedangkan para perempuan akan sholat di mushola di rumah.


Setelah para perempuan sholat, mereka kini sedang menunggu para kaum Adam pulang dari masjid.

__ADS_1


Tak lama para lelaki pun datang.


"Assalamualaikum." ucap mereka serempak.


"wa alaikumsalam warohmatullahi wabarakatuh." jawab para perempuan.


Setelah saling bersalaman mereka bersiap akan pergi ke pemakaman, karena akan ziarah ke makam mama Rangga.


"Yaudah mumpung cuacanya bagus, tidak terlalu panas lebih baik kita berangkat saja." Ucap Abi.


"Iyah benar katamu hud, takut keburu hujan juga." timpal Ayah.


akhirnya mereka pergi ke pemakaman. Abi , umi dan ayah di antar sopir. Rangga, Ainun, Eva, Revan dan Akbar satu mobil dengan Akbar yang menyetir.


Seperti sebelumnya ada saja tingkahnya ketika Revan dan Akbar bersatu.


Karena Revan dan Akbar duduk bersampingan dan dikursi belakang Rangga Ainun dan Eva.


Ketika tangan Akbar akan menyalakan musik di mobil tangan nya bertemu dengan tangan Revan yang juga sama-sama akan menyalakan musik, dengan kesal Revan menepis tangan Akbar.


"J*ji banget gue bersentuhan sama Lo, emang gue lelaki apaan." ucap Revan dengan nada tak kalah menggelikan.


"hello gue juga gak mau, gak suka Gelayy." ucap Akbar menirukan gaya Revan yang memang mirip nada wanita manja🤫


UP UP UP

__ADS_1


jangan lupa Kasih jejak reader 💙


__ADS_2