
Hari ini Ainun sudah berada didalam kelasnya, Eva yang baru saja tiba menyapanya.
"eeh, Ainun. ceria banget keliatannya." kata Eva dan duduk di kursinya.
"gue kayak biasanya kok, ceriaaa." jawab Ainun dan melihatkan deretan gigi rapihnya.
"kemaren-kemaren Lo kusuuut terus, sekarang girangnya gak ketulungan. ada apa si." tanya Eva penasaran.
"Gue udah ketemu sama calon suami gue." jawab Ainun semangat.
"seriusan? terus gimana Lo cocok?." tanya Eva sok penasaran, padahal Eva udah tahu Rangga adalah calon suami Ainun.
flashback pertemuan Eva Revan dan Rangga
"sebenernya gue itu calon suami Ainun, jadi Lo gak usah khawatir Va. gue bakal bakal temuin dia di semester akhir, biar gue sama Ainun gak terlalu lama buat main-main, lulus kuliah gue bakal lamar dia. tapi Lo sebagai sahabatnya harus semangatin dia buat belajar, dan inget ini rahasia. gue gak mau ainun tau sebelum waktunya." ucap Rangga panjang lebar
"Iyah gue bakal jaga rahasia kak." jawab eva mantap. Revan dan Eva tidak banyak bertanya lagi hanya itu yang mereka ketahui.
flashback off.
"gue sih cocok banget, gue gak sangka siapa yang Abi jodohin sama gue." tanya Ainun
"hmmm,," sambil menggidikkan bahunya dan menggeleng.
"bang Rangga." tegas Ainun seperti memberi ' surprise' pada Eva. Eva yang pura-pura terkejutpun langaung "O mg, seriusan nun, babang tamvan elo itu.?". kata Eva sambil menggenggam tangan inun.
"Selamat yah." ucap Eva dan cepaka-cepiki dengan inun.
__ADS_1
"Lo emang bener, Kalo jodoh gak bakal kemana, mau dijodohin kalo jodoh ya bakal ketemu." kekeh Ainun,
"Mulai deh pagi-pagi BUCIN, Lo." kata Eva dan membenarkan posisi duduknya.
tak lama Hasbi datang dan duduk dikursi depan Ainun.
"Maafin gue nun, gue gak maksud bikin Lo marahan sama Abi Lo." ucap Hasbi sambil menyodorkan tangannya. "Lo mau kan maafin gue." lanjut Hasbi.
"iya gue udah maafin Lo kok, gak usah minta maaf kayak gini." ucap Ainun membalas jabatan tangan Hasbi
"Lo tau gak Ainun tuh pemaaf dan lapang dada, jadi dia pasti maafin Lo." ujar Eva.
"makasih yah." kata Hasbi, tak lama dosen pun masuk dan Hasbi membenarkan posisi duduknya.
***
waktunya pulang, semua mahasiswa keluar kelas Ainun bergegas membereskan buku-buku nya dan berjalan keluar bersama Eva.
"Iyah oke. tapi Lo yg nyetir yah.!" jawab Ainun
"okey sip. gue setirin deh buat nyonya Rangga. haha." mereka berjalan menuju parkiran.
"Itukan babang tamvan Lo, cie cie udah ditungguin." goda Eva. Ainun yang menjadi salah tingkah itu langsung menyenggol lengan Eva.
"udah dong jangan godain gue teruus." ucap Ainun berbisik.
"Hai De, Hay va." sapa Rangga
__ADS_1
"Iyah babang tamvan." jawab Eva "hhhhmm, jawab dong de." kata Eva sambil melirik Ainun.
"Hay bang." ucap inun.
"de kunci mobil mana, biar yang bawa pak Samsul." kata Rangga sambil meminta kunci mobil Ainun.
"nih kak di aku." ucap Eva sambil memberikan kuncinya.
"Eva kamu gak bawa mobil?." tanya Rangga
"gak kak, tadinya mau bareng inun." jawab Eva
"Yaudah kita makan siang diluar aja sekalian va." ajak Rangga.
"Iyah va, nanti abis makan siang baru kita anter ke apartemen lo." lanjut Ainun
"hmm,, gue mau langsung ke apartemen aja soalnya mami gue mau datang, gue bareng pak Samsul ajah." cerocos Eva. dia tidak mau jadi nyamuk yang gangguin dua sejoli itu.
"Yaudah kalo gitu, pak Samsul tolong antar Eva pulang." kata Rangga pada pak Samsul
"Baik den" kata pak Samsul
"Yaudah gue duluan bye bye." kata Eva sambil melambaikan tangannya.
.
.
__ADS_1
"Kita mau makan dimana?." tanya Ainun
"Dimana saja adek mau Abang ikut." sambil membukakan pintu mobilnya untuk Ainun.