
Setelah solat Ainun dan Rangga akan segera pulang, karena Rangga tidak mau Ainun pulang terlalu malam .
"Kita makan malam dirumah aja yah bang." pinta Ainun.
"Iyah, sekalian ada yang mau abang bicarakan sama Abi." jawab Rangga.
****
Mereka sudah sampai di rumah Ainun. Rangga langsung membuka pintu untuk Ainun. Abi yang mendengar suara mobil masuk ke garasinya langsung keluar.
"Rangga inun. baru pulang?". tanya Abi.
merekapun bergantian menyalimi Abi "Iyah bi, saya ajak Ainun melihat senja." jawab Rangga.
"Yasudah ayok masuk, kita makan malam dulu." ucap Abi. Rangga dan Ainun mengekori Abi ke meja makan.
"Nak Rangga , ayok silahkan duduk." ucap umi yang sudah duduk dimeja makan. Ranggapun menyalami sang umi. Setelah makan malam mereka berkumpul di ruang tamu.
"Abi, ada yang ingin Rangga bicarakan." kata Rangga.
__ADS_1
"ada apa nak? katakan saja jangan sungkan." ucap Abi.
"Rangga mungkin akan jarang berkunjung mulai hari ini, bukan karena tidak ingin. tapi ada beberapa hal yang harus Rangga selesaikan, ada beberapa kendala di RS milik mama. mungkin Rangga juga akan jarang menemui Ainun (sambil melihat ke arah inun) jadi Jangan khawatir dan bertanya-tanya kenapa Rangga gak kesini." ucap Rangga sendu
"tak apa-apa nak, pasti memang sulit untuk kamu mengelola RS milik ibumu yang diambang kebangkrutan." ucap Abi menyangati
"Iyah nak, kamu harus fokus sama RS mamamu biar bisa kembali beroperasi seperti dulu." lanjut umi.
Ainun hanya mengangguk dan tersenyum.
**
"kalau begitu Rangga pulang dulu Abi, umi... (menatap Ainun) adek." sambil berdiri dan berpamitan kepada Abi dan umi.
Ainun mengantar Rangga samapi kedepan.
"Ade masuk duluan aja. pasti capek! maaf mungkin untuk beberapa waktu Abang gak bisa nemuin Ade." ucap Rangga lalu mengelus bahu Ainun.
"Iyah Ade gak papa. Abang semangat kerjanya, semoga RS mama bisa seperti dulu lagi." ucap Ainun
__ADS_1
Semenjak mama Rangga tiada, RS milik nya dikelola oleh orang lain. karena keluarga Rangga sibuk dengan pekerjaannya masing-masing dan sering terjadi penggelapan uang oleh pihak pengelola. membuat RS milik mama Rangga diambang kebangkrutan.
***
sudah beberapa bulan Ainun tak bertemu Rangga ingin rasanya mengunjungi Rangga namun Ainun selalu mengurungkan niatnya. mereka hanya berkabar sesekali jika Rangga yang lebih dulu mengabarinya. seperti hari ini padahal Ainun baru saja selesai sidang skripsi nya namun tak ada satupun notif pesan dari Rangga.
"Hem padahal saat-saat gini gue butuh dia Va." keluh Ainun pada Eva dengan berjalan terhuyung.
"Yaudah gak papa, kan masih ada gue." kata Eva sambil memeluk erat Ainun dan menepuk-nepuk punggung nya.
"Makasih Lo selalu nemenin gue, hiks hiks." ucap Ainun terus terisak-isak ia memejamkan matanya.
"Lo kan udah gue anggap sebagai sodara, nun. Lo juga udah nemenin gue sidang skripsi jadi gue temenin Lo, masa ketika Lo ada buat gue, gue gak bisa ." jawab Eva melepaskan pelukannya dan mengusap bahu Ainun yang terguncang. "coba deh Lo berbalik." lanjut Eva.
"Maaf gak bisa nemenin." ucap seorang lelaki dengan sebuket bunga, Ainun langsung memeluknya erat. "Aku Rindu. hiks hiks." semakin terisak. Rangga membalas pelukannya dan menepuk-nepuk punggung Ainun.
"Abang baru bisa temuin kamu. Abang juga rindu de." jawab Rangga mengangkat wajah Ainun. "hey jangan nangis lagi, Abang udah disini." kata Rangga sambil mengusap air mata Ainun.
"hiks hiks. aku masih rindu." membenamkan wajahnya di dada Rangga.
__ADS_1
Ternyata Hasbi tengah memperhatikan mereka dengan membawa setangkai mawar, lalu ia mengurungkan niatnya untuk menemui Ainun.