Kehidupan Aneh Yang Kujalani

Kehidupan Aneh Yang Kujalani
Seorang Yang Terikat


__ADS_3

Suara yang sebelumnya menggema itu, akhirnya mulai menjadi sebuah isakan dari seseorang yang sedang menangis. Isakan itu membuat orang yang mendengarnya akan sangat terpukul, karena tangisan yang terdengar itu, seperti mencurahkan isi hati seorang yang telah kehilangan sesuatu.


Zen yang mendengar itu, mulai memasukan kembali gulungan yang dia pegang sebelumnya kedalam inventorinya, dan mulai berjalan kearah suara tangisan yang menyayat hati tersebut, meninggalkan para undead yang masih berlutut disana.


“M-Mama... P-Papa? Dimana k-kalian?” begitulah perkataan suara itu, dengan terdengar jelas isakan mengikutinya.


Zen mulai memasuki ruangan dibalik pintu besar yang dibukanya tadi, dan sangat terkejut melihat apa yang berada diujung dari ruangan tersebut, karena dia melihat seorang anak perempuan yang sedang terikat oleh rantai bercahaya dan sedang menangis.


Zen mulai melangkahkan kakinya mendekati anak perempuan itu. Tetapi gerakannya yang mendekati anak kecil itu, tidak luput dari penglihatan seorang gadis kecil yang sedang menangis tersebut. Perlahan isakan anak kecil itu sedikit mereda dan mulai menatap kehadiran Zen ditempat dirinya sedang terikat.


“A-Apakah kakak yang dikatakan Mama dan Papa kepadaku?” kata anak perempuan itu kepada Zen yang saat ini sudah mulai mendekat kearahnya.


Walaupun anak perempuan itu sedikit takut, karena perawakan Zen yang dimana bajunya yang sudah sobek dimana – mana, serta rambut, kumis dan jenggotnya hampir menutupi seluruh wajahnya, tetapi dia masih memberanikan diri untuk bertanya kepada Zen.


Zen tidak langsung menjawab, tetapi terus mendekati anak kecil itu dan mulai melihat rupanya secara menyeluruh. Seorang kecantikan kecil yang imut, dengan rambut panjang berwarna keemasan dengan pupil mata merahnya mengeluarkan air mata, bisa dilihat jelas oleh Zen.


Dengan dress putih polos yang dimana posisi gadis itu sedang bergelantung, dan kedua tangannya melentang terikat rantai bercahaya yang mengikat tangan dan kakinya yang kecil, membuat pemandangan itu sangat memprihatinkan.


“Siapa namamu putri cantik?” kata Zen sambil sedikit membungkuk dan mensejajarkan wajahnya pada anak perempuan itu.


“A-Aku tidak punya nama. K-Kata papa, seseorang yang menyelamatkanku akan.. sniff. . memberikan aku sebuah nama yang cantik” balas anak perempuan itu.


“Begitu ya, tetapi apa mahsutmu dengan perkataanmu tentang Kakak yang dikatakan Mama dan Papamu?” tanya Zen kemudian.


Tetapi setelah Zen memberikan pertanyaan itu, anak perempuan itu tidak kuasa kembali menahan air matanya yang mulai terajatuh karena mengingat Papa dan Mamanya, dimana mereka memutuskan mengurungnya ditempat ini dan meninggalkannya sendirian disini.


Melihat itu, Zen mencoba menenangkan gadis kecil itu. Tetapi sepertinya kesedihan anak perempuan itu tidak kunjung mereda dan Zen memutuskan untuk berurusan dengan rantai bercahaya yang melilitnya terlebih dahulu.


“Tunggu rantai apa ini?” gumam Zen dan mencoba memegangnya untuk mencari tahu tentang rantai tersebut.

__ADS_1


Namun tiba – tiba saja, sebuah kekuatan besar keluar dari rantai yang dipegang Zen dan membuatnya langsung terpental. Bahkan anak perempuan yang sedang terantai itu, langsung menghentikan tangisannya setelah melihat kejadian yang dialami oleh Zen.


“K-Kakak?” kata anak perempuan itu yang melihat Zen sudah terpental cukup jauh dan menghilang dari pandangannya.


Disisi lain, Zen saat ini mulai terbaring dilantai ruangan itu, setelah tubuhnya terpental dan menabrak tembok yang menghentikan dampak dari serangan yang diterimanya itu. Rasa kesemutan mulai terasa pada tangannya yang memegang rantai tadi dan mulutnya mengeluarkan beberapa suara batuk.


“Sial... apa yang sebenarnya terjadi?” kata Zen yang mulai mendudukan dirinya.


Dengan hilangnya rasa kesemutan pada tangannya, Zen mulai bangkit setelah menyembuhkan beberapa luka internal yang dialaminya, dan kembali berjalan kearah anak perempuan yang sedang terantai itu.


“Kakak.. sniff~.. tolong jangan tinggalkan aku... aku akan berhenti menangis oke.. sniff~ jadi jangan tinggalkan aku” kata anak perempuan itu seakan memohon kepada Zen.


