
Porter, begitulah panggilan dari beberapa orang yang bertugas membantu para petualang untuk membawa barang perlengkapan mereka, bahkan membantu membawa beberapa hasil panen dari semua monster yang dikalahkan oleh para petualang.
Beberapa orang yang bekerja sebagai porter biasanya merupakan orang dengan rank rendah sampai beberapa orang yang benar – benar membutuhkan uang tanpa harus menjadi petualang. Termasuk seorang anak kecil bertelinga anjing yang saat ini sedang dikeroyok oleh beberapa orang.
“Cih... sudah untung kami membayar dirimu dengan baik dan kamu malah meminta lebih?!” teriak salah satu orang yang terlihat emosi dan sedang menendang anak kecil yang sudah terkapar di tanah bersama rekannya.
“A-Ampuni saya t-tuan” kata gadis kecil tersebut yang sudah terlihat keadaannya sudah sangat parah dan penuh dengan luka pada sekujur tubuhnya.
Awalnya gadis itu disewa oleh beberapa petualang yang akan memasuki sebuah Dungeon, namun naasnya saat dirinya menerima bayaran yang tidak semestinya dan ingin meminta bayarannya yang kurang itu, dirinya malah dipukuli oleh mereka.
“Cih... coba saja wajahmu sedikit cantik, pastilah dirimu akan semakin berguna” kata seorang lagi sambil membuang ludahnya kearah gadis kecil dari ras setengah hewan tersebut yang sudah tidak berdaya.
Miris memang perlakuan mereka, namun inilah salah satu resiko dari seseorang yang memasuki Great Dungeon ini. Walaupun sebenarnya gadis kecil itu mencoba peruntungannya menjadi seorang porter untuk mencari uang, tetap saja resiko ini yang harus dia jalani.
“Sudahlah, ambil lagi bayaran yang tadi sudah kita bayarkan kepadanya” kata seorang lagi dan mulai merampas uang yang sudah dirinya berikan kepada gadis kecil tersebut.
“J-Jangan Tuan... a-aku akan menerima p-pembayaran in-” namun perkataannya terhenti setelah salah satu dari mereka yang mengeroyoknya tadi mulai menendang perutnya kembali.
Dan begitulah nasib gadis malang itu yang sudah tergeletak didalam sebuah dungeon dan ditinggalkan sendirian di sana, hanya karena dirinya mencoba membela apa yang harusnya dirinya dapatkan.
“Apa yang harus aku lakukan Ayah... Ibu....” gumamnya sambil terisak, karena merasa hidupnya sangat berat saat ini.
Kedua orang tuanya memang sudah meninggal. Jadi untuk bertahan hidup, gadis kecil itu harus melakukan apapun untuk bisa melakukannya. Namun sangat susah mencari pekerjaan untuk seseorang yang masih dibawah umur sepertinya.
Hingga dirinya mendaftar menjadi seorang porter pada Guild Petualang. Memang Porter akan dilindungi oleh pihak guild petualang jika ada yang berbuat semena – mena seperti yang dialami oleh gadis kecil itu.
__ADS_1
Tetapi jika dirinya melakukan itu, semakin sedikit petualang yang ingin menyewanya karena mereka menganggap bahwa dirinya mencoba menjelekan diri mereka. Terlebih lagi sangat susah membuktikan perkataannya jika memang dirinya ingin melaporkan mereka.
Apalagi, gadis itu menjadi porter bukan melalui jalur yang legal, sehingga sangat sulit mengungkapkan apa yang dia alami saat ini, karena statusnya bisa dikatakan tidak terdaftar saat mengikuti kelompok yang menyewa jasanya tadi.
“Grrrrrrrrrr”
Namun belum puas gadis itu meratapi nasibnya yang sial, dirinya mendengar sebuah suara gumaman seekor monster yang menyerupai serigala dengan banyak mata di kepalanya yang mulai mendekatinya. Tentu gadis itu sangat takut dibuatnya karena dirinya tidak mempunyai kemampuan bertarung.
“Ayah... Ibu... tolong aku” ucapnya yang sudah gemetar ketakutan melihat monster itu semakin dekat dengannya.
