
Zen saat ini sudah berdiri didepan sebuah gedung klasik yang bisa terlihat sangat mewah pada bagian dalamnya. Walaupun dirinya belum memasuki gedung itu, bisa terlihat dari luar tempat itu lumayan mewah.
Zen lalu memasuki bangunan itu dan dirinya disambut oleh seseorang yang merupakan resepsionis, karena memang tempat tersebut merupakan sebuah restoran yang mewah yang berada di kota ini. Setelah menjelaskan maksud kedatangannya ketempat ini, wanita itu langsung membimbing Zen menuju kesebuah tempat yang terlihat seperti tempat pemotongan daging.
“Maafkan saya tuan. Perkenalkan nama saya Jim, manager dari Restoran Conra ini. Saya mendengar anda membawakan pesanan yang kami buat pada Guild Petualang, apakah benar seperti itu tuan?” balas seorang pria yang berusia 40 tahunan kepada Zen, setelah bawahannya tadi memberitahu tentang kedatangan Zen ketempat ini.
“Ah... iya saya Zen petualang yang menyelesaikan permintaan anda Tuan” balas Zen dengan ramah.
“Kalau begitu, anda bisa menaruh buruan anda di atas meja ini Tuan Zen” kata pria itu kemudian dan mempersilahkan Zen mengeluarkan hasil buruannya dan meletakan pada tempat yang sudah disediakan.
Zen yang mendengarkan permintaan pria itu, langsung mengeluarkan store gem miliknya dan mengeluarkan dua ekor Banteng yang bernama banteng Lembut Liar. Tetapi tanpa disadari oleh Zen, apa yang dia lakukan itu membuat orang yang berada di sana sangat terkejut.
“D-Dua ekor?” kata pria yang merupakan manager restoran ini, setelah Zen mengeluarkan dua ekor banteng putih buruannya.
“Apakah kurang?” tanya Zen kemudian yang sangat bingung memperhatikan reaksi mereka, setelah dirinya menaruh dua ekor banteng berwarna putih di atas sebuah meja.
“B-Bukan itu tuan, saya hanya terkejut saja, karena seseorang berhasil membawakan kami dua ekor banteng lembut liar dengan kondisi yang sangat bagus.” Kata pria tersebut.
Tentu saja manager itu terkejut, karena biasanya party yang mengambil permintaan dari restorannya, hanya berhasil membawa satu ekor banteng lembut dan itu pun kondisinya telah rusak karena mereka harus berjuang untuk mendapatkannya.
“Benarkah... Kalau begitu bisakah kamu menandatangani surat permintaan ini” kata Zen yang mengeluarkan kertas permintaannya dan meminta orang dihadapannya untuk menandatangani kertas tersebut.
Memang untuk menyelesaikan sebuah permintaan, petualang harus memiliki bukti penyelesaian seperti membawa barang yang diminta, atau tanda tangan dari orang yang membuat permintaan kepada Guild Petualang, sebagai bukti bahwa mereka sudah menyelesaikan permintaan itu dengan baik dan benar.
“Baiklah, mari kita menuju kantor saya untuk memproses pembayaran dan penyelesaian permintaan kami Tuan Zen” kata pria itu dan menuntun Zen kearah sebuah ruangan.
Setelah dipersilahkan masuk dan duduk, Zen mulai duduk dihadapan pria yang saat ini sedang mengeluarkan beberapa koin yang akan dibayarkan kepada Zen, atas pencapaian dirinya menyelesaikan permintaan mereka.
“Tunggu, bukankah misi ini seharga 50 Silver?” tanya Zen karena dirinya menerima bayaran yang melebihi dari bayaran yang sudah ditentukan.
“Itu karena anda membawakan kami banteng lembut yang utuh kepada kami Tuan” jawab pria itu menjelaskan.
