
Untuk umur 22++ meskipun adegan diminimalisir. hehe..
Ainun sudah selesai bersuci kini dia sedang mempercantik dirinya didepan cermin, agar tampil lebih segar dan fresh di hadapan suami tercintanya.
Rangga yang sudah selesai dengan pekerjaannya Langung bergegas pulang, sesampainya dirumah Ainun sudah menyambutnya didepan pintu.
"Assalamualaikum." Ucap Rangga dan menyodorkan tangan nya.
" Wa alaikumusalam." Ainun menyalami suaminya dan Rangga mengecup kening Ainun.
"Ayok masuk." Ucap Rangga sambil merangkul Ainun.
"Iya, bang." Jawabnya sambil melangkah mensejajari suaminya.
Mereka menaiki tangga menuju kamar mereka. Rangga langsung memasuki kamar mandi dan Ainun menyiapkan baju Rangga.
Setelah selesai mandi Rangga melihat Ainun sedang duduk di sofa sambil menonton TV. Rangga hanya tersenyum lalu memakai bajunya, setelah selesai dia duduk di samping Ainun.
"Udah selesai bang?." Ucap Ainun lalu mengambil handuk kecil yang tersampir di bahu suaminya Lalu mengeringkan rambut Rangga yang masih agak basah.
"Harum de." Ucap Rangga menciumi rambut panjang Ainun yang dibiarkan tergerai setelah keramas tadi.
"Biasanya juga wangi." Ucap Ainun lalu ikut mencium rambutnya.
__ADS_1
Rangga lalu membaringkan tubuhnya dipaha Ainun. "Serioos amat nonton tv nya." Ucap Rangga lalu mematikan tv. "Ih Abang, idupin dulu ih lagi seru nih." Ucap Ainun dan merampas remote control namun gagal. "Siniin gak." Ucapnya dengan penuh penekanan.
"Cium dulu." Ucap Rangga sambil memonyongkan bibirnya.
Cup
Cup
Ainun mencium bibir Rangga sekilas. Lalu Rangga menyerang balik Ainun dengan ciuman bertubi-tubi. Baru saja Rangga akan memulai Ainun menghalangi Rangga yang akan kembali menciumnya.
"Udah mau magrib yuk siap-siap." Ucap Ainun sambil berdiri dan berlari kecil menjauh.
Rangga langsung membenamkan wajahnya di sofa sambil meringis kesal.
Setelah Ainun selesai, adzan Maghrib pun berkumandang. "Bang cepet sana wudu." Titahnya. "Iyah sayangku ini juga mau." Ucap Rangga berlalu
Ainun sudah memakai mukenanya dan Rangga sudah siap dengan Koko peci dan sarungnya. Mereka menjalankan sholat magrib berjamaah. Setelah selesai mereka berdoa dan disambung dengan mengaji sambil menunggu isya. Setelah isya mereka melanjutkan jamaah nya dan diakhiri do'a.
Ainun menyalami suaminya dan Rangga mencium pucuk kepala istrinya. Seperti sudah menjadi candu bagi mereka untuk selalu melakukannya.
Mereka sudah bersiap untuk tidur dengan piyamanya. Malam ini terasa sangat hening dan suasana begitu dingin dan kecanggungan tercipta.
Rangga yang sudah tidak tahan dengan situasi seperti itu akhirnya membuka suara.
__ADS_1
"Hem. De." Ucap Rangga memecah keheningan.
"Iyah bang." Jawab Ainun malu-malu.
Rangga meraih tangan Ainun. Lalu mendekapnya dalam pelukannya. "Abang cinta sama kamu." Ucapnya sambil mencium kening Ainun. Lalu Ainun membalas dengan ciuman dipipi Rangga.
Wajah Ainun terasa sangat panas mereka sudah adu pandang dan Ainun bisa merasakan deru napas dari Rangga. Rangga me**** habis bibir Ainun, sampai Ainun merasa napasnya tersengal Rangga menurun ke leher Ainun lalu kembali ke bibir Ainun. Tangan Rangga sudah tidak terkondisikan menjamah setiap inci tubuh istrinya.
Rangga membuka satu persatu kancing piyama Ainun dan mendapati bra berwarna hitam lalu dia melepaskan hingga terlihat gundukan daging empal disana. Tanpa melepas ciuman panas yang terjadi Rangga membuka seluruh pakaian Ainun hingga kini tangannya sudah meremas pa****ra Ainun yang juga mengeras.
Malam semakin larut mungkin sebagian orang sudah lelap dalam mimpi indahnya, namun sebagian lain sedang menikmati kenyataan yang bukan mimpi indah. Seperti dua sejoli yang dimabuk cinta itu hanya suara decakan dan desahan memenuhi segala penjuru kamar mereka.
.
.
.
.
.
Maaf jika kosa kata masih ada yang salah author masih belajar dan ceritanya kurang menarik. semoga kalian suka. jangan lupa like dan komen juga beri tip😚
__ADS_1