Kedua Matamu

Kedua Matamu
MENGEJUTKAN


__ADS_3

Ainun lalu langsung berhambur masuk sambil menangis histeris dengan sigap rangga langsung memeluknya.


"Hiks hiks dasar bikin khawatir aja, bikin takut aja." Ucap Ainun sambil memukul-mukul dada Rangga.


Dengan sigap Rangga menggenggam tangan mungil Ainun dan kembali memeluknya dengan erat.


"Maafin Abang." Ucap Rangga sambil mengecup kening Ainun beberapa kali, lalu mengusap air mata Ainun yang sudah banjir ke mana-mana.


"Hiks hiks.. sruuuuuuk." Ainun mengotori baju Rangga dengan air mata dan air hidungnya karena menangis.


"Ya Allah de, Abang udah ganteng gini malah di umbelin." Keluh Rangga di ikuti kekehannya dan yang lain pula.


Ainun mengedarkan pandangannya dan melihat semua orang sudah berkumpul di sana.


"Umiiii.." ucap Ainun dan langsung berhambur kepelukan umi.


"Udah gede kamu itu de, masih aja cengeng." Ucap kak alfia sambil mengusap jilbab milik Ainun, Ainun tidak peduli dan mengeratkan pelukannya pada umi sambil menjulurkan lidahnya meledek kakak nya itu.


"Abi gak di peluk juga." Tanya Abi yang juga datang dari arah belakang.


"Abiiii..." Ainun merentangkan tangannya tanpa melepas pelukannya..


"Udah jangan nangis, jelek tahu". Ucap Abi sambil memeluk putri bungsunya itu.


Semuanya pun terhanyut pada suasana yang sangat membahagiakan itu.


"Udah-udah sekarang kita potong kue nya dulu." Ucap Rangga sambil membawa kue bertuliskan 'Happy B'Day matahariku'.


Lalu tak lama muncul di layar didepan panggung Aula rentetan potret Ainun, dari zaman kuliah hingga sekarang. Photo ketika mereka menaiki gunung pun ada, ketika Ainun sedang duduk di kantin sampai ketika memasak di dapur.


Ainun semakin bahagia tatkala suami tercinta nya memberikan se ikat buket bunga matahari.


Ainun tak lupa berdoa sebelum memotong kue.


"Ya Allah aku ingin selalu bisa bersamanya sampai ke janah-Mu dan berilah kami pelengkap putra dan putri yang Sholeh Sholehah, Amiin." Doa Ainun dalam hati, sambil memejamkan matanya dan mengangkat tangannya meminta pada sang pencipta.


"Sekarang potong kuenya tinggal." Ucap Rangga, dan disetujui semuanya.


Setelah acara pemotongan kue selesai di lanjut dengan pemberian ucapan selamat ulang tahun dan penyerahan kado.


Semua acara sudah selesai mereka pun berbincang hangat sambil menikmati makanan ringan.


"Gimana udah ada kabar baik belum?." Tanya umi antusias.


Rangga melihat ke arah Ainun yang langsung menundukkan kepalanya dan Rangga meraih jemari Ainun


"Belum di kasih umi." Ucap Rangga lembut


"Yaudah gak papa, dulu mamah Rangga juga lama kosong 4-5 tahunan kalo ayah gak salah inget." Ucap ayah Ardi


"Iyah, makanya anak-anak ku udah pada gede kalian baru punya si kembar." Ucap ummi.


"Mantep tuh sekali isi langsung dua mi." Timpal kak ....


"Iyah gak papa de, kalian masih muda juga. Baru beberapa bulan nikah, yang penting jangan Nunda." Ucap kak Imel.


Kemudia obrolan pun teralihkan dan berlanjut pada cerita para orang tua.


"Maafin Abang yah de,, Hehe." ucap Rangga.


"Ide siapa sih ini, bikin kesel tahu gak." ucap Ainun.

__ADS_1


"Idenya Revan. de.." ucap Rangga.


"Eh gue juga dibawa-bawa." ucap Revan yang tiba-tiba muncul..


"lah kan emang Ide Lo." sergah Rangga.


"ya kan cuma ngasih ide. Lo kan minta saran guee." Kesal Revan.


"Astaghfirullah,, Ribuuuut aja ribuut kerjaannya. Herann" keluh Eva yang ikut nimbrung.


"Yelah, Eva my love, bilang aja Iri." ucap Revan sambil mencolek dagu Eva.


"Astaghfirullah,, Asal colek-colek anak gadis orang, Halain dulu Van." ucap Abi sambil menjewer telinga Revan.


