Kehidupan Aneh Yang Kujalani

Kehidupan Aneh Yang Kujalani
Kemalangan


__ADS_3

Zen saat ini sedang mendata sebuah monster yang baru saja dia kalahkan pada smartphone miliknya. Dengan melihat datanya, akhirnya Zen mulai memanen bagian dari monster yang bisa dijadikan uang dari monster yang dia kalahkan tersebut.


Monster yang terlihat seperti kadal itu memang sudah mati saat Zen mengalahkannya dengan sekali tebas tadi. Dengan cekatan, Zen mulai mengambil kulit dari monster yang sudah dia kalahkan menggunakan kemampuan penyimpanannya, sebelum membelah tubuhnya untuk mengambil core dari tubuh monster tersebut.


“Akhirnya selesai juga. Dan juga sepertinya aku bisa naik level” gumam Zen yang merasa senang karena memang dirinya berhasil mengalahkan sebuah monster mini bos dan bisa meningkatkan levelnya satu tingkat.


Tentu Zen langsung meningkatkan levelnya sebelum dirinya membuat monster yang dilawannya tadi mulai menghilang dari tempatnya, karena dirinya akan mengambil core dari monster mini bos yang dia kalahkan itu.


"Hahh... Apa yang harus aku lakukan sekarang ya..." Gumam Zen setelah dirinya sudah mengambil core dari monster yang sudah lenyap tersebut.


Tetapi karena hari masih pagi setelah urusannya ditempat ini selesai, Zen memutuskan untuk melanjutkan perjalannya menuju lantai selanjutnya, karena memang dirinya sudah menyelesaikan misi dari lantai 5 ini yaitu mengalahkan sebuah mini bos ditempat ini.


Diperjalanan memang bisa terlihat beberapa orang masih mencari keberadaan mini bos yang sudah dikalahkan Zen tadi, namun Zen tidak menghiraukan mereka dan melanjutkan perjalanannya menaiki tangga yang akan membawanya menuju lantai enam dari Dungeon tempatnya berada.


“Hah... akhirnya sampai dilantai enam” gumam Zen dan mulai memeriksa kartu petualang miliknya dan melihat misi apa yang harus dia jalani dilantai ini.


“Hm... 3000 monster ya... Baiklah, mari kita basmi mereka semua” gumam Zen yang memutuskan untuk langsung berburu pada lantai itu dan tidak singgah pada safe zone dari lantai tersebut terlebih dahulu.


Banyak monster yang sudah ditemukan Zen dan tentu saja Zen langsung menyerang mereka dan mengalahkan mereka dengan mudah. Hingga Beberapa jam sudah berlalu hingga akhirnya dirinya sudah menghabisi seluruh monster pada sebuah wilayah.


Untuk melanjutkan pembantaiannya, terpaksa Zen harus berpindah tempat dan mencari kembali beberapa monster yang harus dia bantai. Namun saat diperjalanan, dirinya tidak sengaja bertemu dengan sebuah party dan Zen hanya melewati mereka saja.


“Memang cukup menguntungkan memperkerjakan seorang porter yang masih dibawah umur” kata mereka yang bisa didengar oleh Zen.

__ADS_1


Tentu Zen tidak sengaja bisa mendengar percakapan mereka, tetapi dirinya lebih memilih untuk menghiraukannya saja dan lebih memilih melanjutkan mencari monster untuk dapat menyelesaikan misinya dan menaiki lantai yang lebih tinggi.


“Cih... pada kemana semua monster yang berada disini. Apakah petualang tadi sudah membantai mereka semua sehingga mereka belum muncul kembali” gumam Zen yang hanya menemukan satu buah monster saja ditempat ini.


“Hahh... sepertinya aku harus berpindah wilayah kembali” gumam Zen yang ternyata berada di wilayah yang dimana seluruh monster yang ada di sana belumlah spawn.


Memang setiap monster memiliki masa spawn 30 menit setelah dikalahkan. Jadi jika sebuah wilayah sudah diratakan oleh beberapa orang petualang, maka tempat itu akan kosong selama 30 menit sebelum beberapa monster baru akan muncul kembali.


“Tetapi saat aku berjalan sendirian membuatku mengingat Yui” Ucap Zen kemudian yang mulai merindukan adiknya yang imut itu, karena memang dirinya hingga saat ini terus berpetualang sendirian pada Great Dungeon ini.


Selama ini mereka selalu bersama, jadi Zen sudah cukup terbiasa dengan keberadaan Yui yang selalu berada disisinya. Maka dari itu, saat dirinya sendirian, Zen merasa aneh karena sudah tidak bisa mendengar ocehan dari adiknya itu.