Memang, terkadang petualang yang menyelesaikan permintaan ini, hanya bisa membawa buruan mereka dengan kondisi yang tidak utuh, karena mereka harus bertarung sepenuhnya melawan segerombolan banteng buruan mereka agar bisa memburu salah satu dari mereka.
Zen yang mendengar penjelasan dari pria didepannya hanya mengangguk saja, karena memang jika dirinya tidak menggunakan trik untuk menangkap mereka, dirinya juga akan sangat kesusahan dalam memburu banteng berwarna putih tersebut.
__ADS_1
“Apakah tuan ingin menandatangani permintaan eksklusif dari kami?” tanya pria yang berada didepannya setelah mengembalikan kertas permintaan Zen yang sudah dia tandatangani.
“Permintaan Eksklusif?” tanya Zen.
“Ya.. permintaan yang hanya ditujukan untuk anda. Ya bisa dikatakan seperti anda akan bekerja untuk kami untuk permintaan tertentu” kata pria tersebut.
“Tapi sepertinya aku tidak berniat melakukannya” kata Zen yang menurutnya lebih baik mengerjakan misi - misi yang dirinya dapat secara normal.
“Benarkah, padahal hal ini akan membuat peringkat petualang anda cepat meningkat” balas pria didepannya kembali.
Permintaan Eklusif merupakan permintaan dari salah satu pihak yang ditujukan kepada seseorang atau party yang berasal dari Guild Petualang dan mereka ditunjuk secara khusus untuk menerima permintaan mereka. Kontrak ini memiliki beberapa keuntungan, seperti pembayaran permintaan yang lebih meningkat, dan juga mendapatkan poin peningkatan peringkat yang lebih banyak dari yang biasanya.
Banyak petualang sangat senang mendapatkan kontrak ekslusif, karena mereka secara langsung memiliki misi aktif yang terus berlangsung, sehingga poin peningkatan peringkat mereka akan terus meningkat.
Tentu saja Zen yang mendengar tentang peningkatan tingkat peringkat dengan cepat, membuat dirinya mulai tertarik oleh perkataan pria didepannya, karena memang Zen juga ingin agar peringkat petualangnya cepat meningkat agar dirinya bisa cepat memasuki Great Dungeon.
“Tetapi tuan, aku tidak akan tinggal lama di kota ini” balas Zen kemudian.
“Tidak apa – apa tuan, kami bisa mengatur isi kontrak untuk anda secara langsung, seperti salah satunya permintaan yang tidak terikat” balas pria tersebut yang meyakinkan Zen untuk dapat bekerja sama dengan dirinya.
“Benarkah... kalau begitu apakah aku harus membawakan anda banteng Lembut setiap hari?” tanya Zen kemudian.
“Hm... aku bisa melakukannya” balas Zen yang menanggap misi ini akan sangat mudah jika dikerjakan olehnya.
“Lalu anda ingin durasi kontrak ini sampai kapan tuan?” tanya pria tersebut yang mulai mengeluarkan sebuah kertas untuk mencatat permintaan dari Zen terkait isi kontraknya.
“Hm... mungkin hingga aku menyentuh petualang peringkat C” balas Zen.
“Baiklah, apakah ada yang ingin anda tambahkan didalam kontrak ini tuan?” tanya pria itu kembali.
Zen mulai memikirkan matang – matang atas jawaban yang akan dirinya berikan dari pertanyaan yang dilontarkan dari pria yang berada dihadapannya. Namun menurut Zen, saat ini dirinya tidak memiliki permintaan khusus dan mulai menggelengkan kepalanya menandakan bahwa dia puas dengan ketentuan yang sudah mereka sepakati sebelumnya.
“Baiklah, kalau begitu kami akan mengirimkan permintaan eksklusif resmi kepada Guild Petualang untuk di sahkan.” Kata pria tersebut yang membuat Zen mulai mengangguk paham sambil tersenyum.
Sebenarnya Zen cukup senang dengan permintaan ekslusif ini, karena sebenarnya dia memiliki ratusan tubuh dari banteng lembut yang berada didalam penyimpanannya dari hasil buruannya tadi.
