Kehidupan Aneh Yang Kujalani

Kehidupan Aneh Yang Kujalani
Titik Terang


__ADS_3

Kabar tentang perilaku tercela pangeran dari kerajaan Heilight, memang menjadi berita hangat diseluruh kerajaan dibenua ini. Siapa yang menyangka bahwa keturunan langsung orang yang sangat dihormati dibenua ini, akan berbuat hal sekeji itu.


Namun belum surut pemberitaan tentang kasus dari pangeran tersebut, sebuah berita mengejutkan kembali terdengar, bahwa kehakiman kerajaan Enex gagal membuktikan bahwa pangeran itu bersalah, apalagi menggunakan jiwa dewa kematian untuk membuktikan kesalahan dari pangeran tersebut.


Bahkan fakta bahwa beberapa bangsawan mencoba menggunakan sang pangeran menjadi alat, menjadi berita yang besar. Beberapa kerajaan saat itu juga mulai risau, karena mungkin peperangan akan terjadi diantara kedua kerajaan tersebut.


Terlebih lagi, beberapa kerajaan yang menghubungkan Kerajaan Enex dan Kerajaan Heilight, mereka mulai takut karena peperangan itu akan berimbas dan meluas sampai pada kerajaan mereka.


Semua kerajaan yang sedang bekerja sama dengan kerajaan Enex, langsung menghentikan kerja sama mereka sementara, karena mereka tidak ingin ikut campur permasalahan kerajaan Enex. Namun sebuah kerajaan Besar akhirnya membantu mereka, dan sedikit meringankan permasalah ini.


“Tidak mungkin... apa yang kamu pikirkan Alice, tidak mungkin pengeran Heilight berada ditempat ini.” kata Alice dalam benaknya, dan mulai membuang semua pemikirannya itu.


“Tunggu... bukankah kamu sang pangeran itu?” begitulah kata Sif saat melihat Zen dan menyadari sesuatu.


Pemikiran Alice yang awalnya sudah dia buang, akhirnya kembali muncul saat wanita bernama Sif ternyata sepemikiran dengannya tentang identitas Zen, dan mulai bertanya langsung tentang identitasnya. Tentu saja hal ini langsung membuat Alice penasaran dan menantikan jawaban dari Zen.


“Pangeran itu?” tanya Zen balik, karena dia tidak mengerti apa yang sedang dikatakan oleh wanita yang tiba – tiba saja mendekat kearahnya.


“Pangeran yang sedang ramai diberitakan... itu kamu bukan?” tanya Sif sekali lagi.


“Pemberitaan?” gumam Zen sambil berfikir, dan akhirnya mulai menyadari arah pembicaraan dari wanita didepannya.


“Ah... aku tidak tahu bahwa kabar tentang diriku sudah tersebar sampai disini.” Balas Zen yang langsung mengkonfirmasi bahwa identitas pangeran yang sedang dibicarakan oleh Sif adalah memang dirinya.


Mendengar konfirmasi langsung dari mulut Zen, akhirnya semua orang yang berada disana kecuali Yui sangat terkejut mendengarnya, karena seorang pria yang menjadi berita hangat beberapa waktu yang lalu, saat ini berada didepan mereka.


“Tetapi, bukankah kamu menyebutkan bahwa namamu Zen Gwillyn?” tanya Alice kemudian, karena Zen mengenalkan dirinya tanpa nama keluarga dari kerajaan Heillight.


“Ah... aku sudah tidak memakai nama keluarga kerajaanku lagi” kata Zen.


“Mengapa?” tanya Alice kemudian.


“Apa kamu lupa nona Alice, bukankah Raja Heilight menghapus gelas pangeran Zen?” Tetapi bukan Zen yang menjawab, seorang wanita mulai menyelanya dan membuat Alice akhirnya menyadari tentang berita itu.

__ADS_1


“Gelarku sudah dicabut?” tanya Zen kemudian, yang sebenarnya baru mendengar kabar tentang gelar pangerannya sudah dicabut.


Memang, Zen baru mendengar kabar tentang dirinya yang bukanlah seorang pangeran lagi dan tidak mengetahui informasi apapun tentang apa yang terjadi pada dunia ini, karena dia baru saja bertemu sebuah peradaban setelah keluar dari area terlarang.


“Kamu tidak tahu?” tanya Alice dan dibalas gelengan dari Zen.


“Apakah kamu juga tidak tahu, bahwa hampir terjadi peperangan akibat dirimu itu?” tanya Sif.


“Omong kosong apa yang kalian katakan. Kerajaan Heilight akan berperang karena diriku?” kata Zen dengan raut wajah yang tidak percaya.


“Mengapa? Bukankah mereka ingin menuntut keadilan tentang kabar kematianmu itu?” tanya Ari kemudian.


“Apakah ada berita tentang Raja Heilight mengembalikan gelarku?” tanya Zen kemudian, yang mendengar pertanyaan dari Ari tadi.


Mendengar pertanyaan Zen, mereka semua mulai saling pandang dan mulai menggelengkan kepalanya, menandakan bahwa mereka belum mendengar berita seperti apa yang dikatakan oleh Zen.


“Coba pikirkan, mereka akan berperang walaupun Raja Heilight tidak mengembalikan gelarku, apakah kalian


yakin mereka berperang untukku?” tanya Zen kepada beberapa orang yang sedang menatapnya penasaran.


