
Seorang pria masih mengawasi pertarungan yang berada didepannya dengan tenang. Dia seakan membiarkan saja anak buahnya yang mengurus kecoa – kecoa yang mencoba menghentikan rencananya pada desa ini dan mengawasi mereka dari sana.
Namun saat masih asik memperhatikan pertarungan didepannya, seorang pria saat ini langsung berdiri disebelahnya dan akan melaporkan sesuatu kepadanya.
“Tuan Utusan, aku sudah menenangkan penduduk desa ini” kata pria yang baru saja datang yang ternyata merupakan kepala desa dari desa ini.
“Bagus... lalu mari kita mulai ritual kita” kata pria yang dipanggil utusan itu dan mulai melesat menghilang dari sana, diikuti oleh Kepala Desa dan beberapa pengikutnya.
Dengan menghilangnya mereka, tidak serta merta pertarungan yang terjadi antara enam orang melawan ratusan pengikut organisasi sesat itu selesai, yang dimana saat ini mereka sedang bertarung secara intens.
“Sial mereka hidup lagi” teriak Zen yang sudah menusuk menembus dada dari seorang yang dilawannya dan orang itu kembali bangkit.
Tetapi setelah dia melihat orang itu hidup lagi, Zen mulai membakarnya menggunakan skill apinya, dan membuat musuh yang dilawannya mulai terbakar. Tetapi anehnya, mereka tidak merasakan rasa sakit dan mulai bengkit kembali, walaupun pria yang dilawan Zen sudah dibakar sedemikian rupa.
“Apa harus aku ubah menjadi abu?” kata Zen yang menyaksikan bahwa pria yang sudah dibakarnya, menjadi seorang pria dengan bara api diseluruh tubuhnya dan kembali menyerangnya.
Namun tindakan pria yang dilawan Zen mulai terhenti, setelah Alice mulai membekukannya. Melihat itu Zen hanya menatap wanita yang bertarung bersamanya itu, yang dimana dirinya mulai menghancurkan bongkahan es yang dia ciptakan tadi.
Dengan hancurnya es yang membekukan para musuh yang dilawan oleh Zen, tubuh yang terkurung didalamnya juga ikut hancur berkeping – keping, sehingga membuat pertarungan itu akan mudah jika Zen bertarung bersama Alice.
“Bagus...teruslah bekukan mereka dan aku yang akan menghancurkannya” kata Zen.
“Aku akan berusaha” kata Alice dan kembali menyerang beberapa musuh yang masih tersisa.
Disisi lain, party petualang juga mengalami pertarungan yang intens, karena mereka juga mengalami kesusahan melawan para manusia yang susah mati yang sedang mereka lawan. Namun untungnya, mereka mempunyai Ari.
Ari terus mengeluarkan sihir penghancurnya dan terus membunuh satu persatu musuh yang dilawannya. Tetapi setelah membuat barier saat pertarungan sebelumnya dan mengeluarkan sebuah sihir penghancur secara terus menerus, saat ini mananya sudah mulai menipis.
“Aku kehabisan mana potion” teriak Ari kepada rekan – rekannya.
“Sial” gumam Benard yang melihat bahwa keadaan mereka saat ini mulai berat.
Dengan tidak adanya sihir dari Ari, dipastikan mereka akan susah melawan para manusia sesat yang sedang mereka lawan, karena mereka terus hidup jika tubuh mereka tidak dihancurkan.
Bahkan jika mereka hanya memutuskan kepala dari lawan mereka, tubuhnya masih bisa bergerak dan mulai kembali mengambil kepalanya yang sudah terpotong dan memasangkannya kembali.
Namun angin segar mulai menghampiri mereka, karena sebuah sihir es besar mulai menerjang kearah musuh – musuh yang sedang mereka hadapi. Setelah semua musuh yang mereka lawan membeku, seseorang dengan kecepatan yang sangat cepat mulai menghancurkan bongkahan itu menjadi serpihan es yang sangat kecil.
__ADS_1
“Teruskan Alice” teriak Zen setelah menghancurkan seluruh bongkahan Es yang diciptakan oleh Alice.
“Sabarlah... aku harus memulihkan manaku terlebih dahulu” kata Alice yang meminum sebuah mana potion untuk
memulihkan mana miliknya.
Menggunakan elemen lanjutan sangat menguras mana, sehingga Alice terus menerus menggunakan Mana Potion yang diberikan kepadanya oleh Zen. Alice tidak tahu dari mana Zen mempunyai mana potion sebanyak itu, namun dia tidak menghiraukannya dan terus melawan musuh yang berada didepannya.
Dengan kerja sama keenam orang yang sedang bertarung bersama, mereka akhirnya berhasil membasmi semua musuh yang mereka hadapi itu. Dengan rasa kelelahan, beberapa dari mereka mulai merebahkan tubuh mereka ditanah pada tempat pertarungan mereka tadi.
“Aku akan menggunakan skill penyembuhan kepada Lexi terlebih dahulu” kata Ari yang melihat kawannya itu mendapatkan banyak luka pada tubuhnya.
Memang selain elemen cahaya, pengguna elemen air bisa menggunakan sebuah sihir yang berguna untuk penyembuhan, walaupun hasilnya tidak akan sebagus pengguna elemen cahaya.
“Ini, gunakanlah” Namun tindakan Ari terhenti, setelah Zen memberikannya sebuah Healing Potion kepadanya.
“Terimakasih Zen” balas Ari dan langsung berlari kearah Lexi yang sudah berbaring dengan beberapa luka yang terdapat pada tubuhnya.