“Kakak tidak meninggalkanmu oke, Kakak hanya mencoba melepaskanmu” kata Zen yang menenangkan bidadari kecil didepannya.


“Sniff~ apakah Kakak setelah melepaskanku, a-akan meninggalkanku?” kata anak perempuan itu kepada Zen.


“Tentu saja tidak, kenapa kamu berfikiran seperti itu?” tanya Zen yang mulai mendekat dan mengusap air mata yang jatuh dipipi anak perempuan itu.


“Sepertinya Papa dan Mamamu banyak mengatakan sesuatu kepadamu sebelum menyegelmu ya... Tetapi tenanglah, Kakak tidak akan meninggalkan seorang tuan putri yang cantik ditempat ini sendirian” kata Zen sambil tersenyum.


Mendengar perkataan Zen, anak perempuan itu langsung merasa bersyukur karena sepertinya Kakak yang datang kehadapannya saat ini, tidak berniat meninggalkannya.


Sambil menenangkan gadis tersebut, Zen saat ini bingung tentang bagaimana cara membuka segel yang menyegel anak perempuan dihadapannya saat ini. Namun dia mulai teringat tentang sebuah gulungan yang belum dia baca sebelumnya.


Zen langsung mengeluarkan kedua gulungan yang diterima sebelumnya, dan membaca gulungan yang berisi sebuah lingaran sihir dengan teliti. Disisi lain, anak perempuan itu hanya memperhatikan Zen dan melihat apa yang sedang dia lakukan saat ini.


“Cih bodohnya aku” gumam Zen lalu menaruh gulungan itu dilantai dan mulai mengeluarkan smartphone miliknya.


[Mempelajari kunci untuk membuka segel khusus?]

__ADS_1


[Yes][No]


Melihat apa yang tertulis pada smartphonenya, Zen tanpa pikir panjang langsung menekan tombol yes. Namun entah mengapa setelah menekan tanda yes, kepalanya seakan tertusuk ribuan jarum dan membuatnya kesakitan.


“Arghh...... mengapa sangat sakit, biasanya tidak seperti ini” kata Zen yang mulai berlutut dan memegang kepalanya saat ini.


“K-Kakak... Kakak?” kata anak perempuan itu panik, melihat Zen meringis kesakitan.


Keadaan mulai panik, karena anak perempuan itu tidak tahu harus melakukan apa dan hanya memanggil Zen dengan sebuatan Kakak, hingga selang beberapa lama kemudian akhirnya sakit yang menimpa kepala Zen perlahan mulai menghilang.


Dengan menghilangnya rasa sakit tersebut, sebuah informasi untuk melepas segel dari anak perempuan itu, mulai terukir didalam otaknya dan membuat Zen saat ini merasa lega, karena rasa sakit yang dia dapatkan itu akhirnya sudah mereda.


“Maafkan Kakak oke.. Kakak baik – baik saja” kata Zen yang mencoba menenangkan anak perempuan yang panik melihatnya tadi.


“A-Aku sangat ta.. Sniff~ takut Kak” balas anak perempuan tersebut atas kejadian yang menimpa Zen sebelumnya.


Tentu saja Zen langsung menenangkannya kembali dan membuat gadis kecil itu sedikit tenang saat ini, setelah Zen berjanji tidak melakukan hal seperti itu lagi. Melihatnya sudah tenang, Zen mulai menatap rantai bercahaya yang mengikat gadis kecil itu sekali lagi.


“Hmm.. pantas saja Ayahnya bilang membuka segel ini membutuhkan waktu sebulan” gumam Zen yang mengingat perkataan gadis kecil didepannya.


Setelah mendapatkan pengetahuan dari gulungan yang diterimanya tadi, Zen langsung memahami segel yang menjerat anak perempuan didepannya itu. Waktu sebulan, merupakan waktu yang ideal untuk mempelajari kunci segel ini.


Namun dengan bantuan smartphone miliknya, Zen akhirnya hanya membutuhkan beberapa detik dan rasa sakit saja, untuk memahami segel yang mengikat anak perempuan didepannya.


“Oke, Kakak akan membuka segel yang mengikatmu, tetapi jika merasakan sesuatu yang tidak nyaman, langsung bilang kepada Kakak oke?” kata Zen dengan lembut kepada gadis kecil didepannya.


“Mm-Mm” gumam anak perempuan didepannya sambil mengangguk.


Perlahan Zen mulai menyentuh bagian dibawah dada anak perempuan didepannya dan mulai mengalirkan mananya, dan mulai merasakan garis mana pada tubuh anak perempuan didepannya. Dengan kosentrasi penuh, Zen akhirnya menemukan garis mana yang menjadi sumber dari segel yang menyegelnya.

__ADS_1


Setelah menemukannya, Zen langsung mengalirkan elemen cahayanya dan mengikat seluruh segel yang menyegel anak perempuan didepannya itu.


“Release”


__ADS_2