
Seorang gadis kecil berumur 5 tahun saat ini sudah duduk pada sebuah kursi, dimana seorang pria berlengan satu saat ini sedang merawatnya. Dengan tangannya yang bercahaya, akhirnya apa yang dirinya lakukan itu sudah selesai.
“Bagaimana Zen?” tanya Lenneth melihat tindakan dari Zen itu sudah terhenti.
“Sabar, biar aku memeriksanya sekali lagi” ucap Zen yang kembali mengeluarkan smartphone miliknya dan menggunakan fitur scan untuk memeriksa keadaan Kileni kembali.
“Yap... sudah selesai” ucap Zen yang dimana semua hal yang menyangkut tentang kesehatan dari Kileni atas proses yang dirinya lakukan tadi akhirnya sudah tuntas sepenuhnya.
“Syukurlah...” ucap serempak beberapa orang yang berada di ruangan tersebut.
Zen juga cukup senang, karena ini merupakan pertama kalinya dirinya mencoba sebuah hal yang baru dan membuahkan hasil. Berkat pengetahuan yang langsung masuk kedalam otaknya, langsung membuat apa yang dilakukannya bisa dikatakan sangat amat sukses.
Hal itu terlihat setelah Lucas dan Lenneth sudah memeluk dengan erat putrinya itu, setelah permasalahan tentang penyakitnya sudah terselesaikan dan membuat pemandangan itu menjadi sangat mengharukan untuk dilihat.
“Terima kasih Zen” begitulah ucapan Mira yang langsung berdiri disebelah Zen.
Mira sangat tahu tingkat kefrustasian dari Lenneth dan Lucas, tetapi dirinya tidak bisa berbuat apapun karena memang penyakit yang dialami oleh Kileni bisa dikatakan sangat langkah, dan orang yang bisa menyembunyikannya bisa dihitung dengan jari jumlahnya.
“Sama-sama, lagipula bukankah kalian juga pernah menyelamatkan diriku dahulu” ucap Zen kemudian.
“Ya... kalau begitu ada untungnya juga berarti kami menyelamatkanmu waktu itu”ucap Meso dengan nada bercandanya dan langsung menepuk punggung dari Zen yang mengapresiasi hasil kerjanya.
“Yap...” balas Zen singkat dan akhirnya mereka mulai tertawa bersama.
Kehangatan, itulah yang bisa dirasakan ditempat ini, yang dimana sebuah keluarga sudah berhasil mewujudkan mimpinya atas bantuan dan dukungan dari orang-orang terdekat mereka, dan membuat pemandangan itu sangat indah untuk dilihat.
__ADS_1
.
.
“Jadi pihak Heilight semakin menekan pihak Guild Petualang ya...” balas seseorang setelah mendapatkan sambungan suara dari communication gem yang berada ditangannya.
“Iya guru. Dari informasi yang aku dapatkan, mereka kesal karena informasi tentang pangeran Zen seakan ditutup tutupi oleh pihak Guild Petualang” balas orang yang menghubungi pria tersebut.
“Hm... tetapi untungnya masih ada perbedaan pendapat diantara mereka bukan?” tanya pria itu kembali.
“Benar guru. Dan hal ini juga yang membuat kami bisa menahan tekanan dari mereka” balas pria yang saat ini sudah selesai mengatakan seluruh informasi yang dirinya punya kepada pria yang dirinya hubungi itu.
Saat ini seorang pria paru baya terlihat sedang duduk pada kursi yang berada didalam ruangannya, dan sedang menerima informasi pergerakan dari pihak sebuah kerajaan besar yang sedang mengincar informasi dari seorang petualang yang berada didalam organisasinya.
Walaupun dirinya bisa menghalau tindakan dari kerajaan tersebut, tetapi cukup merepotkan juga jika mereka melawan mereka secara terang-terangan dan membuat pria itu mulai memikirkan rencana selanjutnya untuk melindungi salah satu anggota organisasinya.
“Baiklah kalau begitu guru. Namun, apakah pertunangan yang akan anda lakukan antara dirinya dengan putri anda akan dibatalkan? Karena sepertinya rencana itu tidak kunjung dimulai” balas muridnya itu kembali.