"Ampun bi, ampun.." Ringis Revan


Mereka pun tertawa dan melanjutkan Party di luar ruangan sambil barbeque an dan menyalakan Kembang api yang menambah suasana semakin terasa kekeluargaan nya.


Setelah mengucapkan terimakasih kepada semuanya, mereka ke kamar hotel yang sudah di pesan masing-masing.


"Huahh,, akhirnya bisa rebahan," ucap Rangga sambil menghemaskan punggungnya ke kasur.


"Mandi dulu Bang, abis itu baru rebahan." ucap Ainun.


"Iyah nanti, sini rebahan dulu de." ucap Rangga sambil menepuk kasur di sampingnya.


"Gak akh, Ade mandi duluan." ucap Ainun sambil melenggang masuk ke kamar mandi.


"Yaudah nanti Abang mandi abis Ade." Putus Rangga sambil memejamkan matanya.


Setelah selang beberapa menit, Ainun keluar dengan wajah segarnya, lalu menghampiri Rangga yang sedang memejamkan matanya.


"Engghh,," lengkuh Rangga lalu membuka matanya.


"Udah selesai mandinya, dek." sambung Rangga yang sudah duduk di tepian ranjang.


"Iyah, sana mandi." ucap Ainun sambil memberikan handuk


"Yaudah Abang mandi." Jawab Rangga dan meraih tangan Ainun yang memegang handuk sampai tubuh Ainun tertarik dan menabrak dada bidangnya.


"Ishh,, maen tarik-tarik aja ih,," kesal Ainun sambil satu tangannya yang lain menggosok hidungnya yang ke pentok dada Rangga.


"Hehe,, Maafin." ucap Rangga.


Dan


Cup..


Rangga mencium bibir Ainun.


"Dadah Abang mandi dulu." ucap Rangga sambil mengambil handuk di tangan Ainun laku berlari ke dalam kamar mandi.


"dasar Emang☺️" kata Ainun sambil menggeleng kecil.


Sehabis Rangga mandi, di lihatnya Ainun sedang mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.


Ainun yang melihat Rangga keluar dari Kamar mandi buru-buru bangkit, dan mengambil baju yang ia siapkan di atas tempat tidur dan menyerahkan nya kepada Rangga.


Rangga yang melihat itu hanya tersenyum lebar lalu mencium Bibir Ainun lagi, sambil mengambil baju di tangan Ainun.


"Abang ih,," kesal Ainun sambil memukul dada Rangga.

__ADS_1


"Haha,, Pengen lebih yah, bentar lagi yah dek." ejek Rangga.


Ainun hanya menggembungkan pipinya yang sudah merah seperti tomat matang.


"Tau ah.." rajuk Ainun laku kembali duduk didepan meja rias dan mengeringkan rambutnya lagi.


Rangga hanya terkekeh pelan sambil memakai pakaian nya.


setelah selesai memakai baju, Rangga berjalan mendekati Ainun lalu mengambil hair dryer dari tangannya.


"Sini Abang bantu keringin." ucap Rangga.


"Oke." balas Ainun.


Rangga yang dapat melihat ekspresi Ainun dari cermin di hadapannya hanya terkekeh pelan, karena sepertinya Ainun masih merajuk.


"Oke udah selesai." ucap Rangga sambil mematikan hair dryer nya.


"makasih." Ucap Ainun.


merekapun saling pandang di depan cermin, tak lama Ainun merasakan tiupan angin di dekat telinganya.


"Abang, Geli." sergah Ainun.


"Hmm.. yaudah gini aja.." jawab Rangga sambil menggigit daun telinga Ainun.


"Ishh.." Desis Ainun.


"Awas ih." lanjutnya. namun Rangga tetap mengurung badan Ainun di dalam kungkungannya.


"Gak mau." Jawab Rangga sambil mencium pipi Ainun dan mendusel-dusel hidungnya.


"Abaaang." Rengek Ainun. sambil menutup wajahnya.


"Kenapa masih malu, Kitakan Pacaran Halal. dek." ucap Rangga yang semakin menggoda Sanga istri.


"Yaudah kita lanjut di Ranjang aja." Ucapnya vulgar dan langsung menggendong Ainun dan membawanya ke tempat tidur.


"Boleh yah.." ucap Rangga, Ainun hanya mengangguk kecil, pipinya panas seperti terbakar.


Rangga terkekeh pelan dan mulai melakukan kegiatan yang dia suka..


A


A


A


A


A


A


A


Pokoknya gitu, author gak ngikut jadi gak tahu gimana selanjutnya.


jangan lupa like, komen dan vote🤗


Salam Sayang,😚

__ADS_1


__ADS_2