
Setelah memikirkan matang – matang keputusannya, Zen akhirnya memutuskan untuk memasuki Great Dungeon lebih cepat, karena dia mendapatkan kesempatan untuk melakukannya atas rekomendasi dari Guild Petualang.
Walaupun sebenarnya dia memutuskan untuk menjadi kuat dengan usahanya sendiri, tetapi kerajaan Heilight tidak bisa diremehkan. Dia tidak mau kehidupannya akan selalu ditentukan oleh siapapun, jadi dia memutuskan untuk mengikuti rencana Guild Petualang.
“Baiklah. Tetapi ingatlah, karena aku membantumu hingga seperti ini, bukan berarti kamu mendapatkan keistimewaan dari Guild Petualang. Kami hanya membantu permasalahanmu dan tidak ada yang lain” kata Guild Master kota Pavel kepada Zen.
“Ya.. aku tahu. Bukankah aku seorang anjing liar?” kata Zen membalasnya dengan senyum pada wajahnya.
“Aku tahu. Lalu untuk pembayarannya, bisakah kamu mengatakan pemikiranmu tentang kerajaan Enex” kata Guild Master kembali.
“Tentu saja... tetapi bukankah Guild Petualang mempunyai informasi yang besar, dan mengapa harus menanyakan informasi yang mungkin hanya pemikiranku saja” balas Zen.
“Kerajaan lain tidak seperti kerajaan Heilight, yang terang – terangan menunjukan permasalahan mereka, karena mereka yakin tidak akan terjadi apapun kepada mereka yang merupakan salah satu bentuk kearogansian kerajaan mereka” balas Guild Master yang sudah mengambil cangkir tehnya dan meminum isinya.
“Lalu bisakah Paman menjelaskan apa yang Paman ketahui dari kondisi kerajaan Enex?” tanya Zen kemudian.
“Yang kami tahu hanya para bangsawan yang membuat skema untukmu sudah ditahan, bahkan beberapa dari mereka sudah dieksekusi oleh kerajaan Enex, dan kerajaan memutuskan untuk menaikan status beberapa bangsawan termasuk mengangkat bangsawan baru” balas pria yang duduk disebelahnya itu.
“Hanya itu?” tanya Zen mengkonfirmasi.
“Ya.. Hanya itu” balas pria itu sambil mengangguk.
Dengan informasi yang didengar oleh Zen itu, Zen yakin skema orang dibalik layar pada kerajaan Enex sangat besar, karena informasi yang didapatkan Guild Petualang hanya sedikit dan bahkan tidak berguna sama sekali.
“Hahh... sepertinya kerajaan Enex akan mengalami kehancuran” kata Zen yang mulai bersandar pada tempat duduknya.
“Apa maksudmu?” tanya Guild Master kepada Zen setelah dia berkata seperti itu.
“Apakah Paman tahu siapa yang membuatku menjadi seperti ini?” tanya Zen kembali.
“Duke Varis, bangsawan tingkat Duke dari Kerajaan Enex dan beberapa bangsawan lainnya” balasnya.
“Namun, apakah Paman tahu bahwa otak dari rencana yang sebenarnya untuk menjebak diriku dulu berasal dari sang pahlawan?” kata Zen kemudian.
__ADS_1
Memang berita yang beredar saat ini hanya para bangsawan kerajaan Enex yang dipimpin oleh Duke Varis yang melakukan skema jahat yang menggunakan Zen untuk kepentingan mereka. Namun anehnya berita tentang keikutsertaan sang pahlawan pun tak terdengar didalam pemberitaan hingga saat ini.
“Sang Pahlawan?” tanya Grand Master mencoba mengkonfirmasi informasi yang baru saja dia dengar itu.
Zen lalu menceritakan dengan singkat skema awal dari Sang Pahlawan yang cemburu kepadanya dan membuat dia ingin menjebaknya, namun skemanya dilihat oleh sang Duke dan mulai menggunakan kecemburuan sang pahlawan itu sebagai alat dari rencananya.
“Hm... berarti Nona Kelly yang memegang semua kunci dari permasalahan ini bukan?” tanya Guild Master yang sudah mendengar semua cerita yang diceritakan oleh Zen.
“Memang, tetapi tidak sesederhana itu” balas Zen.
“Apa maksudmu” tanya pria yang berada disebelahnya itu kembali.
“Coba pikirkan, menurut Paman apakah Duke Varis tidak akan membeberkan keikutcampuran sang pahlawan saat dirinya sedang diperiksa. Bahkan seakan dirinya hanya memberikan rekan sesama bangsawan yang membantunya. Padahal jika dia menggunakan fakta bahwa sang pahlawan yang sebenarnya ingin menjebakku, bukankah hal itu bisa meringankan hukumannya” balas Zen.
“Tetapi bukankah katamu bukti keikutsertaan sang pahlawan sudah dihapus oleh putrinya” balas pria yang masih bingung tersebut.
“Benar, tetapi semua antek – anteknya pasti tahu bahwa rencana ini hasil dari tindakan sang pahlawan bukan?” jawab Zen kemudian.
“Hmm... masuk akal” balas sang Guild Master sambil mengangguk.
“Ya... dan bahkan lebih anehnya sang pahlawan saat ini bertunangan dengan Putri kerajaan Enex, yaitu putri Aghni” kata Guild Master itu kembali.
