Kehidupan Aneh Yang Kujalani

Kehidupan Aneh Yang Kujalani
Kebutuhan


__ADS_3

Kileni Hile, begitulah nama seorang gadis kecil yang saat ini berusaha untuk duduk dengan tenang dan menantikan seorang pangeran yang diceritakan oleh Ibunya yang akan datang menuju kediamannya untuk menyembuhkannya.


Penyakit yang membuatnya sangat tersiksa tidak membuat dirinya menyerah untuk menunggu seseorang saat ini, karena dia berusaha menahan semua rasa sakit yang dia rasakan untuk setidaknya melihat dan menyambut secara langsung pangeran yang mungkin akan menyembuhkannya.


Dengan mata yang mulai berat karena kelelahan, Kileni sebisa mungkin menahannya hingga apa yang dia tunggu akhirnya tiba. Ayahnya mulai mendekati arah rumahnya bersama salah satu pria tampan yang sedang mengiring kuda putihnya yang ditunggangi oleh seorang gadis cantik.


“Apakah dia pangerannya Ibu?” tanya Kileni kepada Ibunya.


Ibunya hanya menatapnya lalu tersenyum dan mengangguk menandakan bahwa pria yang baru saja datang bersama Ayahnya itu merupakan pria yang sedari tadi bahkan dua hari yang lalu dia sudah tunggu.


“Selamat datang Pangeran Zen” kata Ibu dari Kileni.


“Panggil aku Zen saja Bibi... tidak perlu memanggilku dengan sebutan pangeran” balas Zen yang sedikit membungkuk dan membalas sapaan dari wanita yang berada didepannya.


“Biar aku yang membimbing kudamu menuju kandang kuda milikku Zen” kata Lucas yang meminta tali kuda milik Zen.


Mendengar hal itu, Zen mulai memberikan tali pengikat kudanya kepada Lucas dan mulai menggendong adiknya untuk diturunkan kebawah, sebelum Lucas membawa kudanya menuju kandang kuda yang berada dibelakang dari kediaman ini.


“Siapa namamu gadis cantik?” tanya Zen kemudian yang mensejajarkan tubuhnya dengan seorang gadis yang sedang duduk di kursi roda.


“K-Kileni P-Pangeran” jawab Kileni dengan gugup, karena ini pertama kali dirinya mengobrol dengan orang baru.


Kileni sampai saat ini hanya akrab dengan orang tuanya, lalu dengan beberapa keluarganya beserta anggota party petualang milik orang tuanya. Jadi dia jarang akrab dengan beberapa orang baru, karena penyakit yang dirinya alami mengharuskan dirinya untuk selalu beristirahat.


“Panggil saja aku Kakak oke” balas Zen. Dan dibalas anggukan malu – malu oleh Kileni.


“Ah dan juga ini adikku. Yui cepat perkenalkan dirimu” kata Zen yang saat ini menatap adiknya yang masih diam tak bersuara.

__ADS_1


Yui merupakan tipe seorang yang tidak banyak bicara terhadap orang yang baru saja dia temui, tetapi saat dirinya sudah mengenal mereka, dia akan menjadi sangat akrab dan mungkin berperilaku sangat bersahabat kepada mereka.


“Perkenalkan namaku Yui Gwillyn” balas Yui sambil menunduk kepada dua orang yang berada didepannya.


“Halo Yui senang berkenalan denganmu, nama bibi Lenneth Hile ibu dari gadis yang berada di depanmu ini” balas Ibu dari Kileni.


Tentu saja wanita bernama Lenneth sangat mengenal Yui, karena aura mengerikan yang dikeluarkan dirinya saat melihat Kakaknya terluka sebelumnya. Tetapi saat melihatnya sekarang, sepertinya gadis itu terlihat sangat imut.


“Apakah kita bisa memeriksanya sekarang?” tanya Zen kemudian.


“Ah... baiklah, kalau begitu mari masuk Zen, aku akan membawa putriku menuju kamarnya dan kamu bisa memeriksanya di sana” balas Lenneth kepada Zen.


Lucas juga sudah kembali dari menggiring kuda milik Zen menuju kandang kudanya dan mulai mengikuti langkah Zen yang sudah beranjak masuk kediamannya. Kileni sendiri saat ini sudah digendong oleh Ibunya dan berjalan terlebih dahulu menuju kamar miliknya.


Zen mengikuti mereka hingga bisa terlihat sebuah kamar yang lumayan mewah dimana Lenneth Ibu dari Kileni sudah meletakan putrinya di atas tempat tidurnya.


“Silahkan Zen, kamu bisa memeriksanya” balas Lenneth yang penuh harap kepada Zen.


Disisi lain, Kileni sangat gugup karena saat ini pria yang dia panggil pangeran sebelumnya mulai menunjukan dirinya sebuah benda pipih lalu mulai menatap benda itu dengan intens dan tidak memperdulikannya.


