Kehidupan Aneh Yang Kujalani

Kehidupan Aneh Yang Kujalani
Berhasil


__ADS_3

Empat orang masih berusaha menahan serangan yang mendatanginya, namun keadaan mereka semakin sulit. Tingkat kekuatan musuh yang sedang mereka lawan lumayan tinggi, tidak seperti pasukan yang mereka lawan sebelumnya.


Ari dengan hati – hati menggunakan skill penghancurnya, tetapi sangat susah untuk menargetkannya kearah musuhnya, karena mereka bisa dibilang sangat cepat. Party petualang itu mulai terdesak, tetapi mereka berusaha menahan karena Zen hampir berhasil melakukan tugasnya.


“Argh.....” teriak seorang wanita yang bagian pahanya tertebas sebuah pedang.


“Sif!” teriak Bennard.


Sif yang terkena sayatan pada pahanya, akhirnya mulai lengah dan tidak melihat sebuah tendangan mulai mengarah kearah kepalanya. Serangan itu membuatnya terpental kearah samping, dimana kondisinya saat ini mulai memprihatinkan akibat serangan yang diterimanya.


Disisi lain, Bennard yang mulai teralihkan akhirnya mulai mendapatkan beberapa serangan yang ditujukan kearahnya. Walaupun berkat bantuan full armornya dan beberapa skill pelindung, tetap saja serangan pria didepannya sangat berbahaya jika mengenainya.


Bennard tidak sempat melihat kondisi dari Sif, dan terus berfokus melawan musuh didepannya. Tetapi disisi lain, pria yang berhasil mengalahkan Sif tindak melanjutkan serangan itu kepada wanita yang baru saja dia kalahkan, tetapi mulai melesat menuju kearah Zen.


“Kamu kira aku akan diam saja?” kata Alice yang mulai mengeluarkan senjatanya setelah melihat seorang mendekat kearah tempatnya berada.


Melihat Alice ingin menghalangi serangannya, Pria itu mulai melesat kearah Alice, dan Alice juga menghampirinya. Dengan benturan pedang yang mengarah kearahnya, Alice langsung mengeluarkan bongkahan esnya dan menyerang langsung pria tersebut.


Pria itu tentu saja bisa menahannya, dan menghancurkan sebuah bongkahan es yang datang kearahnya. Dengan keuntungan double statsnya, Alice langsung melesat kearah pria tersebut kembali dan menyerangnya membabi buta.


“Cih seorang Double Stats” kata pria tersebut, yang berfokus menahan serangan dari Alice.


Tentu Alice mempunyai keutungan dengan dua buah job yang bisa dia gunakan secara bersamaan dan membuat kewalahan musuhnya.


Dengan menumbuhkan beberapa bongkahan es pada kakinya, Alice langsung mendaratkan kakinya itu ketanah dan mengubah dataran tempatnya berpijak itu menjadi Es dan menyebar hingga mengenai kaki pria yang dilawannya.


Melihat lawannya terkena esnya dan membuat langkahnya terhenti, Alice langsung melesat dan mendekat kearah pria tersebut dan menggunakan skill esnya untuk membekukan dirinya lalu menghancurkannya berkeping – keping.


“Hah... sepertinya akan selesai” kata Alice setelah mengalahkan musuhnya, dan melihat barier yang sebelumnya hitam, saat ini mulai berubah menjadi transparan sepenuhnya.


Zen akhirnya berhasil melakukan tugasnya dan dia sangat amat kelelahan, karena apa yang dilakukannya itu sangat menguras mana yang sangat banyak.

__ADS_1


“Sepertinya aku harus cepat menuju kesebuah dungeon” kata Zen yang melihat dirinya masih sangat lemah.


Alasan Zen keluar dari Area Terlarang memang untuk melihat peradaban didunia ini. Tetapi alasannya yang lain, yaitu ingin memasuki sebuah dungeon, karena menurut informasi yang dia dapatkan dari smartphonenya, Dungeon merupakan solusi yang tepat untuk meningkatkan kekuatannya dengan cepat.


Disisi lain, para pria yang melawan para petualang satu persatu mulai dikalahkan, karena Alice ikut campur dalam pertarungan mereka dan membuat keadaan mulai berbalik.


“T-Tunggu aku hanya dijebak.... aku sebenarnya ti-” namun perkataan kepala desa yang terpojok itu mulai terhenti, setelah tubuhnya sepenuhnya membeku dan Alice langsung menghancurkan tubuhnya.


“Akhirnya berakhir.” Kata Alice yang mulai mengibaskan pedangnya untuk menyingkirkan sisa - sisa bongkahan es pada pedangnya.


Tidak lama kemudian, lingkaran sihir dibawah kaki dari Zen mulai menghilang, menandakan bahwa apa yang dia lakukan tadi membuahkan hasil. Melihat itu, Zen langsung terduduk karena kelelahan setelah melakukan tugasnya dengan baik.