“Kita akan mencari sisa – sisa anggota mereka, beserta pria yang merupakan ketua dari kelompok ini setelah kalian semua selesai beristirahat” kata Benard setelah melihat kondisi rekan – rekannya yang sudah kelelahan.
Zen sendiri saat ini hanya mencari tempat untuk beristirahat sambil menunggu para rekannya itu menyembuhkan diri dan beristirahat. Walaupun Zen tidak terlalu lelah, tetapi tidak bijak untuk melanjutkan penyerangan ini dengan anggota yang tidak siap.
“Aku hanya baru membangkitkannya saja” balas Zen beralasan.
“Benarkah? Memang bertarung dengan pengguna Elemen Cahaya memang berbeda” kata Alice.
Elemen Cahaya memang mempunyai fungsi lain, yaitu bisa meningkatkan kekuatan sihir dan beberapa skill, selain kegunaan utamanya dalam penyembuhan dan penyegelan. Hal ini juga yang membuat pengguna elemen ini sangatlah kuat.
“Dan juga, pasti karena dirimu merupakan Double Stats makanya kekuatanmu juga lumayan kuat” lanjut Alice.
Mendengar hal itu kembali, Zen akhirnya menyadari bahwa dirinya tidak memahami maksud Alice tentang Double atau Triple Stats yang dia bicarakan sedari tadi.
“Apa sebenarnya mahsutmu tentang Doubel Stats yang terus kamu ucapkan itu?” tanya Zen.
Sebenarnya, Zen bisa saja mencarinya pada Smarphone miliknya, namun karena Alice bersedia menjelaskannya, tentu saja Zen menerima kebaikan wanita itu dengan senang hati.
“Kamu benar – benar tidak mengetahuinya? Lalu saat pengecekan tingkat stats saat kecil, kamu mendapatkan tingkat apa?” tanya Alice yang belum paham mengapa Zen sama sekali tidak tahu menau tentang status stats.
__ADS_1
“A-Aku tidak tahu. Yang aku tahu hanya latihan untuk memperkuat diriku saja” kata Zen yang mencoba mengarang perkataannya, karena memang dirinya tidak mengetahui informasi apapun tentang namanya Double atau tripple stats.
“Lalu bagaimana caramu menaikan levelmu?” tanya Alice kemudian.
“Keluargaku punya Leveling Orb, jadi aku hanya melihat bahwa levelku bisa naik, lalu aku meningkatkannya” Balas Zen.
Memang Zen sudah menyiapkan sebuah jawaban untuk pertanyaan yang seperti ditanyakan Alice kepadanya, karena memang Zen saat ini bisa menaikan levelnya kapan saja menggunakan Smartphone miliknya. Tentu saja Zen tidak akan memberitahu tentang smartphonenya dan menggunakan alasan itu jika ada yang menanyakan tentang bagaimana dirinya menaikan levelnya.
“Hahh... memang kabar tentang sang Pangeran Tanpa Cahaya hanya suka meningkatkan kekuatannya ternyata benar.” Kata Alice.
Kabar tentang seorang pangeran kerajaan Heilight dari permaisuri utama yang tidak memiliki elemen cahaya, sangat diketahui oleh masyarakat. Mereka menyebutnya Pangeran Tanpa Cahaya, dan dirinya sangat amat terkenal karena statusnya itu.
Jadi tidak heran jika beberapa orang akan mengetahui informasi tentang Zen, termasuk sifat dirinya saat masih tinggal di Kerajaan Heilight.
“Lalu bisakah kamu menjelaskannya?” tanya Zen.
“Baiklah... kamu tahukan jika kita ingin meningkatkan level, maka salah satu stats kita harus mencapai level S agar kita bisa menaikannya?” tanya Alice.
“Aku tahu” jawab Zen sambil mengangguk.
“Maka orang itu disebut dengan Single Stats” kata Alice, yang membuat Zen mulai memahami sesuatu.
“Berarti jika orang - orang dengan Double Stats harus mencapai dua buah status S untuk menaikan level mereka?” tanya Zen memperjelas.
“Tepat” balas Alice yang mendengar bahwa Zen sudah paham.
“Lalu, apakah dengan status seperti itu mereka mempunyai beberapa kelebihan?” tanya Zen kemudian.
“Ya... seperti contohnya diriku yang mempunyai Double Stats. Aku bisa memakai dua Job, seperti Fighter karena aku meningkatkan status STR. Dan Mage, karena aku juga menigkatkan status MAG miliku. Lalu, kekuatan kita juga akan lebih kuat 50% dari level utama kita” kata Alice.
“50%?” kata Zen mencoba mengkonfirmasi perkatan Alice itu.
“Yap.. Jika seorang dengan double stats memiliki level 10, kekuatannya akan setara dengan seorang single stats yang mempunyai level 15, karena peningkatan levelnya sebanyak 50% dari status biasa” balas Alice.
“Lalu bagaimana dengan Triple stats?” tanya Zen.
“Kekuatan mereka akan dua kali lipat dari status mereka atau setara 100% dari kekuatan asli mereka” kata Alice.
__ADS_1
Mendengar itu, Zen hanya mulai memahami besar kekuatan didunia ini. Tetapi dia mulai mengingat, bahwa dirinya harus mencapai empat status S untuk menaikan levelnya. Namun saat dia ingin bertanya lebih lanjut, sebuah lingkaran sihir besar mulai muncul dibawah kakinya dan menyebar memenuhi seluruh bagian dari desa ini.
“Apa ini?”