Namun sedang asik mengenang adiknya, Zen mendengar suara tangisan seorang gadis kecil dan suara sebuah monster yang mengerang. Karena penasaran, Zen langsung menuju asal suara tersebut dan menemukan seorang gadis kecil bertelinga anjing yang berusia sekitar 10 tahun sedang diserang oleh sebuah monster serigala.


Memang cukup aneh menemukan seorang porter berjalan sendirian didalam Great Dungeon. Karena sepatutnya mereka harus bersama party yang menyewa jasa mereka, karena party tersebut mempunyai tanggung jawab dalam melindungi porter yang mereka sewa.


Tentu Zen langsung menggunakan pedang hitam miliknya dan langsung menuju kearah gadis malang tersebut. Dengan sekali tebas, Zen langsung memutuskan kepala dari monster tersebut dan mencoba menenangkan gadis kecil itu yang terlihat sangat terguncang itu.


“Tahanlah sebentar oke, aku akan melepaskan kepala serigala ini dari kakimu” kata Zen yang berusaha melepaskan kepala serigala itu yang masih tertancap pada kaki dari gadis malang tersebut.


Tentu gadis itu terus saja terisak. Apalagi saat ini kondisi kakinya bisa dibilang sangat parah, karena beberapa bagian kakinya yang mungil itu sudah mulai terkoyak karena digigit oleh monster serigala yang menyerangnya tadi.


“Tahanlah sebentar oke” kata Zen kemudian yang mulai merapalkan sebuah skill heal miliknya untuk mencoba menyembuhkan kaki dari gadis kecil tersebut.

__ADS_1


Zen saat ini sangat perihatin dengan keadaan gadis kecil yang ditolongnya, karena memang bukan saja kakinya yang terluka. Apalagi Zen saat ini bisa melihat berbagai luka yang bukan disebabkan oleh serangan monster memenuhi tubuh gadis tersebut.


Mulai dari lebam, luka lecet dan sebagainya sangat membuat keadaan gadis itu sangatlah mengenaskan. Namun Zen sebisa mungkin mencoba untuk menyembuhkan semua luka yang dialami oleh gadis dengan ras setengah hewan tersebut.


“Sudah selesai, lalu tubuhmu yang mana lagi yang perlu aku sembuhkan?” tanya Zen setelah kaki dari gadis itu sudah sembuh sepenuhnya.


Tentu awalnya gadis kecil itu masih waspada dengan keberadaan Zen. Tetapi setelah melihat perlakuan yang ditujukan olehnya, gadis kecil itu saat ini mulai tenang setelah melihat Zen dengan sabar merawat lukanya.


Tetapi dirinya cukup terkejut karena melihat bahwa skill penyembuhan yang digunakan Zen dapat menyembuhkan lukanya dengan cepat. Karena ini pertama kalinya dirinya melihat sebuah sihir penyembuh yang sangat amat hebat, karena bisa menyembuhkan lukanya dengan sangat cepat.


“A-Aku sudah tidak apa – apa Tuan” Kata gadis itu yang menolak merepotkan Zen lebih jauh lagi.


“Sudahlah, beritahu diriku bagian tubuhmu yang mana lagi yang terasa sakit” ucap Zen yang saat ini sudah meraih tangan dari gadis itu dan mulai menyembuhkan bekas luka lecet dan lebam pada tangan mungilnya


Karena melihat Zen sepertinya orang yang baik, akhirnya sambil terbata – bata, gadis itu mulai memberitahukan bagian tubuh mana saja yang sakit kepada Zen. Tentu Zen langsung memeriksanya dan cukup terkejut melihat luka yang dialaminya terlebih lagi pada bagian badannya.


“Beberapa tulang rusukmu patah, jadi berbaringlah agar bisa aku sembuhkan” ucap Zen setelah selesai memeriksa tempat dimana gadis itu merasa sakit.


Cukup malang memang kondisinya, tetapi Zen tetap merawat seluruh luka yang dialami oleh gadis kecil tersebut, hingga akhirnya bisa dibilang kondisinya sudah membaik sekarang atau bisa dikatakan sudah pulih sepenuhnya karena Zen menggunakan elemen cahayanya untuk menyembuhkan dirinya.


“Lalu siapa namamu gadis cantik” kata Zen yang sudah selesai melakukan tugasnya tetapi masih memeriksa apakah ada luka yang masih berada ditubuh gadis tersebut.


“T-Tina Tuan”

__ADS_1


__ADS_2