Kehidupan Aneh Yang Kujalani

Kehidupan Aneh Yang Kujalani
Berhasil Didapatkan


__ADS_3

Hampir dua minggu Zen meninggalkan Ibukota kerajaan Raven dan berpetualang sendirian memasuki sebuah Great Dungeon. Walaupun Yui merasa kesepian saat ini, tetapi dirinya merasa cukup nyaman tinggal ditempat ini apalagi dirinya saat ini sedang bermain dengan sahabatnya.


“Jangan curang Kileni” ucap Yui yang saat ini sedang mengejar sahabatnya itu.


“Aku tidak curang, memang sekarang giliranmu untuk mengejar diriku” ucap Kileni kemudian.


“Tapi kan aku sudah menangkap dirimu tadi?” balas Yui yang berusaha dengan keras mengejar Kileni.


“Tapi aku berhasil melarikan diri” ucap Kileni sambil menjulurkan lidahnya dan berlari meninggalkan Yui.


“Cih... awas saja jika aku menangkapmu” balas Yui kemudian yang mulai mengejar Kileni kembali.


Masih diarea taman mereka bermain, saat ini seorang wanita dewasa yang sedang mengawasi kedua anak kecil itu bermain terus menunjukan senyum pada wajah cantiknya. Dirinya cukup bahagia saat ini karena memang dirinya bisa melihat putrinya bisa bersemangat kembali.


Sudah cukup lama putrinya hanya berbaring ditempat tidur, sebelum Zen meringankan penyakitnya. Hingga akhirnya saat ini putrinya bisa bersenang-senang bermain dengan teman sebayanya, walaupun memang penyakit putrinya itu belum sepenuhnya sembuh.


“Ibu harap kamu akan bahagia seperti ini terus Kileni” ucap wanita itu yang merupakan Ibu dari Kileni, Lenneth.


Saat Lenneth menyaksikan putrinya mulai membaik, dirinya seakan menjadi seorang wanita yang sangat bahagia. Suaminya juga merasakan hal yang sama dan membuat keluarga ini akhirnya semakin harmonis dengan sedikit membaiknya kondisi dari Kileni.


“Bibi, aku haus”


Namun lamunan Lenneth harus terhenti, setelah teman bermain putrinya yang merupakan Yui saat ini sudah mendekat kearahnya dan meminta dibuatkan sebuah minuman.


“Aku juga haus Mah...” ucap kileni kepada Ibunya yang ikut mendekat bersama Yui kearah Ibunya.


Tentu Lenneth hanya mengusap kepala kedua gadis kecil itu sambil tersenyum dan mulai berdiri dari tempatnya untuk mengambilkan minuman untuk kedua gadis kecil yang kehausan tersebut.


Lenneth juga sudah menganggap Yui sebagai putrinya, karena memang salah satu faktor yang membuat Kileni sebahagia itu disebabkan oleh Yui. Jadi Lenneth sangat menyayangi adik dari penyelamat anaknya itu.

__ADS_1


“Tunggulah sebentar oke, Mama akan mengambilkan kalian minuman dingin. Yui mau jus jeruk seperti biasa bukan?” tanya Lenneth kemudian, karena memang minuman kesukaan Yui sering berubah-ubah tidak seperti putrinya yang sangat menyukai minuman berbahan dasar stroberi.


“Iya Bibi, Yui sangat menginginkan jus jeruk saat ini” ucap Yui kemudian.


“Baiklah, kalau begitu kalian bisa beristirahat dan menunggu Mama disini oke” ucap Lenneth dan sudah masuk kedalam kediamannya yang cukup megah tersebut.


Memang kediaman Lucas berserta keluarganya merupakan kediaman elit dan megah. Rumah ini merupakan hasil kerja keras mereka berdua hingga akhirnya mereka bisa hidup dengan bahagia ditempat ini.


Walaupun kesedihan sempat menghantui mereka karena kondisi Kileni, tetapi saat ini kediaman mereka sudah serasa seperti kediaman megah yang hidup, setelah kebahagiaan akhirnya datang kepada mereka.


“Dua jus jeruk, dan satu jus stroberi” ucap Lenneth yang sudah menata tiga buah gelas minuman di atas sebuah nampan dan bersiap membawanya kearah para gadis kecilnya berada.


Namun saat mulai akan beranjak, Lenneth dikejutkan dengan suara teriakan suaminya Lucas yang memanggil namanya. Lucas memang berpamitan kepadanya untuk keluar sejenak tadi, namun Lenneth tidak menyangka suaminya itu sudah pulang dan meneriaki namanya.


