
Seorang wanita berperawakan remaja, saat ini sedang menodongkan pedangnya tepat kearah seorang wanita dewasa yang melahirkannya didunia ini. Dengan air mata yang jatuh dan mengalir dipipinya, dia terpaksa melakukan hal itu untuk melindungi apa yang dia cintai dan mencoba mencegah apa yang dia cintai itu diambil darinya.
Entah apa yang dipikirkan orang tuanya, dengan memutuskan sesuatu yang dapat merengut kebahagian adik kesayangannya, yang saat ini masih berusia 4 tahun dan membuatnya harus melakukan hal yang dia benci, yaitu menodong Ibunya dengan pedang miliknya sendiri.
“Ini satu – satunya jalan Allena” kata Ibunya sambil mencoba menenangkan putrinya yang marah itu.
“Dengan menyegel adikku dan mempercayakannya kepada orang – orang dibenua Mevla? Apakah ini adalah jalan yang menurutmu benar Ibu?” tanya Allena yang suaranya masih meninggi.
Allena merupakan putri pertama dari Raja Vlad dan Permaisuri Vir. Umurnya saat ini sudah berusia 165 tahun. Memang Ras Vampire terutama para Demon, usianya bisa mencapai ribuan, termasuk Raja Vlad yang sudah berumur 933 dan terlihat seperti pria 40 tahunan.
Tingkat kelahrian Ras Vampire juga terbilang sangat kecil, hal ini juga menjadi permasalahan serius pada kerajaan Blanchard. Walaupun umur mereka panjang, tetapi tetap saja permasalahan tentang kelahiran termasuk sangat serius dikerajaan ini.
“Ibu tahu, tetapi apakah kamu pernah mendengar ramalan dari nenek meleset? Lalu apa yang terjadi jika kita tidak melakukan sesuatu pada adikmu, apakah kamu ingin melihatnya terbunuh saat para Demon yang serakah itu menyerang kerajaan kita?” kata Permaisuri Vir kepada putrinya yang masih emosi itu.
Walaupun apa yang dikatakan ibunya benar, tetapi Allena tetap tidak bisa membiarkan adiknya yang dia sangat sayangi mengalami hal yang sudah diramalkan untuknya. Tetapi, sebelum dirinya melanjutkan perdebatannya, sebuah lingkaran sihir mulai muncul ditempat dirinya berdebat dengan Ibunya saat itu.
Perlahan setelah lingkaran sihir itu muncul, sebuah cahaya yang terang langsung menyinari area sekitar tempat itu, dan memunculkan sosok dua orang pria yang keluar dari lingkaran sihir yang baru muncul itu dan menampakan rupa mereka.
“Sihir yang sangat berguna” kata salah satu dari mereka, yang siluetnya masih tersamar dengan cahaya dari lingkaran sihir yang muncul itu.
“Ya... tetapi karena aku membawamu, sihirku secara alami mengalami penurunan efektivitas sebanyak 50%” balas orang disebelah pria yang sedang mengagumi sihir yang digunakan rekannya tadi.
“Selamat datang dikerajaan Blanchard, Raja Heilight” kata Permaisuri Vir melihat siapa yang muncul dihadapannya.
“Tidak usah terlalu kaku Vir, bukankah kita berteman. Panggil saja aku Cris seperti biasa” kata pria itu yang merupakan Raja Cris, Raja dari Kerajaan Heilight.
“Apa yang sedang terjadi disini istriku?” tanya Raja Vlad yang datang bersama Raja Cris tadi, setelah melihat putrinya sendiri sedang menodongkan pedangnya kepada Ibu kandungnya.
Tetapi bukannya menjawab, sang permaisuri hanya memberikan sebuah senyuman penuh arti kepada suaminya itu, dan membuat Raja Vlad langsung mengerti dengan apa yang sedang terjadi ditempat ini.
“Jadi kamu yang akan menyegel adiku, berarti jika kamu mati dia tidak akan disegel bukan!” teriak Allena membuat beberapa orang yang berada disana terkejut.
__ADS_1
“ALLENA!” teriak Raja Vlad, setelah mendengar perkataan yang tidak pantas keluar dari mulut putrinya itu.
Namun panggilan ayahnya itu tidak digubris oleh Allena. Allena yang sudah memegang pedangnya, langsung melesat dengan cepat dan ingin menebas kearah Raja Cris untuk membunuhnya. Tentu saja hal itu tidak dibiarkan oleh Raja Vlad, yang langsung menggunakan kekuatannya dan langsung berada tepat dibelakang putrinya itu.
Dengan sebuah pukulan yang cukup kuat pada tengkuknya, Allena mulai kehilangan keseimbangan dan mulai terjatuh tak sadarkan diri, walaupun Ayahnya dengan sigap menangkap dirinya.
“Maafkan Ayah Allena, ini satu – satunya cara untuk menyelamatkan adikmu” kata Ayahnya yang terpaksa membuat Allena tak sadarkan diri.
“Hah... aku tidak tahu akan menjadi seperti ini. Tetapi pasti anak perempuanmu ini akan sangat kuat dimasa depan” kata Raja Cris setelah melihat kekuatan dari Allena saat mencoba menyerang dirinya.
“Ya.. kalau ada masa depan pada ras kami Cris” Balas Permaisuri Vir dengan raut wajah sedih yang ditampilkan pada wajahnya yang cantik.
