Kehidupan Aneh Yang Kujalani

Kehidupan Aneh Yang Kujalani
Hadiah


__ADS_3

Melihat seorang anak kecil melahap makanan yang dibuatnya dengan lahap, Zen hanya tersenyum dan sangat senang melihat pemandangan itu. Walaupun dia hanya memangangnya tanpa menaruh bumbu apapun, tetapi dia cukup puas melihat hasil masakannya yang sangat dinikmati oleh seorang gadis kecil didepannya.


Memang, Zen telah mengunduh beberapa pemahaman tentang skill memasak pada tingkat yang tinggi. Tetapi masalahnya, Zen tidak bisa menemukan bumbu apapun untuk menyempurnakan masakannya.


“Tenanglah, saat dikota nanti Kakak akan memasakan masakan yang lebih enak dari ini” kata Zen sambil tersenyum kepada anak kecil yang akan dia anggap sebagai adiknya.


“Kota? Yui ingin kesana!” teriak Yui bersemangat setelah mendengar tentang perjalanan menuju sebuah Kota dari Zen.


Melihat Yui yang bersemangat, membuat Zen juga ikut senang. Namun kekuatan yang dia miliki saat ini masihlah lemah. Makanya saat ini Zen memutuskan untuk kembali kearea terlarang untuk mencari monster, agar mudah meningkatkan kekuatannya.


“Ah... kenyang” kata Yui yang akhirnya menyelesaikan makanannya dan membuang sisa tulang ikan yang dimakannya kedalam bara api, tempat Zen memanggang makanannya.


“Beristirahatlah, Kakak akan melihat sesuatu terlebih dahulu” kata Zen yang mulai beranjak dari tempatnya duduk dan akan menuju kesebuah tempat.


“Tunggu, Kakak mau kemana? Apakah Kakak akan meninggalkan Yui?” tanya Yui yang kembali mulai takut, karena mengira Kakaknya itu akan meninggalkannya ditempat ini sendiri.


“Tenanglah, Kakak tidak akan meninggalkanmu. Hanya saja Kakak hanya memeriksa sesuatu atas pesan yang diberikan Ayahmu saja” balas Zen.


Zen sangat mengerti mengapa Yui sangat ketakutan saat ditinggalkan, karena kedua orang tuanya meninggalkan dirinya disini sendiri, dan dia tidak memiliki orang yang akan menemaninya untuk menjalani kehidupan yang akan dijalaninya.


“Kalau begitu aku ikut” Balasnya dengan mulai ikut berdiri dari tempat duduknya dan bergegas menuju sisi Zen.


“Baiklah, Ayo” kata Zen dan mulai meraih tangan mungil dari Yui.


Zen yang saat ini bersama Yui, mulai berjalan kearah belakang dari altar yang merupakan tempat menyegel Yui sebelumnya. Saat ini dia mencoba mencari sesuatu, karena pesan yang ditinggalkan oleh Ayah dari Yui yang dia baca sebelumnya.


Tepat dibelakang altar itu, terdapat sebuah pintu dengan mekanisme membukanya sama seperti membuka pintu besar yang mengurung Yui diruangan ini. Perlahan Zen mulai melepaskan genggamannya pada tangan Yui dan mengaktifkan elemen cahayanya.


Yui sebenarnya sangat penasaran tentang mengapa Kakaknya hanya memiliki sebuah lengan, tetapi dia takut menanyakannya, karena dia tidak ingin pertanyaannya itu akan menyinggung Kakaknya lalu dia meninggalkannya.


“Hm.... sepertinya berhasil” gumam Zen setelah pintu didepannya ini mulai bergetar dan terbuka dengan lebar.


Mata Zen dan Yui mulai melebar melihat isi dari ruangan tersebut, karena berisikan banyak sekali emas, baik dalam bentuk koin dan batangan, lalu ada perhiasan, potion, berbagai macam pakaian dan terutama senjata.


“Apakah Ayahmu menyegel dirimu dan semua harta kerajaannya Yui?” tanya Zen yang masih menatap seluruh harta yang berada diruangan yang baru saja dia buka pintunya itu.

__ADS_1


“Sepertinya begitu Kak” jawab Yui yang mulai berlari kearah tumpukan harta didalam ruangan itu.


Melihat itu, Zen hanya tersenyum saja dan berjalan memasuki tempat itu dan mengeluarkan smartphone miliknya, dan mengarahkannya pada kedua buah pedang yang terpajang indah pada sebuah tembok dari ruangan yang berisi harta tersebut.


[Vampire Sword]


[Rank A]


[Pedang para kesatria Vampire. Selain digunakan untuk bertarung, pedang ini dapat memanen semua darah musuh untuk menjadikannya sari darah untuk Vampire]


[Heilight Elite Sword]


[Rank: A]


[Pedang untuk kesatria Heilight tingkat tinggi, yang dienchant menggunakan elemen cahaya. Pengguna akan langsung sembuh, jika mendapatkan sebuah luka saat bertarung menggunakan pedang ini]


“Hoh.. Akhirnya aku mendapatkan pengganti pedangku yang sudah usang” kata Zen yang cukup senang dengan keterangan pedang yang berada dihadapannya.