Menurut Guild Master tempat ini, jika perkataan Zen itu benar dan memang sebuah kebenaran. Berarti hal yang terjadi di kerajaan Enex sangatlah besar, karena mereka berhasil menyembunyikan fakta yang sebesar itu.
“Dan juga, apakah Paman tahu kapan mereka bertunangan?” tanya Zen kemudian.
“Sekitar seminggu setelah kamu ditahan” balas sang Guild Master
Zen memang ditahan selama dua minggu penuh dipenjara kerajaan Enex sebelum persidangan yang menghilangkan tangan kanannya dilaksanakan. Saat dirinya dipenjara, Zen juga disiksa secara habis – habisan oleh orang suruhan dari putri Aghni. Namun berkat bantuan Permaisuri Eclana tindakan penyiksaan itu berakhir setelah seminggu berlalu.
Lalu saat status pertunangannya dicabut, entah bagaimana Putri Aghni dan Sang Pahlawan bisa bertunangan dan informasi itu sampai saat ini tidak diketahui oleh Zen.
“Dan bukankah apa yang Paman katakan itu lebih aneh lagi. Bahkan Kelly, tunangan dari Richard seakan membiarkannya saja?” tanya Zen.
__ADS_1
“Hm... benar juga. Jika aku korban pelecehan seksual, lalu orang yang sangat kucintai bertunangan dengan orang lain, lalu aku dengan sangat yakin menerima keputusannya kurasa aku merupakan seorang yang tidak waras” kata sang Guild Master.
Cukup aneh memang saat Kelly tidak mempermasalahkan pertunangan antara tunangannya dengan sang putri. Walaupun memang poligami di dunia ini wajar, tetapi tindakannya itu sangatlah aneh menurut Zen.
“Ya bisa jadi. Namun anggaplah memang nona Kelly sangat mencintainya, dan menerima apapun keputusan dari Richard. Lalu bisakah dirinya menjelaskan bagaimana bisa dia melarikan diri dari kediaman seorang Duke yang dijaga sangat ketat, untuk menjadi saksi persidanganku?” Ucap Zen kemudian.
Duke Varis tentu saja sudah menyuruh anak buahnya dan penjaga rumahnya untuk tidak membiarkan Kelly melarikan diri, jadi bagaimana wanita itu bisa keluar dari sana sedangkan kediaman tersebut sudah dijaga dengan sangat ketat.
Ya.. perbicangan mereka ini akhirnya mendapati sebuah kesimpulan yang mengarahkan pada peristiwa yang sangat besar. Pemikiran yang dilontarkan Zen mengatakan dengan pasti bahwa ada seseorang atau kelompok dibalik layar yang berniat melakukan sesuatu di kerajaan Enex.
“Lalu menurutmu siapa dalang dari itu semua?” tanya sang Guild Master kembali.
“Untuk itu aku tidak tahu” balas Zen jujur.
Sebenarnya, Sang Guild Master sudah memikirkan beberapa pihak yang dia curigai. Namun ada sebuah kelompok yang paling dia curigai saat ini, karena menurutnya kelompok tersebutlah yang mungkin menyebabkan permasalahan hingga sedetail itu.
“Sepertinya paman sudah memikirkan beberapa orang yang mungkin menjadi dalang dari kasus pada kerajaan Enex” kata Zen yang melihat raut wajah sang Guild Master yang seakan sedang berfikir dengan keras.
“Ya... tetapi cukup mustahil mereka selamat dari pandangan dari Putri Angelia” kata sang Guild Master.
“Putri Angelia?” balas Zen sambil menunjukan raut wajahnya yang bingung karena sang Guild Master menyebutkan sebuah nama yang asing baginya.
“Kamu tidak mengenalinya?" Tanya Sang Guild Master yang bingung karena Zen tidak mengenal sesama pewaris tahta dari sebuah kerajaan besar.
Zen hanya menggelengkan kepalanya menandakan dirinya tidak mengenal putri yang disebutkan oleh Sang Guild Master kota ini tadi.
"Putri Angelia, merupakan Anak pertama dari Raja Gizeweith. Belum lama ini, dia mengunjungi kerajaan Enex untuk memeriksa apakah sang pahlawan merupakan pria yang jahat atau tidak. Namun dia mulai kembali menuju kerajaan asalnya seakan bahwa dia menyetujui pahlawan itu merupakan orang yang baik” Jelas Guild Master.
“Aku tidak mengerti arah pembicaraanmu ini Paman” kata Zen yang bingung dengan perkataan dari sang Guild Master.
“Singkatnya, Putri Angelia sangatlah kuat. Dia memiliki triple stats dengan level yang diprediksi di atas level 100. Walaupun Kakakmu juga mempunyai triple stats dengan level 178, tetapi dari rumor yang beredar putri Angelia masih lebih kuat darinya” kata Sang Guild Master yang menghentikan perkataannya dan meminum tehnya sejenak.
“Dan juga, bukan itu saja kelebihan yang dimiliki oleh putri Angelia” lanjut pria itu sambil menatap Zen dan sudah menaruh cangkir tehnya di atas meja didepannya.
__ADS_1
“Apa? Apakah dia mempunyai sebuah skill langkah?” tanya Zen penasaran. Karena dari pembicaraannya dengan sang Guild Master tentang sang putri, Zen menyadari bahwa dia mempunyai skill khusus karena bisa memeriksa orang yang jahat maupun tidak.
“Ya... kelebihannya dia sangat cantik”