
Setelah selesai membeli beberapa buku Rangga dan Ainun ketempat Bioskop.
"Abang tunggu disini aja biar aku yang beli tiket." ucap Ainun.
"hmm,, Abang aja deh yang beli. " ucap Rangga sambil menyeringai
"yaudah deh, aku tunggu disini." sambil mendudukan badannya dikursi
**
Rangga sudah membeli 2 tiket pop corn dan minum.
"de ayok." ucap Rangga sambil memperlihatkan tiketnya.
"sini aku bawa." sambil mengambil bungkusan pop corn
"Abang pilih film apa?." tanya Ainun
"pokonya seru lah, kamu pasti suka." seru Rangga sambil menaik turunkan alisnya.
**
mereka sudah berada didalam bioskop mereka duduk dibarisan paling belakang dan kursi disamping Ainun kosong 4 kursi dan disamping Rangga kosong 2 kursi.
__ADS_1
"Abang gak mau kamu duduk bersebelahan sama lelaki lain." ucap Rangga santai
"hmm yaudah terserah Abang aja." ngomong-ngomong ini film apa sih (beberapa cuplikan film tengah berlangsung)
"Ada deh." ucap Rangga sambil terkikik
"awas aja kalo film horor. pertama tayang juga aku mau keluar dari sini." ucap Ainun memandang sinis Rangga
"haha,, masa kalah sama anak kecil, nih liat kebanyakan anak kecil kan." ucap Rangga terkekeh sambil menunjuk beberapa anak yang tengah duduk bersama orang paruh baya, mungkin itu adalah orang tuanya.
"kan mereka juga di dampingi." jawab Ainun ketus.
"kan Ade juga Abang yang dampingi." goda Rangga
"Gimana kamu suka,?" tanya Rangga
"ini tuh film yang emang aku mau rekomendasi in. aku kira pasti Abang bakalan gak mau, tapi bang ngertiin banget sama aku." ucap Ainun sendu, dia tak tahu sebahagia apa dia. karena Rangga masih ingat betul kalau dirinya sangat menyukai film-film princess.
"Abang tahu kamu pasti suka. apapun yang kamu suka pasti Abang suka juga. yaudah sekarang kita lanjutin nontonnya." ucap Rangga sambil mengelus pipi Ainun lembut
***
Ainun berjalan berdampingan dengan Rangga, banyak sekali wanita ABG yang memperhatikan Rangga , dan ada pula yang berbincang mengenai Rangga. 'Gila ganteng banged , udah kayak oppa Korea aja.' 'iyah ganteng ditambah tampilannya yang cool, ah suer deh aseli ganteng parah.'
__ADS_1
Rangga yang memperhatikan perubahan mimik wajahnya itu hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala. Ainun menatap ke arah anak SMA an itu dengan tatapan tak suka.
'kayaknya dia sama pacarnya deh.' 'gak mungkin pacar, wagelaseh dia masih kecil dari kita. mukanya aja masih kayak anak SMP.' ucap anak SMA dengan memperhatikan Ainun.
"what? gue masih kayak anak SMP, gue udah mau lulus kuliah. apa sepolos itu muka gue." gerutu Ainun dalam hati dan meruncing kan bibirnya sambil memegangi wajahnya. Rangga semakin menahan tawanya melihat ekspresi Ainun.
"Abaaaaangg." ucap Ainun dengan nada manjaah. dan masih berjalan keluar berdampingan dengan anak SMA tadi.
'Nahkan gue bilang apa abangnya tuh.' ucap kedua anak SMA itu dan mendekati Rangga
Ainun makin panas kepalanya mendidih, Rangga terkekeh ketika dua anak SMA tadi menghampiri mereka.
'kak boleh minta no ponselnya.' sambil cekikikan.
"gak boleh ade-adek, Kaka udah punya calon istri. dan sebentar lagi kami akan menikah." ujar Rangga pelan. sambil merangkul Ainun. Ainun sontak melihat kearah Rangga menatap tak percaya dan tersenyum penuh kemenangan.
"yah gue kira itu adeknya. mukanya aja gak dipoles bedak sama sekali." dengan nada kesal mereka meninggalkan Ainun dan Rangga.
Ainun yang mendengar perkataan anak SMA tadi langsung melepaskan rangkulan Rangga dan berjalan menuju parkiran sendiri.
"apa Iyah gue sepolos itu. apa muka gue kunyel yah.." Menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya kasar.
Ainun sudah berada diparkiran sendirian ia tak melihat Rangga yang tadi ia tinggal. Ainun mengira Rangga mengekorinya ternyata ...
__ADS_1
"Aku kok merinding gini, aku takut suasananya kok mencekam gini sih." gumam Ainun sambil terus berjalan menuju mobil Rangga yang terparkir di ujung.