Memang niat awal mereka dalam melindungi sebuah aset besar yang sudah masuk kedalam organisasi mereka adalah mengikatnya secara langsung dengan sebuah pernikahan. Namun naasnya, sepertinya putri dari pria itu seakan tidak tertarik dengan pria yang akan dijodohkan kepadanya
“Kamu tahu sendiri watak Mikaela. Bahkan dirinya pergi sendiri menuju kerajaan Raven untuk melihat sendiri pria yang akan aku jadikan suaminya kelak.” Balas pria itu kembali.
Mikaela atau yang dikenal sebagai resepsionis yang amat terkenal kecantikannya, dan bekerja pada sebuah Guild Petualang cabang Great Dungeon kerajaan Raven, memang sengaja bekerja ditempat itu untuk mengawasi seseorang.
Setelah mendengar rencana ayahnya dahulu, tentu saja dirinya menolak dengan tegas perkataannya yang menyuruhnya untuk menikahi salah satu pangeran terbuang dari sebuah kerajaan.
__ADS_1
Walaupun dirinya tidak dipaksa untuk menikahinya oleh Ayahnya, tetapi Mikaela cukup kesal jika Ayahnya terus menerus mengungkit rencananya itu kepadanya, dan membuat Mikaela memutuskan untuk memberikan sebuah syarat agar dirinya mau menikahi pria tersebut.
Syaratnya yaitu dirinya akan melihat sendiri kelayakan calon suaminya itu. Dan dirinya berhak menolak jika memang pria itu tidak sesuai dengan kriterianya, dan Ayahnya tidak boleh kembali memaksanya jika dirinya sudah menolak pria tersebut.
“Benarkah begitu guru. Lalu apakah dirinya sebenarnya sangat mencintaiku kalau begitu, karena dirinya sampai saat ini menolak semua pria yang akan dijodohkan untuknya?” ucap murid pria itu kembali.
“Apakah kamu ingin aku cambuk menggunakan cambuk neraka kembali Ray?” balas pria itu kembali yang cukup kesal bahwa muridnya itu masih mencoba mencari kesempatan untuk dekat dengan putrinya.
“Aku hanya bercanda guru.” Balas muridnya itu dengan diiringi dengan suara tawa, walaupun sebenarnya dirinya mulai merinding saat gurunya berkata akan mencambuknya dengan cambuk neraka.
Ya, murid dari pria yang sedang diajak berbicara dengan gurunya itu merupakan Ray, Guild Master dari kota Pavel yang pernah ditemui oleh Zen dulu. Karena memang saat ini mereka sedang berbincang dengan permasalahan yang sedang dialami oleh Zen.
Kerajaan tempat asalnya memang sedang memanas. Tentu saja orang-orang yang haus kekuasaan saat ini sudah mulai menunjukan taringnya. Dengan sikap ketidak pedulian rajanya, akhirnya permasalahan itu semakin parah.
“Kalau begitu, kamu terus saja awasi pergerakan kerajaan Heilight. Dan jika permasalahan itu tidak bisa kamu atasi, cepat hubungi diriku dan aku yang akan menyelesaikannya” balas pria itu kepada muridnya.
“Baiklah Guru” balas Ray yang sudah menyudahi komunikasi mereka.
“Hahh... pangeran tanpa cahaya. Mengapa permasalahan dirimu hingga saat ini belum terselesaikan” ucapnya sekali lagi sambil bersandar pada kursi yang sedang dia duduki.
Dirinya kembali menutup matanya dan membayangkan kejadian masa lalu, yang dimana dirinya dilatih oleh seorang Raja dari kerajaan besar. Dirinya merupakan murid kebanggaan gurunya, bahkan dirinya bisa bersaing dengan seimbang dengan putra gurunya itu.
Namun bukan ingatan tentang hubungan dengan guru dan anaknya itu yang membuatnya mengingat masa lalu. Tetapi seorang wanita yang juga ikut menjadi salah satu murid dari Raja yang dikenal sangat bijaksana tersebut.
Wanita cantik yang selalu tersenyum dan sangat ramah kepada siapapun. Bahkan karena kecantikan dan sifatnya yang seperti itu, anak dari Raja tersebut langsung meminangnya menjadi Istrinya dan menjadikannya Permaisuri utama dari kerajaannya.
__ADS_1
“Akan aku pastikan putramu dan semua anakmu akan aku lindungi Hera”