
Sudah sepuluh hari Ainun lalui hari ini ia kembali beraktifitas untuk Koas di RS. Siang ini Ainun sedang berada di ruangan Rangga. Ainun sedang mendapatkan bimbingan untuk pengelolaan RS, karena sebentar lagi dia yang akan memegang penuh RS milik almarhumah mama mertuanya.
"Jadi gimana Ade bisa kan?." Tanya Rangga.
"Insyaallah ade usahakan yang terbaik ." Jawab Ainun antusias. Bagaimanapun dia tidak ingin mengecewakan suami dan ayah mertuanya yang sudah mempercayakan RS ini padanya. Apalagi semenjak suaminya yang mengelola RS ini semakin berkembang pesat dan memiliki layanan yang memuaskan bagi para pasien.
Tok
Tok
Tok
Pintu ruangan diketuk, Rangga dan Ainun pun mempersilahkan, ternyata itu Revan yang memberitahukan bahwa RS baru sudah 💯% selesai dan lengkap.
"Gue percaya sama Lo Van, buat persiapan peresmian gimana?." Tanya Rangga.
"Gue udah undang orang-orang penting yang Lo list kemaren, dan semuanya ngusahain Dateng. Buat tempat acara dan segalanya udah dihandle sama si Dev dan gue udah Nerima kalo semuanya udah selesai." Ucap Revan.
"Oh Iyah terus buat RS cabang itu pake direktur utama juga?." Tanya Ainun yg ikut angkat bicara.
__ADS_1
"Gak de, makanya kamu bakalan handel semua laporan dari RS pusat sama cabang. Jadi disini kamu bakalan dibantu wakil direktur yaitu Revan. Dan disana juga bakalan ada wakil direktur yang kelola tapi untuk direktur utama nya cuma satu yaitu Ade." Tutur Rangga. Ainun hanya manggut-manggut tanda faham.
" Apa sebaiknya gue aja yg di RS cabang, biar disini Dr.Akbar aja." Usul Revan.
"Gak, gak ada . Gue gak setuju yah, awas Luh." Ancam Rangga sambil menunjuk Revan.
"Hahaa.. Lo santuy aja kali, Ainun gak bakal tergoda." Kekeh Revan.
"Ya gue percaya sama Ainun mah, yang gue gak percaya ya si buaya buntungnya itu." Sarkah Rangga.
Ainun yang menyaksikan keduanya hanya terkekeh. Ia sibuk dengan ponselnya berbalas pesan dengan Eva mengajak untuk makan siang bersama di restauran.
📩 Haha, mereka tuh kalo berdua ada aja yang didebatin.
📩 Uluuh,, neng juga mau doang ada yang posesif in. 🤣
✉️ Idih najong. Tapi Lo tau sama Dr. Akbar?.
📩 Tau dong.. dia Dr. Baru sih, baru seminggu gitu. Tapi katanya dia udah lama jadi Dr di luar negri..
__ADS_1
Ainun hanya membaca tanpa niat membalas, dia hanya manggut-manggut. Karena perdebatan diantara dua lelaki itu telah berakhir mereka pun memutuskan untuk makan siang.
**
Rangga melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya sudah masuk jam makan siang.
"Sayang, Yuk kita makan." Ajak Rangga sambil berdiri dan melepaskan jas dokter nya.
"Ayok, kak Revan sekalian yuk!!" Ajak Ainun.
"Eh,, enggak enggak;! Enak aja Lo ikut." Cegah Rangga
"Gak apa-apa bang, Ade juga ajak Eva soalnya." Ucap Ainun.
"Aseeek gue gak makan syendirian lagi. Haha" kekeh Revan.
"A*jir loh, suka banget jadi obat nyamuk." Ucap Rangga sambil menonjok pelan bahu Revan.
"Haha biar emang gue pikirin!! Lagi pula gue gak jadi obat nyamuk, ada My love Eva. Blweee." Jawab Rangga menjulurkan lidahnya dan berlari keluar seketika.
__ADS_1
"Dasar bandot gila." Kekeh Rangga. Lalu keluar bergandengan tangan dengan Ainun. Ainun hanya tertawa kecil melihat itu, setidaknya hidupnya tidak terlalu kaku.
***