“Karena hal itu yang membuat peperangan itu tidak terjadi” balas Zen, yang membuat mereka semua bingung, namun tidak dengan Alice yang sedikit mengerti dengan perkataan Zen.


Zen sedikit mengerti tentang politik dari dunia ini, saat membaca beberapa informasi dari Smartphone miliknya, jadi dia bisa menerka apa yang sedang terjadi.


Singkatnya, Zen merupakan seorang pangeran, lalu statusnya sudah dicabut oleh Raja Heilight atau Ayahnya. Hal ini membuat Kerajaan Heilight tidak memiliki alasan untuk berperang kepada Kerajaan Enex, karena Zen sudah bukan siapa – siapa.


Walaupun alasannya jelas, bahwa Zen masihlah anak kandung dari seorang Raja, tetapi dengan pencabutan gelar Zen itu, membuat keputusan Kerajaan Heilight bisa diperdebatkan dan dipastikan Kerajaan Heilight akan kalah, karena semua orang tahu bahwa Raja Heilight membenci semua keturunannya yang tidak memiliki elemen cahaya.


Lalu, mengapa Raja Heilight tidak mengembalikan saja gelar Pangeran milik Zen dan langsung membuat alasan untuk memulai perang, walaupun fakta bahwa dia tidak menyukai anaknya itu dan hanya menginginkan sumberdaya kerajaan Enex.


Jawabannya sederhana, karena Raja Heilight tahu bahwa Zen masih hidup. Jika Zen masih hidup lalu keberadaannya diketahui dan Kerajaan Heilight memulai perang, maka mereka akan melanggar peraturan perang, karena alasan peperangan itu tidak valid, karena alasan perang untuk membalas kematian Zen.


“Apa mahsutnya?” tanya Sif yang tidak mengerti mengapa Raja Heilight harus mengembalikan gelar Zen untuk memulai perang.

__ADS_1


“Aku tidak tahu cara menjelaskannya, tetapi kamu bisa bertanya kepada Guru Magang didesa ini, karena sepertinya dia mulai paham dengan perkataanku tadi” kata Zen yang langsung menatap Alice yang sedang memikirkan sesuatu.


“Tetapi, ada satu hal yang tidak kumengerti, mengapa kerajaanmu tahu bahwa kamu masih hidup Tuan Zen?” tanya Alice.


“Sederhana, Soul Gem” balas Zen singkat.


Soul Gem merupakan Gem yang langka karena Gem ini hanya diciptakan oleh pengguna elemen cahaya. Kegunaan benda ini sangat sederhana, yaitu dapat memperhatikan kondisi dari seseorang yang menyalin jiwanya kedalam gem tersebut.


“Hm... aku mengerti sekarang” balas Alice.


“Lalu apa yang kamu tunggu, cepat jelaskan kepada kami” kata Ari yang penasaran dan mendesak Alice untuk menjelaskan tentang perkataan Zen tadi.


“Tunggu, apakah kalian lupa apa tujuan kita berada disini?” kata Bennard, yang memotong percakapan anggota partynya itu.


Memang, dia juga penasaran tentang kisah Zen. Tetapi masalah yang mereka selidiki ini juga tidak kalah penting, jadi mereka harus menyelesaikan dulu permasalahan yang sedang terjadi didesa ini.


“Ah... maafkan kami ketua” balas kedua wanita itu.


Namun seorang pria yang membawa pedang dan menggunakan light armor mulai mendekati Zen saat ini, karena dia ingin bertanya sesuatu kepadanya.


“Apakah anda melihat sesuatu yang aneh yang terjadi tadi malam disekitar penginapan ini Tuan Zen?” tanya pria tersebut, yang membuat Zen sedikit terkejut tentang keberadaannya yang tiba - tiba sudah berada didekat Zen dan menanyakan sesuatu kepadanya.


“A-Aneh? Kurasa tidak ada. Aku kemarin bersama adikku langsung tidur dikamar kami karena kelelahan.” kata Zen yang sedikit terkejut dengan kedatangan pria yang sebelumnya hanya memperhatikan percakapan mereka dengan tenang, dan tiba - tiba saja mengajaknya berbicara.


“Ah... Yui merasakan sesuatu tadi malam!” kata Yui yang bersemangat ingin mengutarakan apa yang dia rasakan.


“Yui merasakan apa?” tanya Alice sambil menepuk ringan kepala Yui.


“Hm... gimana menjelaskannya ya... tetapi Yui merasa seperti ada yang mengawasi kamar Yui tadi malam” kata Yui.


Mendengar itu, mungkin beberapa dari mereka hanya beranggapan bahwa ucapan Yui merupakan kehaluan dari seorang anak – anak. Tetapi tidak dengan Zen, karena pasti orang yang dirasakan Yui itu akibat perbuatannya, karena Zen tahu kemampuan dari Yui yaitu peka akan keberadaan.


Zen tadi malam memasang sebuah barier yang diperkuat dengan elemen cahayanya untuk melindungi mereka, jadi pasti yang dikatakan Yui adalah benar, karena mungkin orang yang mengawasi itu sedang menyelidiki sesuatu yang aneh dari dalam kamar yang ditinggali dirinya bersama Yui.

__ADS_1


“Cih... sepertinya keadaan memaksaku ikut campur saat ini”


__ADS_2