Lalu Zen mulai mengambil pedang Vampire yang kebetulan warnanya hitam. Zen memeriksa bentuknya, dan merasa puas dengan apa yang dia sedang pegang saat ini. Tanpa pikir panjang, Zen lalu memasukannya kedalam penyimpanannya dan mengambil pedang yang satunya.


“Bagaimana Kak? Bukankah Yui terlihat cantik?” tanya Yui yang menunjukan posenya yang imut kepadanya.


“Kamu terlihat cantik, tetapi jika kamu memakainya saat dirimu bertumbuh lebih besar, pasti akan lebih cantik” kata Zen sambil tersenyum senang melihat perilaku dari Yui yang memakai perhiasan yang ukurannya tidak cocok digunakan untuk anak seusianya.


“Benarkah... kalau begitu Yui akan terus makan makanan yang sehat agar cepat besar” kata Yui yang mulai bertekad.


Zen hanya tersenyum saja mendengar perkataan Yui, hingga pandangannya menuju sebuah baju tempur ringan, yang dimana desainnya sangatlah bagus. Dengan perpaduan warna hitam, baju tempur itu terlihat sangat keren dimata Zen.


[Black Light]


[Rank A]


[Jubah tempur yang dibuat khusus oleh permaisuri kerajaan Blancard, dimana jubah ini kebal terhadap elemen Api dan Petir, dan tingkat pertahanan serangan langsung sangatlah tinggi]


“Jubah yang lumayan” kata Zen yang mengagumi jubah tempur yang sedang dia lihat itu.

__ADS_1


Bukan hanya jubah tempur saja yang berada disana, tetapi berbagai pakaian biasa hingga pakaian dalam berada ditempat itu, baik yang memiliki ukuran dewasa yang ditujukan untuk Zen, dan beberapa pakaian yang pasti ditujukan untuk Yui.


Zen sangat senang mendapatkan semua itu, tetapi yang membuatnya sedikit tidak nyaman, karena semua pakaian itu dibuat langsung oleh Permaisuri kerajaan Banchard, termasuk semua pakaian dalamnya.


“Tunggu, apa ini?” kata Zen setelah penglihatannya tidak sengaja melihat sebuah surat yang terdapat pada kantong jubah tempur didepannya.


[Halo penyelamat putriku, aku harap hadiahku ini sangat berguna untukmu. Semua pakaian yang anda lihat ini, merupakan hasil karyaku yang dibuat khusus dari benang yang terbuat dari besi Adamante, dan lumayan kebal dari serangan langsung karena kekuatannya.


Hadiah ini kupersembahkan khusus untukmu, setelah mendengar deskripsi keadaanmu dari peramal kerajaan Blanchard. Dan juga pastikanlah untuk memberikan pakaian yang kubuat khusus untuk putriku dan berikan kepadanya.


Sekian surat ini aku tuliskan, semoga kehidupanmu akan bahagia dan penuhilah permintaanku yang egois ini, yaitu lindungilah putriku dan sayangilah dia, agar dia tidak merasa kesepian disana.


Dan juga, bisakah anda melepaskan kutukan para Cursed Undead yang berada disana. Mereka merupakan para


bawahan dan pelayan setia kerajaan ini, jadi hadiah dari menyelesaikan tugas mereka adalah kematian. Jadi tolonglah bebaskanlah mereka.


Salam,


Vir Vermi Lantha N. Blanchard]


“Hah.. bukankah mereka terlalu banyak meminta” gumam Zen.


Tentu saja perkataan Zen itu merupakan sebuah candaan. Bagaimana mungkin dia tidak mengabulkan permintaan dari seorang yang memberikan semua hal ini kepadanya, dan juga saat melihat Yui yang bahagia, dia juga merasakan sangat senang.


“Yui kemarilah, ibumu memberikan beberapa pakaian untukmu!” teriak Zen.


Mendengar itu, Yui yang masih dipenuhi dengan perhiasan yang memenuhi tubuhnya, berlari dengan langkah kecilnya menuju Zen. Matanya mulai berbinar setelah melihat beberapa pakaian yang dikhususkan untuknya.


“Pakaian buatan Mama memang yang terbaik” kata Yui melihat berbagai pakaian dan dress yang didapatkannya dan mulai memeluknya erat.


Bukan hanya baju untuk dipakai sehari - hari dan pakaian tempur, terdapat juga pakaian formal untuk Zen dan berbagai gaun indah dengan berbagai ukuran untuk Yui, yang mungkin dibuatkan oleh Ibunya untuk dipakai oleh Yui saat dia bertumbuh.


“Kakak akan menyimpan semuanya oke. Jika Yui membutuhkannya, Yui bisa memintanya kepada Kakak” kata Zen dan dibalas anggukan oleh Yui.


Zen lalu memasukan semua barang berharga yang berada diruangan ini, termasuk beberapa senjata seperti dager, kapak dan berbagai senjata dengan berbagai bentuk, dengan healing potion dan mana potion yang jumlahnya sangat amat banyak kedalam inventorinya.

__ADS_1


“Baiklah, mari kita bebaskan bawahan orang tuamu”


__ADS_2