__ADS_1
Awalnya, Zen ingin menjualnya per ekor. Tetapi sepertinya keberuntungan datang kepadanya, karena dia mendapatkan sebuah permintaan eklusif, dan dia tidak perlu repot – repot untuk menyelesaikannya karena memang dirinya sudah mempunyai banyak banteng lembut hasil buruannya tadi.
“Senang berbisnis dengan anda tuan Zen” kata pria itu menjabat tangan dari Zen.
“Sama – sama Tuan” Balas Zen yang sebenarnya sangat puas dengan ketentuan ini.
Walaupun dirinya mempunyai banyak sekali banteng lembut utuh yang sudah dia buru didalam penyimpannya, Zen juga tidak khawatir jika memang semua hasil buruannya habis karena memang dirinya mempunyai sebuah trik untuk menangkap mereka.
.
.
“Ya.. sepertinya itu rencana yang bagus” gumam Zen sambil menatap sekumpulan banteng putih yang masih bergerombol.
Zen lalu mulai mengalirkan petir pada seluruh tubuhnya, lalu menggabungkannya dengan elemen cahaya miliknya dan dengan sekejap melesat dengan cepat kearah gerombolan banteng putih tersebut. Sambil melesat kearah mereka, pada telapak tangan milik Zen, dirinya sudah mulai membentuk beberapa aliran listrik yang siap dia gunakan untuk menyerang.
Setelah dirinya sampai didekat seekor banteng berwarna putih itu, Zen langsung menyetrum banteng yang diincarnya itu dengan petir bertegangan tinggi buatannya hingga banteng itu meninggal seketika. Setelah memastikan banteng itu meninggal, Zen langsung menyentuhnya tubuh dari banteng yang sudah meregang nyawa tersebut dan memasukannya kedalam penyimpanannya, lalu kabur dari sana tanpa terdeteksi oleh kawanan banteng yang lainnya.
“Aku berhasil” kata Zen yang saat ini kembali keatas pohon tempatnya tadi, dan melihat penyimpanannya terdapat seekor banteng lembut yang sudah berhasil dia buru.
Kawanan banteng yang kehilangan salah satu anggotanya hanya bingung, karena saat mereka ingin menyerang Zen, pria itu sudah melesat meninggalkan mereka dan melarikan diri, setelah salah satu kawanannya itu menghilang seketika.
“Baiklah, mari kita lanjutkan” gumam Zen.
Dan begitulah lamunan Zen berakhir, karena dirinya mengingat cara dirinya memburu banteng lembut liar. Zen sangat puas dengan keputusannya untuk memburu ratusan banteng tersebut, karena dia hanya perlu menyerahkannya banteng - banteng itu setiap harinya menuju restoran ini dan mengambil beberapa permintaan lain untuk meningkatkan peringkat petualangnya.
Dengan perasaan yang senang, Zen akhirnya mulai meninggalkan restoran mewah tersebut dan menuju Guild Petualang untuk melaporkan hasil permintaan yang diterimanya.
Dengan langkahnya yang mantab, Zen mulai menelusuri jalanan kota ini dan menuju Guild Petualang dengan perasaan bahagia, sehingga dia tidak menyadari bahwa beberapa anggota dari sebuah party sedang menatapnya saat ini.
“Bukankah itu dia?” tanya seorang wanita yang berada di party tersebut.
“Ya, berlengan satu dan berambut putih. Sudah sangat jelas siapa dia” kata seorang wanita yang berada disebelah wanita yang mengenali ciri – ciri Zen.
“Mari kita menyapanya” kata pria dengan full armornya yang merupakan pemimpin mereka dan mulai memimpin kelompoknya menuju kearah Zen.
__ADS_1
Zen masih tidak menyadari bahwa sebuah party sedang datang kearahnya, hingga dia mendengar suara seorang wanita memanggil namanya cukup keras.
“Zen!”