Kedua Matamu

Kedua Matamu
39 pengantinku


__ADS_3

Ainun sudah berada terlebih dahulu dibutik karena Rangga harus menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu yang tak bisa diwakilkan kepada Revan.


kring kring


Ainun hallo Abang masih dimana?


Rangga ini lagi dijalan bentar lagi sampe.


***


Rangga sudah sampai dibutik ketika Ainun masih mencoba kebaya untuk akad nikah, melihat apa yang kurang dicermin didepannya, sampai tidak sadar kalau Rangga sudah sampai.


"Cantik banget kamu de." ucap Rangga berdiri dibelakang Ainun yang juga terlihat dari pantulan kaca.


"Abang!! udah sampe kok gak bilang." ucap Ainun sambil membalikkan badannya.


"abisnya serius banget." jawab Rangga sambil menjawil hidung Ainun.

__ADS_1


"Maaf tuan, silahkan dicoba jasnya." ucap salah seorang kariawn sambil menyodorkan sebuah stelan jas berwarna putih yang terlihat begitu elegan senada dengan kebaya Ainun, dengan kebaya putih dan pernak-pernik yang sudah dirancang agar terlihat begitu menawan.


"Baik." ucap Rangga , lalu beberapa kariawan lelaki membantu mengganti baju Rangga. Tak membutuhkan waktu lama Rangga keluar dari ruangan ganti, terlihat begitu tamvan dengan stelan jas itu menambah wibawa dan daya tarik berbeda. badan tinggi dan kekar itu sangat mendukung stelan yang terlihat sangat pas ditubuhnya.


"haha , kenapa kamu lucu begitu." kata Ainun melihat Rangga sampai memegangi perutnya karena tertawa. Rangga dan kariawan butik hanya saling tatap karena pelayan butik saja terpesona dengan ketampanan Rangga.


"kalian gak tau apa yang lucu?." tanya Ainun sambil melihat kepada para kariawan dengan polosnya, sambil sesekali cekikikan.


"maaf nona kami tidak tahu." ucap para kariawan sambil menundukkan kepalanya.


"gak ada yang aneh? gak ada yang lucu! ini tuh bagus banget pas lagi." ucap Rangga sambil membenarkan jasnya dan menarik ujung lengan bajunya merapihkannya kembali.


"Dasar." ucap Ainun sambil memukul dada Rangga. "bukan bajunya, tapi belangkon nya. hahaha" lanjut Ainun sambil menunjuk belangkon yang dikenakan Rangga.


para kariawan barulah sadar maksud nona ini dan melihat kepala Rangga. "maaf nona kami tidak memperhatikan." ucap salah satu kariawan. "haha gak papa kali malahan aku terhibur." ucap Ainun.


"emang yah kamu tuh doyan bikin orang kagetan." ucap Rangga sambil menguyel-uyel hidung Ainun. "Lagian pake belangkon dimiringin gitu ditambah rambutnya kayak si Marsha kan lucu. malah keliatan kayak si kabayan, Kabayan pake belangkon.haha" ucap Ainun sambil mengambil belangkon dan membenarkan posisinya. "huh, dasar." ucap Rangga sambil memonyongkan bibirnya.

__ADS_1


"dasar." ucap Ainun sambil memukul pelan bibir Rangga dengan belangkon. "kamu mah de, kalo bibir Abang Jontor gimana? mau dijontorin balik." ucap Rangga dengan senyum menyeringai.


"ih dasar." wajahnya merona seketika memukul bahu Rangga sambil menunjuk orang-orang disekitar dengan ekor matanya. "haha maaf becanda de. Yaudah lanjutin baju untuk resepsi nya." ucap Rangga sambil membelai pipi Ainun yang sudah merah cabai.


***


Berbeda dengan saat akad menggunakan kebaya modern, untuk resepsi pernikahan Ainun menggunakan gaun yang dirancang sendiri disain nya.


"De kamu cantik banget-banget pokonya." ucap Rangga yang sedang terduduk sampai berdiri mendekat Ainun.


"emang tadinya aku tuh cantik banget-banget banget-banget kali." terkekeh dengan ucapannya sendiri.


"Iyah yang paling cantik dari aku. haha." ucap Rangga sambil mencubit kedua pipi Ainun.


"dasar ih." ucap Ainun sambil mencubit pinggang Rangga "gimana menurut kamu gaunnya?." lanjut Ainun sambil menepis tangan Rangga.


"gaunnya perfect banget." ucap Rangga dengan binar mata yang meyakinkan. meskipun itu adalah rancangan sendiri tapi mang sangat indah, gaun yang pas ditubuh Ainun dengan embel-embel ekor yang lebih panjang berwarna gold dengan aksen taburan permata , dan mutiara dibagian perutnya. sangat cantik elegan dan terkesan sangat mewah.

__ADS_1


__ADS_2