
Seorang pria saat ini mulai terbangun dari tempat tidurnya. Dengan nyawanya yang belum terkumpul sepenuhnya, dirinya mulai bangkit dan menuju kamar mandi dari penginapan yang disewanya untuk membasuh wajahnya.
“Hah... lantai dari mini bos ya” gumam pria tersebut setelah membasuh wajahnya dan menatap rupanya disebuah cermin.
Zen memang sudah menyelesaikan syarat untuk bisa menaiki lantai selanjutnya dari lantai 4 Great Dungeon yang dimasukinya ini. Zen sebenarnya ingin langsung menaiki lantai selanjutnya, namun karena lantai tersebut merupakan lokasi mini bos, maka dari itu dia urungkan niatnya tersebut.
Zen memutuskan beristirahat semalam disebuah penginapan yang terdapat pada safe zone di lantai 4 ini, dan memutuskan memasuki lokasi mini bos dengan keadaan bugar keesokan harinya.
“Baiklah, mari bersiap” gumam Zen yang langsung keluar dari kamar mandi tempatnya membasuh wajahnya.
Lantai Mini bos merupakan lantai yang berisikan monster khusus yang terdapat pada setiap lantai kelipatan lima. Ruangan mini bos merupakan sesuatu tempat yang khusus berisikan sebuah monster yang cukup kuat untuk ditaklukan, yang bertujuan untuk menguji sudah seberapa kompeten para petualang yang sudah memasuki Great Dungeon ini.
Mini bos sendiri kekuatannya sangat berbeda dengan monster – monster pada setiap lantai, yang dimana mereka cukup kuat dan bahkan membuat beberapa petualang kehilangan nyawanya karena menganggapnya remeh.
Walaupun letak mini bos terdapat pada lantai kelipatan lima, tetap saja kekuatan monster yang menjadi mini bos melebihi kekuatan monster yang berada pada dua bahkan empat lantai diatasnya dan sangat berbahaya.
Hal ini juga yang membuat Zen mengurungkan niatnya untuk langsung menyerang lokasi dari mini bos, karena menurutnya dia memerlukan kondisi yang sangat siap untuk menyerangnya.
“Baiklah, mari berburu” kata Zen setelah sudah mempersiapkan dirinya untuk menaklukan lantai mini bos.
Setelah mengembalikan kunci penginapannya, Zen langsung bergegas menuju tangga yang akan mengantarkannya menuju lantai 5 tempat mini bos berada. Dengan langkah terakhir dari tangga yang yang dia pijak, akhirnya dirinya tiba dilantai 5 dari Great Dungeon Skadi.
“Wah ternyata banyak juga orang yang mencari mini bos” gumam Zen yang memperhatikan beberapa petualang yang yang sudah berkumpul pada lantai tempatnya berada.
Lantai kelipatan lima, memang sama seperti lantai dungeon pada umumnya yang berisikan banyak monster didalamnya. Yang membedakannya, terdapat sebuah monster yang dijuluki mini bos tersembunyi di lantai tersebut.
Tidak mudah memang menemukan lokasi dari mini bos dan jika dia berhasil terbunuh, maka dia akan muncul atau spawn kembali satu jam kemudian dan membuat beberapa petualang sangat susah menaklukan lantai ini karena harus berebut dengan petualang lainnya.
__ADS_1
Apalagi syarat untuk menaiki lantai selanjutnya dari lantai 5 ini adalah harus mengalahkan atau memusnahkan sebuah mini bos untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju lantai selanjutnya.
“Semoga beruntung untuk kalian mencari lokasi mini bos” kata Zen sambil mengeluarkan smartphone miliknya dan memakai fitur khusus dari aplikasi map pada smartphone miliknya, yaitu tracking.
Setelah menemukan bahwa sang mini bos belum terbunuh, Zen hanya tersenyum senang dan langsung melesat dengan cepat menuju lokasi mini bos bersembunyi.
Aneh memang jika beberapa petualang melihat Zen berpetualang sendiri, karena kekuatan mini bos sangat berbeda dengan Monster – monster yang lainnya. Bahkan beberapa petualang yang sudah berada disini sudah membentuk sebuah party untuk menaklukan monster tersebut.
“Di sana ya... apakah aku langsung saja memusnahkannya?” gumam Zen yang cukup percaya diri memusnahkan mini bos tersebut secara langsung.
