Kehidupan Aneh Yang Kujalani

Kehidupan Aneh Yang Kujalani
Perayaan


__ADS_3

Zen sudah menggandeng Yui dan mulai berjalan menelusuri jalan kota Pavel ini, dan membawanya menuju kesebuah tempat. Dengan berbekal informasi yang menyuruhnya untuk berkumpul di sebuah tempat, akhirnya dia dengan mantab melangkahkan kakinya menuju kesana.


“Ah itu mereka” kata Zen yang melihat seorang wanita menunggunya ditempat tujuannya.


“Halo Yui bagaimana kabarmu?” tanya Ari kepada Yui yang berjalan menghampirinya bersama Zen.


“Aku baik Kak, lalu bagaimana dengan Kakak?” tanya Yui kemudian yang cukup senang bertemu kembali dengan Ari.


Mereka akhirnya mulai berbincang sejenak dan kemudian Ari mulai menuntun mereka kearah rumah yang ditinggali Lexi beserta istrinya. Untungnya letak rumah Lexi tidak jauh dari tempat Zen bertemu Ari tadi, jadi saat ini mereka sudah tiba dikediamannya.


“Ini rumah dari Lexi... dan sepertinya teman – temanku yang lain sudah tiba” kata Ari dan mengajak Zen dan Yui untuk masuk kedalam kediaman dari Lexi.


Zen yang masih menggandeng Yui akhirnya memasuki kediaman sederhana itu, dan melihat beberapa orang sudah berada di sana. Lexi yang melihat kedatangannya, mulai menyambut Zen dan adiknya lalu mulai mengenalkan mereka kepada istrinya Ani.


Seorang wanita cantik saat ini sedang menggendong putranya yang baru saja dia lahirkan beberapa hari yang lalu. Dan kali ini Zen dibuat sangat terkejut kembali karena seorang Lexi yang pendiam ternyata menikahi seorang wanita yang cantik.


Walaupun jika dibandingkan dengan Alice, kecantikan dari Ani tidak sebanding dengannya, tetapi istri dari Lexi termasuk wanita yang cantik menurutnya dan menganggap Lexi sangat beruntung menikahi dirinya.


“Kami juga terkejut, saat mereka memberitahukan kami ingin menikah” kata Ari saat menjelaskan tentang hubungan dari Lexi dan Ani.


Memang Ani dahulunya merupakan salah satu anggota party Half Hand yang dipimpin oleh Bennard. Ani merupakan orang yang sangat ceria saat masuk kedalam party dari Bennard, tetapi mereka tidak menyangka bahwa dirinya menyukai Lexi rekan satu partinya yang sangat pendiam.


Mereka sangat terkejut mendengan kabar ini, tetapi sebagai rekan tentu saja mereka merasa senang, hingga akhirnya Lexi memberanikan diri untuk mengajak Ani menikah. Mereka sudah menikah selama setahun, dan Ani memutuskan pensiun setelah menikahi Lexi.


Yang dimana didalam pernikahan mereka ini, akhirnya kebahagiaan mereka bertambah setelah kelahiran putra pertama mereka beberapa hari yang lalu, dan saat ini Lexi memutuskan untuk merayakan hal bahagia ini bersama semua rekan – rekannya.


“Kisah yang menarik” gumam Zen.


Saat ini tempat ini sudah dipenuhi oleh beberapa orang, yang dimana Bennard saat ini sudah datang bersama pacarnya, dan Sif yang sedang mengajak bermain putra dari Ani dan Lexi.

__ADS_1


“Lalu bagaimana denganmu? Apakah kamu sudah memiliki pasangan?” tanya Zen kepada Ari.


Ari dan Sif juga termasuk wanita yang cantik, memang jika dibandingkan dengan Ani, mereka sedikit dibawah dirinya jika menyangkut tentang kecantikan, tetapi menurut Zen mereka termasuk wanita yang cantik.


“Ah... pacarku sebentar lagi datang dan tunangan dari Sif mungkin akan datang bersamanya” balas Ari.


“Kalian berdua juga sudah memiliki pasangan?” tanya Zen yang terkejut, karena mereka ternyata sudah memiliki seorang yang mencintai mereka.


“Tentu saja aku sudah mempunyainya, aku sudah berumur 27 tahun” jawab Ari.


Zen hanya mengangguk saja mendengar perkataan dari Ari, hingga dia memutuskan untuk memulai memasak makanan untuk membuat acara ini semakin meriah.


Zen lalu mulai diarahkan menuju dapur dari kediaman ini oleh Ani, dan menunjukan beberapa peralatan masak yang dimilikinya. Tentu saja semua ini cukup bagi Zen, dan mulai mempersiapkan bahan – bahan masakannya.


