
(^_^)
Tidak terasa waktu sudah beranjak sore karena Ainun kebagian sip malam, maka dia akan tetap di RS. Meskipun Rangga bilang jika dia lelah sebaiknya minta digantikan terlebih dahulu. Tapi Ainun bersikeras untuk tetap jaga.
"Yaudah kita pulang dulu nanti Abang temenin yah." Bujuk rayu Rangga agar istrinya itu pulang lebih dulu.
"Baiklah." Pasrah Ainun.
Setelah bersih-bersih dan ganti baju juga istirahat sebentar Rangga dan Ainun pun kembali ke RS.
"Abang istirahat di ruangan aja nanti Ade kalo udah selesai nanti ke sana." Ucap Ainun lalu masuk keruangan prakteknya.
"Oke deh." Rangga meninggalkan Ainun menuju ruangannya.
Setelah punggung Rangga tak terlihat lagi, Ainun membalikan badannya dan melangkah.
"BRUKKK."
"Aww,,." Pekik Ainun karena menabrak tubuh tegap seseorang.
"Maaf nona saya tidak melihat anda." Ucap seorang lelaki dengan suara lembutnya, lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Ainun berdiri.
Ainun langsung melihat ke arah laki-laki yang menabraknya tengah mengulurkan tangan kearah nya. Manik mata mereka bertemu per sekian detik, dan Ainun langsung mengalihkan pandangan nya.
Ainun hanya mengatupkan kedua tangannya lalu berdiri sendiri.
"Maaf pak dokter, sayang kurang hati-hati. Kalau begitu saya permisi.," Ucap Ainun dengan menundukkan kepalanya.
Namun laki-laki itu tak bergeming dan terus memperhatikan Ainun yang menjauh dari pandangannya.
"Kedua matanya sangat indah." Gumamnya sambil menarik sudut bibirnya sampai melengkung sempurna.
__ADS_1
Diapun kembali melangkahkan kakinya menuju tujuan utamanya.
Tok tok
Tok tok
Dia mengetuk salah satu pintu ruangan dengan terpampang jelas direktur utama serta nama lengkapnya.
"Masuklah." Ucap seseorang dari dalam.
CEKLEK
"Hello brother, maaf membuatmu menunggu, ada sedikit masalah dijalan." Kekehnya sambil mengingat kejadian yang ia alami.
"Huh, baiklah no problem. Duduklah." Ucap Rangga sambil mempersilahkan sepupunya itu untuk duduk.
"Ngapain Lo nyuruh gue kesini." Tanya Akbar, ya laki-laki itu adalah Akbar.
"Gue cuma mau bahas soal RS yang udah mau diresmikan yak tinggal ngitung hari kan." Ucap Rangga sambil menyesap kopinya.
"Dasar narsis Lo." Ejek Rangga.
Merekapun membahas banyak perkara dengan diselingi candaan, karena mereka berdua memang sangat recheh jika sudah bertemu.
"Oh iya, gue kayaknya udah ada yang ditaksir disini. Ah, kayaknya gue minta dia juga dipindah tugaskan ke RS baru, hehe."
"CK CK CK. Bener-bener playboy sarap Lo." Kekeh Rangga.
"Ya Lo atur aja lah, tapi konfirmasi dulu sama Revan. Dia soalnya yang milih nempatin dokter-dokter disana." Ucap Rangga.
"Haha.. okelah, kira aja jodoh gue."
__ADS_1
"Dia punya kedua mata yang bikin gue teduh dipandangnya, dan mata nya itu udah mewakili kalo dia cewek baik-baik." Lanjut Akbar.
"Ouh,, gimana ciri-cirinya." Tanya Rangga penasaran, pasalnya istri cantiknya juga memiliki pandangan mata yang meluluhkan.
"Dia itu pake................"
Kring kring kring
Ponsel Rangga berbunyi, ia langsung melihat tertera nama "Umy" dia langsung mengangkat telepon nya.
"Hallo assalamualaikum Umy."
".........
"Umi dirumah, kita kayaknya pulang malem umi soalnya Ainun sip 3 hari ini."
".........
"Iyah mi nanti Rangga sampaikan sama Ainun, Iyah mi."
"....
"Wa alaikumusalam Umy."
***
"Siapa yang telvon Ga?." Tanya Akbar.
"Mertua gue, lagi main kerumah kitanya gak ada." Jawab Rangga.
"Ouh gitu, eh gue udah ditungguin nih, ada operasi setengah jam lagi. Gue duluan ." Kata Akbar yang melihat jam di arlojinya. Lalu menepuk bahu Rangga dan kembali ke rutinitas nya. Ya Akbar adalah dokter bedah.
__ADS_1
"Uammppp." Rangga mulai menguap dan iapun ke ruangan istirahat nya dan merebahkan tubuhnya di ranjang yang tersedia dan akhirnya terlelap.
***