Dengan levelnya yang sudah mencapai 32 dari yang sebelumnya level 29. Dan beberapa skill yang sudah meningkat dan statusnya yang merupakan seorang All stats, membuat Zen sangat yakin bisa menaklukan monster itu seorang diri.
“Baiklah, mati!” teriak Zen yang sudah mengeluarkan seluruh skillnya dan menyerang sebuah monster berbentuk seperti kadal.
.
.
“Kami akan langsung kembali menuju kerajaan Sylvan, Mikaela.” Kata seorang pria kepada wanita cantik yang berada dihadapannya.
“Benarkah? Kukira kamu dan kelompokmu akan menginap semalam ditempat ini baru kembali” kata wanita yang bernama Mikaela tersebut.
“Barang yang kami cari dari dalam Great Dungeon harus cepat diserahkan kepada pihak yang menginginkannya. Maka dari itu kami tidak bisa singgah” balas pria tersebut kembali.
“Aku heran denganmu Gilvani. Pangeran sepertimu malah memasuki Guild Petualang dan menerima beberapa permintaan” balas Mikaela yang masih tidak mengerti jalan pikiran dari pria yang berada dihadapannya.
“Kamu juga sangat aneh Mikaela. Anak dari seorang Guild Lord malah menjadi resepsionis ditempat ini. Dan juga, bukankah bukan hanya aku yang merupakan seorang pangeran yang menjadi petualang, termasuk si pangeran yang beritanya sedang hangat itu” kata Gilvani membalas perkataan Mikaela.
__ADS_1
“Hmm... kamu sudah mengetahuinya?” tanya Mikaela yang sedikit terkejut bahwa kabar tentang Zen yang memasuki Guild Petualang sudah tersebar, bahkan kabarnya diketahui oleh Pangeran Kerajaan Sylvan.
Memang informasi tentang Zen yang memasuki Guild Petualang sangat dijaga dengan ketat, agar informasinya sebisa mungkin tidak tersebar dengan bebas untuk melindungi Zen atas perjanjian yang diberikan kepadanya dahulu.
“Tentu saja, karena aku bertemu dengannya dilantai 1 enam hari yang lalu” balas Pangeran Gilvani.
Mendengar itu, Mikaela hanya mengangguk saja karena memang benar Zen memasuki Great Dungeon enam hari yang lalu. Jadi wajar dirinya bisa ditemukan oleh sang pangeran dihadapannya, terlebih lagi Zen memiliki ciri – ciri yang khas pada penampilannya.
“Ya.. bahkan dirinya membuatku sedikit terke-” Perkataan Mikaela itu terhenti, karena saat dia berbicara tadi, dirinya menyempatkan diri untuk menatap data dari Zen sejenak.
Memang pihak Guild Petualang bisa memeriksa data secara langsung dari petualang yang mereka ingin lihat di manapun, menggunakan sebuah item sihir khusus yang dimana saat ini sedang digunakan oleh Mikaela.
“Ada apa Mikaela?” tanya Gilvani yang bingung melihat ekspresi dari Mikaela yang sedang kebingungan.
“Pangeran Zen baru saja mengalahkan mini bos lantai lima” gumam Mikaela yang masih terkejut dengan apa yang sedang dia lihat.
“Wah... hebat sekali dirinya. Aku penasaran party seperti apa yang dia bentuk untuk bisa menaklukan 5 lantai terutama lantai dari mini bos dalam waktu 6 hari saja” kata Gilvani.
“Dirinya tidak tergabung dalam party apapun” gumam Mikaela yang sedang memastikan kembali data yang dia lihat saat ini.
“Apa maksudmu? Apakah dirinya berpetualang sendiri?” tanya Gilvani yang cukup terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar itu.
Untuk seorang pemula, menaklukan satu lantai apalagi dengan membentuk sebuah party minimal memakan waktu 3 hari. Namun Zen berhasil menaklukan 5 lantai dalam 6 hari seorang diri yang membuat kabar itu cukup mengejutkan.
Apalagi saat Gilvani melihat kartu petualang Zen terakhir kali, Data yang dimilikinya menunjukan dirinya baru level 29 yang merupakan level yang sangat rendah bagi pemula untuk memasuki sebuah Great Dungeon yang mempunyai batas level yaitu 50.
“Gilvani, apakah kamu masih ingin berbincang dengan resepsionis itu atau kembali menuju kerajaan sekarang?”
__ADS_1