Zen memang sudah membeli berbagai bumbu dan bahan pelengkap sebelum dirinya datang ketempat ini bersama adiknya. Setelah memastikan bahwa semua bumbu yang dimilikinya sudah lengkap, Zen akhirnya memutuskan untuk membuat steak dari banteng lembut dan menggunakan beberapa bagaian dagingnya untuk dibuatkan sup.


Suara mendesis sebuah daging yang dipanggang mulai memenuhi ruangan ini. Dengan aroma yang sangat enak berasal dari daging yang dipanggang itu, serta saus yang sedang dimasak Zen, dan supnya yang saat ini sedang direbus, membuat beberapa orang yang berada ditempat ini mulai tidak sabar untuk menyantap hasil masakan dari Zen.


“Tunggulah, sebentar lagi akan selesai” kata Zen yang mulai membalikan daging yang sedang dimasaknya dan kembali mengeluarkan suara mendesis yang khas.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya pertunjukan memasak Zen mulai berakhir. Zen saat ini sudah menghidangkan masakannya pada sebuah meja makan yang besar, dimana Ani dibantu dengan Ari dan Sif sudah menata dengan rapi meja makan tersebut.


“Wah... aku tidak tahu tingkat memasak milikmu akan setinggi ini Zen” kata Bennard.


“Iya.. dan juga aku tidak menyangkanya” kata seorang pria yang baru saja datang tadi.


Pria itu merupakan seorang manusia kucing yang merupakan pacar dari Ari. Sedangkan pria yang datang bersamanya merupakan seorang pria berambut pirang yang merupakan tunangan dari Sif.


“Kalau begitu, silahkan dinikmati” kata Zen yang mempersilahkan semua orang yang sudah duduk ditempat mereka masing - masing untuk menyantap makanan yang sudah dimasaknya.

__ADS_1


Yui yang mendengar perkataan Zen itu, langsung mengambil makanannya dan memakan makanannya dengan lahap tanpa menghiraukan keadaan sekitarnya. Hal ini tentu saja tidak dipermasalahkan oleh orang – orang yang berada di sana karena perilaku Yui sangatlah imut dimata mereka.


Suasana di sana sangat hangat, karena keakraban orang – orang yang berada disini sangatlah dekat. Bahkan makanan yang dimasak oleh Zen saat ini sudah habis sepenuhnya dan tak tersisa, karena masakannya sangat enak, walaupun sebagian besar makanan yang dimasaknya dimakan oleh Yui.


“Lalu kamu meninggalkan adikmu di penginapan saat kamu sedang menjalani tugasmu menjadi petualang?” tanya Ani yang saat ini sedang mengobrol dengan Zen.


“Ya begitulah” jawab Zen.


“Bagaimana jika kamu menitipkan adikmu disini saat kamu sedang melakukan tugasmu?” Saran Ani yang merasa kasihan bahwa Yui harus berdiam didalam kamar yang mereka sewa sendirian.


Ani tidak keberatan menjaga adik dari Zen, karena menurutnya akan sangat menyenangkan jika dia ditemani oleh seorang gadis kecil yang imut dikediamannya ini.


“Apakah tidak merepotkan? Apalagi kamu baru saja melahirkan putramu, dan dipastikan kamu sangat repot mengurusnya” balas Zen.


“Mengurus putraku tidak terlalu merepotkan, lagipula aku menyukai jika ada orang yang menemaniku di rumahku ini, karena Lexi saat ini mulai bekerja dengan serius dan membuatnya sibuk untuk memenuhi kebutuhan kami” kata Ani.


“Kalau tidak merepotkan, maka aku dengan senang hati menerima pertolonganmu itu” kata Zen yang menyambut baik saran yang diberikan oleh Ani.


“Ya... bawalah dia kesini, mungkin putraku juga senang jika dia diajak bermain oleh seorang gadis yang cantik” kata Ani.


“Baiklah.. aku akan mengantarkannya kesini saat aku akan pergi menuju Guild Petualang” kata Zen.


Zen sangat menyetujui jika ada yang ingin menjaga adiknya, karena dia juga merasa tidak enak meninggalkan adiknya sendiri di penginapan. Setidaknya, jika Yui berada disini, dirinya juga tidak merasa kesepian.


Mereka terus bercengkrama ditempat itu hingga akhirnya malam sudah semakin larut, yang membuat Zen beserta semua orang yang menjadi tamu kediaman Lexi dan Ani memutuskan untuk pulang. Zen sendiri saat ini sudah menggendong Yui yang sudah mengantuk, dan bersiap untuk beranjak dari sana.


“Terimakasih atas santapan yang enak Zen, dapurku dengan senang hati menerimamu jika kamu ingin kembali memasak untuk kami” kata Ani sebelum Zen beranjak dari sana.


“Kalau begitu, untuk membalas dirimu yang menjaga Yui, aku akan memasakan makan malam untuk keluargamu”

__ADS_1


__ADS_2