“Hahh....” Zen mulai menghela nafasnya.


Memang Zen berhasil mengidentifikasi penyakit yang dialami Kileni, tetapi untuk dapat menyembuhkannya membutuhkan beberapa bahan untuk membantu Zen mengobati penyakit yang dialami oleh gadis kecil yang sedang terbaring ditempat tidurnya itu.


“Aku membutuhkan getah Bunga Salju dan ekstrak dari kelopak bunganya Paman.” Balas Zen kepada kedua orang Kileni yang setia menanti hasil pemeriksaan dari Zen.


Perkataan Zen membuat Lucas dan Lenneth bingung. Karena setahu mereka untuk menyembuhkan kondisi anaknya, hanya harus menggunakan sebuah skill elemen cahaya untuk menghilangkan penyakit yang dialami putri mereka.

__ADS_1


“Maaf sebelumnya Zen, tetapi apakah kami boleh tahu untuk apa tanaman langkah tersebut?” tanya Lucas.


“Tentu saja untuk menyembuhkan putrimu Paman” balas Zen singkat namun dirinya masih menatap smartphone miliknya untuk mencerna lebih detail dari informasi yang dirinya dapatkan.


“Maafkan kami Zen, tetapi menurut informasi yang kami ketahui, bahwa hanya dibutuhkan pengguna elemen cahaya saja untuk menyembuhkan penyakit putriku” balas Lenneth kemudian.


Bukan mereka meragukan Zen, tetapi permintaan Zen itu tidak sesuai dengan apa yang mereka ketahui dan harga tanaman yang baru saja Zen sebutkan itu sangatlah mahal. Mereka bisa saja membelinya tetapi mereka ingin tahu mengapa Zen membutuhkan tanaman tersebut.


“Ah... maafkan aku karena tidak menjelaskan kepada kalian” balas Zen yang menyadari dirinya belum menjelaskan apapun tentang penyakit yang dialami oleh Kileni kepada kedua orangtuanya.


Penyakit yang dialami Kileni sangat sederhana untuk sembuhkan jika dia bertemu dengan pengguna elemen cahaya. Pengguna dengan keuntungan dalam hal medis tersebut, tentu saja bisa menyembuhkan penyakitnya ini secara mudah termasuk Zen.


Zen hanya perlu menghapuskan seluruh mana beserta alirannya dan melenyapkannya dari tubuh Kileni. Tetapi efek sampingnya, Kileni akan hidup menjadi manusia biasa tanpa memiliki mana dan tidak bisa menggunakan sihir seumur hidupnya.


Begitulah penuturan jika beberapa dari mereka melihat sebuah catatan yang menuliskan tata cara menangani penyakit ini yang terdapat didalam berbagai catatan yang berada di dunia ini. Tetapi berbeda dengan Zen yang memiliki sebuah cara untuk menyembuhkan penyakit Kileni dan bisa membuatnya menggunakan mananya kembali.


“K-Kamu bisa menyembuhkan putriku dan mengembalikan pengendalian mananya?” tanya Lucas yang terkejut.


Didalam berbagai catatan, seseorang yang mempunyai penyakit ini dipastikan kehilangan kemampuan mengolah mananya jika disembuhkan, tetapi tidak jika ada seseorang yang mempunyai smartphone yang mempunyai berbagai informasi didalamnya.


“Ya.. sederhananya, aku akan menggunakan Bunga salju yang dikenal sebagai bunga mana untuk menciptakan sebuah jaringan mana baru, untuk mensiasati keadaan tubuh putrimu” balas Zen.


Sederhananya, Zen akan membuat aliran mana baru, yang dimana aliran mana itu bertujuan untuk memancing imun tubuh Kileni untuk menyerangnya. Lalu dengan aliran mana baru itu, Zen akan membuatnya terus berevolusi.


Dengan mengubah aliran mana baru itu, imun tubuh Kileni akan semakin intens menyerangnya karena Zen terus mengevolusinya dan membuat aliran mana lama dari Kileni akan dianggap tidak berbahaya dan tidak akan diserang oleh imun tubuhnya.


Dengan terus merevolusi aliran mana baru itu, akhirnya membuat imun tubuh Kileni akan lupa dengan aliran mana lama milik tubuhnya karena menganggapnya tidak berbahaya dan membuat aliran mananya tidak akan lagi diserang oleh imun tubuhnya sendiri.

__ADS_1


“Bagaimana? Apakah penjelasan dariku bisa dicerna oleh kalian?” tanya Zen yang susah payah menjelaskan semua pengetahuan yang dia dapatkan dari dalam smartphone miliknya.


“Tunggulah disini Zen, aku akan menuju ke Guild Perdagangan dan membeli bahan yang kamu butuhkan”


__ADS_2