Namun perkataannya hanya angin lalu bagi monster serigala itu dan mulai menyerangnya dengan ganas. Tetapi untungnya, gadis kecil itu masih bisa menghalangi gigitan monster yang menyerangnya menggunakan tas gendong yang dibawanya.
Melihat gigi dari serigala itu tersangkut pada tas yang dibawanya, gadis kecil itu langsung mencoba melarikan diri dari sana. Namun naas, serigala yang sudah berhasil melepaskan tas gadis itu dari mulutnya mulai mengejar gadis itu.
“Ahhhhh!!!!!”
“S-Sepertinya aku akan menyusul kalian” begitulah perkataan gadis itu yang sudah pasrah dengan keadaannya sambil terisak gemetaran.
Namun setelah dirinya berucap seperti itu, sebuah tebasan cepat langsung memutuskan kepala dari serigala yang mengigit dirinya. Tubuh dari monster itu langsung tergeletak, namun kepala dari monster serigala itu masihlah tertancap di kaki dari gadis kecil tersebut.
“Kamu tidak apa – apa?” tanya seseorang yang mulai mendekat kearah gadis malang itu.
Gadis kecil itu tentu langsung menangis, karena ternyata nyawanya masih selamat dan saat ini ternyata masih ada orang baik yang menolongnya. Bahkan saat ini pria itu mencoba menenangkan dirinya yang terlihat sangat tidak berdaya itu.
“Tahanlah sebentar oke, aku akan melepaskan kepala serigala ini dari kakimu” kata pria itu.
__ADS_1
Walaupun lengannya hanya satu, pria itu dengan berhati – hati mulai melepaskan gigitan dari kepala serigala yang masih menancap di kaki gadis setengah hewan itu. Hingga akhirnya kakinya sudah terlepas sepenuhnya dari kepala monster itu dan menyisakan bekas luka yang lumayan parah.
Perih memang, karena saat ini luka dikakinya bisa terlihat sangat parah dan darah terus keluar dari luka tersebut. Namun pria itu langsung menjulurkan tangannya pada luka gadis kecil itu, dan tiba – tiba tangannya mulai bercahaya.
“Tahanlah sebentar oke...”
.
.
Seorang wanita saat ini sedang mencoba memastikan bahwa data yang dia terima saat ini adalah benar. Dengan memeriksa kembali dan menghubungi beberapa orang yang berada didalam dungeon, wanita itu berusaha untuk mencari informasi yang sebenarnya dari apa yang dirinya lihat saat ini.
“Apa kamu yakin?” tanya Mikaela kepada seseorang melalui communication gem miliknya.
“Benar Nona Mikaela, bisa dipastikan bahwa petualang bernama Zen Gwillyn memang tidak membentuk sebuah party atau kelompok dan berpetualang sendirian hingga saat ini” balas orang yang ditanyai oleh Mikaela itu melalui communication gem miliknya.
Mikaela hanya mengangguk saja mendengar perkataan orang yang dihubunginya itu dan mulai mengakhiri panggilannya. Setelah itu Mikaela kembali memeriksa data yang menunjukan status Zen saat ini dan masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Apakah pengguna elemen cahaya memang akan sekuat itu?” gumam Mikaela.
Bisa terlihat bahwa Zen berhasil mengalahkan mini bos beberapa saat yang lalu tanpa bantuan sebuah kelompok. Datanya juga terekam dan Mikaela bisa melihatnya didalam data yang dimiliki oleh Guild Petualang, bahkan sudah mengkonfirmasi dengan staf Guild Petualang yang berada didalam Great Dungeon yang memantaunya.
Namun dirinya masih tidak mempercayai bahwa seseorang bisa melakukan semua itu sendirian. Bahkan Zen baru kali ini saja memasuki sebuah Great Dungeon dan mempunyai level yang masihlah dibilang rendah namun bisa menaklukan sebuah Great Dungeon hingga lantai 5 hanya dalam waktu yang hampir seminggu.
“Apakah Ayah benar – benar tidak salah memilih” gumam Mikaela.
__ADS_1
Mikaela terus menatap data milik Zen, namun kegiatannya itu harus terganggu karena seseorang mulai mendatangi meja tempatnya bekerja dan dengan sigap Mikaela menyambut orang tersebut seperti biasa.
“Selamat datang di Guild Petualang, ada yang bisa saya bantu?”