
Beberapa cahaya pada rantai yang melilit tangan dan kaki kecil yang mulus dari seorang anak perempuan, perlahan mulai meredup. Tetapi Zen yang masih memegang bagian perut dari anak perempuan tersebut, masih berkosentrasi saat ini.
“Apakah kamu merasakan sesuatu yang kurang nyaman?” tanya Zen sambil memperhatikan ekspresi gadis kecil didepannya.
“Hm-Hm” gumam anak perempuan itu sambil menggeleng, menandakan bahwa dirinya tidak merasakan apa – apa saat ini.
“Baiklah, sebentar lagi akan selesai oke” kata Zen sambil tersenyum dan kembali memfokuskan kosentrasinya untuk melepaskan seluruh segel yang menyegel baik jiwa dan beberapa anggota tubuh dari anak perempuan didepannya.
Dengan konsentrasi penuh, beberapa menit kemudian akhirnya sinar pada rantai yang melilit anak perempuan itu mulai menghilang sepenuhnya. Setelah itu, suara rantai yang terputus perlahan – lahan mulai terdengar dan perlahan mulai menghilang seluruhnya.
Melihat bahwa apa yang dia lakukan itu berhasil, Zen langsung menangkap anak perempuan yang dia selamatkan itu, saat semua rantai yang melilitnya terlepas, dan membuatnya langsung terjatuh karena terbebas pada ikatannya.
“Apakah kamu tidak apa – apa?” tanya Zen sambil memastikan keadaan anak perempuan itu.
Tetapi bukannya menjawab, anak perempuan itu langsung memeluk Zen dengan erat seakan tidak mau melepaskannya, setelah Zen berhasil menangkapnya tadi.
“Kakak tidak akan meninggalkanku bukan?” katanya sambil memeluk Zen.
“Kakak tidak akan meninggalkanmu, jadi jangan khawatir oke. Lalu apakah kamu baik - baik saja?” kata Zen sambil menepuk ringan kepala dari gadis kecil itu.
Sesuatu mulai mengganggu Zen, karena sepertinya keadaan anak perempuan yang sedang dipeluknya itu sepertinya baik – baik saja, seakan tidak terjadi sesuatu pada tubuhnya walaupun dia sudah terkurung selama beberapa ratus tahun.
“Aku baik – baik saja, aku hanya merasa sedih saja” balasnya.
“Mengapa kamu merasa sedih?” tanya Zen yang penasaran dengan perkataan gadis kecil tersebut.
“Karena Papa dan Mamaku berkata, saat aku terbangun nanti dipastikan mereka akan mati dan meninggalkanku sendiri” balasnya.
.
.
247 Tahun yang lalu
Seorang wanita berusaha dengan sekuat tenaga untuk melahirkan seorang buah hati yang sudah dia kandung selama 14 bulan lamanya. Dengan dukungan dari beberapa perawat dan suaminya yang menemaninya, dia berusaha untuk terus memaksimalkan usahanya untuk melahirkan anaknya.
Dan usaha tidak membohongi hasil, setelah suara tangisan seorang bayi mulai terdengar. Dengan perasaan lega dan tenaganya yang sudah terkuras habis, tetap saja dia berusaha untuk melihat anak kedua yang sudah dia lahirkan dari rahimnya itu.
__ADS_1
“Putriku” gumamnya setelah melihat seorang malaikat kecil, kembali hadir didalam hidupnya.
“Bagaimana suamiku? Dia sangat mirip denganku bukan?” kata wanita yang baru melahirkan itu dengan bangga.
“Mana mungkin, lihat hidungnya sangat mirip dengan hidungku” kata suaminya yang berada disebelahnya.
Namun kehangatan keluarga itu mulai menghilang, setelah tetua yang ikut dalam melihat persalinan itu akhirnya bersuara.
“Sepertinya akan terjadi malapetaka beberapa tahun kedepan” kata seorang wanita tua yang melihat keluarga itu sedang bercengkrama hangat.
Wanita itu merupakan seorang ahli peramal dari kerajaan Blanchard, dimana ramalannya akan seratus persen akurat tanpa meleset satu kalipun. Ramalan yang digunakan cukup unik, yaitu dia bisa melihat masa depan setelah melihat sebuah kehidupan baru terlahir didunia ini.
“A-Apa mahsutmu nenek?” tanya wanita yang sedang menggendong bayinya itu.
“Aku melihat sebuah penglihatan, dan sepertinya ini merupakan kehancuran yang tidak bisa terhindarkan” balas wanita tua yang tidak memperdulikan suasana hangat yang sedang terjadi diruangan ini, dan melanjutkan perkatannya.
Vlad. S Blancard II, itulah nama Raja dari kerajaan Vampire dibenua Karshi saat ini. Dengan mendengar perkataan nenek peramal itu, dia mulai merenung tentang apa yang terjadi pada kerajaan yang dipimpinnya dimasa yang akan datang.
Bukan rahasia umum, bahwa seluruh kerajaan dibenua Karshi sangat serakah, terutama tentang kekuasaan. Dia berhasil mencegah itu semua, namun ramalan dari nenek tadi, akhirnya membuatnya melihat sebuah akhir.
“Bisa jelaskan tentang ramalannya nenek?” kata Raja Vlad kepada nenek tersebut, setelah melihat mereka sisa berempat diruangan tersebut dan membuat sebuah barier suara diruangan itu, untuk mencegah pembicaraan mereka bocor keluar.