“Kerja bagus” kata Alice yang mendekat kearahnya.


Alice menghampiri Zen setelah para party petualang memutuskan untuk pergi kearah Sif yang terluka, setelah Alice memberikan mereka sebuah healing potion.


“Ya, berkat kalian jug-” namun perkataan Zen terhenti setelah melihat sesuatu.


“Apa yang kamu lakukan!” teriak Alice, yang tidak menyangka Zen saat ini sudah berada diatas tubuhnya.


Namun setelah mengatakan hal itu, tubuh Zen yang berada diatas tubuhnya mulai terpental karena dia mendapatkan sebuah serangan. Alice yang melihat itu, akhirnya mulai tersadar karena tindakan Zen tadi untuk melindungi dirinya.


“Zen!” teriak Alice.


Namun seorang pria tidak menghiraukan teriakan dari Alice dan melesat kearah Zen yang sudah terpental, karena dia sangat emosi karena rencananya gagal dan berniat untuk menghabisi pria yang menggagalkan rencananya tadi.


Tentu saja Alice ikut melesat dan mencoba menghalang serangan pria tersebut yang mengarah kearah Zen. Tetapi anehnya tubuhnya terasa aneh, karena dia merasakan bahwa fungsi ototnya seakan melemah.


“Cih... jadi ini yang membuatku bisa tertangkap olehnya dengan mudah” kata Alice yang mulai tersungkur.


“Bawa juga wanita ini” kata pria yang berhasil merapalkan mantranya kepada Alice.

__ADS_1


"Baiklah Tuan Utusan" kata seorang pria yang sedang menggendong Sif dan Ari sambil mengangguk.


Pria yang dipanggil utusan itu, setidaknya mendapatkan beberapa gadis untuk mengganti rugi kegagalan yang dia alami tadi. Dengan mendapat anggukan dari bawahannya, akhirnya dia mulai kembali beranjak kearah dimana Zen berada.


Alice berusaha dengan sekuat tenaga melawan apa yang sedang terjadi kepadanya, namun sepertinya apa yang dia lakukan itu sia – sia, setelah seorang pria mulai mengikatnya dan dibaringkan tepat disamping Ari dan Sif.


“Hah... sebenarnya aku sangat ingin mencicipi tubuh kalian. Sayangnya kalian merupakan wadah pengorbanan” kata pria yang menjaga korban ritual atasannya itu.


Ditempat lain, Bennard dan Lexi sudah terkapar penuh dengan luka, karena mencoba melawan pria yang datang secara tiba – tiba dan menyerang mereka. Namun sayang, ternyata kekuatan mereka tidak sekuat pria itu dan mereka dikalahkan dengan mudah.


Disisi lain, pria tirus yang merupakan pemimpin penyerangan desa ini, akhirnya sudah berada didepan tubuh Zen, yang dimana Zen saat ini sedang tersungkur dengan darah yang keluar dari mulutnya.


“Setidaknya, membunuh seorang pengguna elemen cahaya akan meningkatkan reputasiku didalam organisasi” katanya dan mulai mengeluarkan pedangnya.


Zen berusaha untuk bangun, tetapi memang karena kekuatannya sudah terkuras, dia sangat susah melakukannya, hingga sebuah tebasan mengarah tepat pada dadanya.


Mendapatkan sebuah serangan, Zen langsung mundur beberapa langkah kebelakang dan kembali tersungkur dengan luka sayat yang besar pada bagian dadanya.


“Setidaknya dengan menyiksamu akan mengurangi rasa frustasiku karena gagal melakukan apa yang kurencanakan” kata pria tersebut dan mulai menendang perut dari Zen.


Pukulan dan tebasan mulai menimpa tubuh Zen, dimana sekarang bisa terlihat pakaiannya sudah tidak berbentuk, mengikuti seluruh tubuh Zen dipenuhi dengan lebam dan luka.


Darah mulai keluar dari sela – sela tubuhnya yang tersayat dan juga dari mulut, mata dan hidungnya, menandakan bahwa serangan yang dia dapatkan itu telah melukainya dengan serius.


“Hahahahahaha.... lihat sekarang kondisimu” kata pria itu lalu kembali menendang tubuh Zen dengan kuat, dan membuatnya terpental cukup jauh.


“Kamu mau kemana? Aku belum selesai” teriak pria itu setelah melihat tubuh Zen sudah terpental menjauhi darinya.


Pria berperawakan sangat kurus itu mulai berjalan mendekat ketempat Zen berada, tetapi saat pria itu akan sampai ditubuh Zen yang terkapar itu, dia mendengar sebuah suara dari arah pria yang saat ini sedang tersungkur.


“Padahal aku ingin meminta bantuan Alice... tetapi sepertinya aku bisa melakukannya sendiri”

__ADS_1


__ADS_2