“Aku sedang berada di dapur” teriak Lenneth yang membalas panggilan dari Suaminya.


Lucas saat ini berlari dengan senyum yang terukir diwajahnya. Dirinya saat ini melihat istrinya sedang memegang sebuah nampan dan langsung mendekatinya. Setelah sampai, Lucas langsung saja mengambil segelas minuman di atas nampan tersebut dan meminum habis isinya.


“Itu minumanku Suamiku” Ucap Lenneth yang cukup kesal minumannya diminum oleh Lucas.


“Hah... leganya. Maafkan aku istriku, aku hanya kehausan saat ini” balas Lucas sambil tersenyum dan mulai mengembalikan gelas kosong tersebut keatas nampan yang dipegang oleh Lenneth.


“Apakah kamu hanya ingin meminum minuman yang diriku buat hingga kamu memanggil namaku sekeras itu?” tanya Lenneth kemudian yang mulai melajukan langkahnya menuju arah taman belakang.


“Bukan itu istriku, tetapi aku mempunyai kabar bahagia untuk kita” balasnya dan membuat langkah Lenneth kembali terhenti dan saat ini mulai menatap suaminya.


“Kabar apa?” tanya Lenneth kemudian.


“Guild Perdagangan akan menjualkan Bunga Salju mereka kepada kita besok” ucap Lucas sambil tersenyum.

__ADS_1


“B-Benarkah?” ucap Lenneth yang cukup terkejut mendengar kabar tersebut.


Memang waktu yang dikatakan Guild Perdagangan ternyata lebih cepat dari yang dijanjikan untuk mendapatkan sebuah bunga salju, untuk menjadi obat dari Kileni. Namun karena seseorang tiba-tiba saja menjual sebuah bunga salju, jadi pihak Guild Perdagangan menghubungi Lucas untuk menanyakan apakah dirinya ingin membeli barang yang dia cari lebih cepat atau tidak.


Tentu Lucas menerimanya, walaupun harus menambah sedikit harga yang dibutuhkan dari harga asli bunga tersebut. Namun untuk kesembuhan putrinya, Lucas rela memberikan apa saja untuk melihat hal tersebut terjadi.


“Ya... Guild Perdagangan akan menjual kepada kita besok. Bahkan aku sudah membayarnya dan tinggal mengambil barangnya saja besok” ucap Lucas.


Tentu mendengar kabar sebahagia itu, membuat Lenneth tidak kuasa menahan rasa harunya, karena akhirnya penyakit yang dialami putrinya akan sembuh. Memang saat ini penyakitnya terlihat sudah membaik, tetapi tetap saja Kileni kadang-kadang sering merasa pusing, mual dan lemas.


“A-Akhirnya, putriku akan sembuh” ucap Lenneth yang sangat bersyukur atas kabar yang baru saja dia dengar itu.


“Putri kita sayangku” ucap Lucas yang mulai menepuk ringan punggung istrinya itu.


Suasana haru mulai menyelimuti area tempat pasangan suami istri itu berada, namun suasana haru itu harus terganggu dengan beberapa suara kaki yang mungil mulai mendekat kearah mereka berdua.


“Mama kenapa lama” ucap Kileni yang mulai menyusul Ibunya masuk kedalam rumahnya, karena dirinya sudah merasa haus tetapi minuman yang sedang diambilkan oleh Ibunya tidak kunjung datang.


“M-Mama kenapa menangis?” ucap Kileni kemudian yang melihat air mata Ibunya mulai jatuh dari matanya.


“Ini tangisan bahagia Putriku” balas Lenneth yang menaruh nampan yang dirinya pegang keatas meja yang berada didekat dirinya.


Setelah meletakan nampan tersebut, Lenneth langsung berjongkok didepan putrinya dan langsung memeluknya erat. Tentu Kileni sangat bingung dengan perlakuan yang diterimanya itu, namun dirinya tetap membalas pelukan dari Ibunya.


“Dan juga Yui, mungkin Kakakmu akan kembali dua hari lagi” balas Lucas kepada Yui yang menatap keluarga tersebut dengan tatapan yang kebingungan.


Setelah Lucas sudah memastikan mendapatkan bunga salju untuk kesembuhan putrinya, Lucas langsung menghubungi Zen saat itu juga. Tentu Zen menyambut baik perkataannya, dan memutuskan untuk kembali dua hari lagi, karena keesokan harinya Zen akan melawan bos lantai 10 dari Great Dungeon yang dimasukinya terlebih dahulu.


“Benarkah?”

__ADS_1


__ADS_2