“Aku mendapatkan dua penglihatan, yang pertama tentang putrimu yang baru lahir ini dan kedua tentang kehancuran ras kita. Yang mana kamu ingin dengar terlebih dahulu?” tanya nenek itu sekali lagi.
“Tentang ras kita” jawab Raja Vlad dengan tegas.
“Sekitar 4 sampai 10 tahun dari sekarang, aku melihat pembunuhan terjadi diamana – mana dan 100 tahun kemudian aku melihat Alenar duduk ditahtahmu dan mengumumkan punahnya ras kita” kata nenek tersebut dengan ekspresi yang dingin.
“Dasar kerajaan Magia, mereka menggunakan semua cara untuk menaklukan seluruh kerajaan di benua Karshi ini.” kata Raja Vlad yang emosinya mulai muncul dari dirinya.
“Lalu bagaimana dengan putriku nenek?” tanya seorang wanita yang bernama Vir, permaisuri dari kerajaan Blancard atau istri dari Raja Vlad, yang penasaran dengan nasib putrinya.
“Anehnya, aku melihatnya terkurung selama sekitar 400 tahun, dengan keadaan tubuh berumur 4 tahun, lalu kemudian dia diselamatkan oleh seorang pria dengan kondisi yang sangat kacau dan berantakan seperti seorang pengemis” kata nenek itu kembali, sambil mengingat penglihatan yang dia lihat sebelumnya.
“Siapa pria itu nenek?” tanya permiasuri Vir kembali.
“Aku tidak tahu. Tetapi sepertinya sebuah skill elemen cahaya yang mengurung putrimu itu, karena aku melihat sebuah bentuk penyegelan” kata nenek itu kembali dan menjelaskan apa yang dia lihat dari penglihatan yang dia lihat tadi.
__ADS_1
Jika orang lain mendengar itu, dipastikan mereka akan bingung dengan perkataan dari nenek tersebut, tetapi tidak dengan raja dan permaisuri dari kerajaan ini yang mengerti tentang apa yang akan terjadi dimasa depan.
“Lalu, apakah Nenek melihatnya setelah itu? Apakah putriku hidup bahagia? Lalu bagaimana tentang putriku yang lain, yaitu Allena?” tanya permaisuri yang menuntut jawaban pasti tentang keadaan putrinya di masa depan.
“Aku tidak melihat apapun tentang kondisi Allena, tetapi pastikan untuk tidak memberikan nama pada putrimu yang baru lahir itu” balas nenek tersebut.
“Kenapa nenek?” tanya Raja Vlad yang bingung mengapa dia tidak diperbolehkan memberikan nama pada putrinya.
“Karena sepertinya, jika kita memberikan dia nama, masa depannya akan berubah. Karena aku melihat pria itu memberikan dia nama dan membuat putrimu itu sangat bahagia setelah dia mendapatkannya” kata nenek itu kembali.
.
.
Empat tahun kemudian, akhirnya perang besar telah dimulai. Berbagai cara sudah dilakukan Raja Vlad untuk mencegahnya, tetapi peperangan tidak bisa dihindari, karena musuh sudah memprediksi rencananya yang dia telah buat untuk mencegah peperangan ini.
“Sampai kapan ini akan berlangsung suamiku?” tanya Permaisuri Vir sambil menatap suaminya yang sedang memikirkan sesuatu.
“Melihat dari rencana mereka, mungkin sekitar 6-7 tahun peperangan besar akan pecah.” Kata Raja Vlad yang mengira – ngira apa yang akan terjadi kedepannya.
“Jadi tidak bisa dihindari ya?” kata Permaisuri Vir yang ikut sedih mendengar pemaparan suaminya itu.
“Ya.. dan juga aku sudah menarik pasukan yang dipimpin oleh Allena kembali menuju Ibukota” kata Raja Vlad dan mulai menatap istrinya saat ini.
“Lalu aku sudah memberitahukan kondisi kita pada Raja Cris, dan aku memutuskan untuk mengungsikan dirimu beserta kedua putri kita menuju kerajaan Heilight” lanjut Raja Vlad.
“Apa kau gila?!” teriak Permaisuri Vir yang membalas perkataan suaminya.
“Ini satu – satunya cara istriku” kata Raja Vlad mencoba meyakinkan istrinya itu.
“Apakah kamu tahu apa yang kamu katakan itu suamiku? Kerajaan Heilight merupakan kerajaan dengan status tinggi dibenua Mevla. Terlebih lagi, mereka berspesialisasi elemen cahaya yaitu musuh utama dari elemen utama dibenua ini” kata Permaisuri Vir yang masih menatap suaminya itu dengan intens.
“Walaupun kamu berteman dengan Raja Cris, tetapi itu tidak menutup kemungkinan beberapa orang dari bangsa mereka tidak setuju dengan kehadiran kita disana, suamiku” lanjut Permaisuri Vir.
Perkataan istrinya kembali membuat Raja Vlad bimbang. Memang dia berteman baik dengan Raja Crist, Raja kerajaan Heilight saat itu. Tetapi benar kata istrinya, tidak mungkin seluruh penduduk didunia yang menjadi musuh alami kaumnya akan menerima istri dan para putrinya dengan mudah.
“Sudahlah suamiku, lebih baik kita ikuti saja ramalan dari nenek”
__ADS_1