Tetapi yang mereka tidak sadari, ternyata seorang anak kecil berusia 4 tahun yang bersembunyi tidak jauh dari sana, sedang memperhatikan semua kejadian itu.
.
.
“Berjanjilah Cris, kamu tidak boleh memberitahukan siapapun tentang apa yang terjadi ditempat ini” kata Raja Vlad yang mewanti – wanti Raja Cris tentang permasalahan putrinya yang akan disegel ditempat ini.
“Tenanglah, aku tahu konsekuensinya jika keberadaan putrimu diketahui” balas Raja Cris dengan serius.
Disisi lain, seorang anak perempuan saat ini menggenggam dengan erat tangan dari ibunya, setelah dirinya dibawa ketempat ini bersama Ayahnya dan juga teman dari Ayahnya. Dia sangat takut, terlebih lagi setelah mendengar percakapan mereka sebelumnya.
“Aku akan mulai” kata Raja Cris yang bersiap merapalkan mantra sihirnya.
“Atas nama Dewa Ultar penyemat cahaya yang terang pada dunia ini, hambamu yang setia ini meminta kekuatan untuk memanggil sebuah wadah penampung orang yang sangat berdosa” gumam Raja Cris yang sedang merapalkan sebuah mantra.
Cahaya terang mulai memenuhi tubuh dari Raja Cris dan membuat seluruh area tempat itu dipenuhi dengan cahaya yang sangat terang. Bahkan anak perempuan yang ikut bersama mereka, tidak kuasa dan mulai menutup matanya karena cahaya itu sangat menyilaukan.
“Dungeon Creation”
__ADS_1
Begitulah dua kata terakhir Raja Cris, sebelum sebuah goa terbentuk didepan mereka. Cahaya yang sebelumnya sangat terang, akhirnya mulai menghilang dan anak perempuan itu akhirnya bisa melihat dengan jelas, sebuah goa yang akan menjadi tempatnya berada untuk beberapa tahun kemudian.
“Aku tinggal memasangkan segel kehidupan kepada anakmu dan mengurungnya didalam. Lalu sebaiknya kamu membuat pasukan untuk menjadi pertahanan dari dungeon ini” kata Raja Cris.
“Untuk itu sudah aku siapkan. Aku sudah mengubah seribu tentara dan para pelayan kerajaan menjadi Cursed Undead” kata permaisuri Vir.
“Heh... Memang kalian berdua mempunyai kemampuan yang sangat menyeramkan” kata Raja Cris setelah mendengar perkataan dari Permaisuri Vir.
Setelah itu, mereka akhirnya memasuki hidden dungeon yang sudah diciptakan Raja Cris. Saat didalam, ketiga orang itu sangat sibuk untuk memasang segel dan pengamanan tempat ini, agar berbagai ras tidak bisa memasuki tempat ini dengan bebas.
“Akhirnya selesai” ucap Raja Cris setelah melihat tugasnya sudah selesai.
“Semoga ramalan dari nenek akan kembali benar” kata permaisuri Vir yang menatap nanar tempat tersebut.
“Ya semoga demikian. Tetapi yang aku takutkan hanya orang yang akan menyelamatkan putrimu kelak. Walaupun dipastikan orang itu merupakan keturunanku, tetapi tetap saja itu membuatku takut” kata Raja Cris.
Dengan semua proses sudah selesai, akhirnya tahap akhir akhirnya dimulai. Pada sebuah altar didalam dungeon itu, saat ini anak perempuan yang menggunakan dress putih polos sudah berdiri tegak diatasnya.
“Sampaikanlah kata – kata terakhir kalian kepadanya” kata Raja Cris. Dan dijawab anggukan oleh Raja Vlad dan Permaisuri Vir.
“Putriku, dimasa depan kamu akan menemukan seseorang yang akan memberikanmu sebuah nama, yang sangat kamu idamkan. Satu pesan Ayah, jika kamu melihat orang itu berbuat jahat kepadamu, segera larilah sejauh mungkin dan bersembunyi darinya” kata Raja Vlad.
“Tetapi jika dia merupakan orang yang baik, anggaplah dia sebagai Kakakmu. Satu saja pesan Ayah kepadamu saat kamu bangun, hiduplah bahagia dan jangan menghiraukan apapun, terlebih lagi tentang sesuatu yang berada didalam dirimu itu” lanjut Raja Vlad lalu mencium kening putrinya.
Suasana disana mulai haru. Permaisuri Vir tak kuasa menahan tangisnya, melihat putrinya saat ini yang sangat kebingungan tetapi bisa terlihat air mata mengalir dimata kecilnya yang cantik.
“Pesan Ibu cuma satu, saat bangun nanti jangan bersedih oke. Karena mungkin disaat kamu bangun, Ayah, Ibu dan Kakakmu mungkin sudah tidak bisa bersamamu lagi.” Kata Permaisuri Vir yang mulai mencium kening putrinya dan mulai menjauh dari tempat itu bersama suaminya.
“Baiklah, aku akan mulai” kata Raja Cris setelah melihat kedua orang tua itu sudah mundur setelah mengucapkan beberapa pesan kepada putrinya. Tetapi sebelum itu, dia mulai berjongkok dan mensejajarkan wajahnya dengan wajah anak perempuan tersebut sebelum melanjutkan tugasnya.
“Anak manis, saat bangun nanti bilang pada pria yang menyelamatkanmu, untuk melindungimu dari apapun yang akan mengejar dirimu.. Oke”
__ADS_1